Les Miserables (2012)


Film ini diangkat dari novel karya Victor Hugo yang sangat terkenal di jamannya. Mas Victor ini asli Perancis, lahir tahun 1802, kira-kira ketika Pangeran Diponegoro mencapai sweet seventeen. Karyanya yang berjudul Les Miserables ini artinya lebih kurang adalah orang-orang yang menderita, telah difilmkan puluhan kali di lebih dari 40 negara. Les Miserables pernah difilmkan Holywood sebelumnya sekitar tahun 1998. Saya termasuk yang suka sekali dengan film ini. Ketika film ini kembali difilmkan oleh Tom Hooper yang sukses dengan film The King’s Speech (2010), saya kembali tertarik untuk menontonnya. Beda dengan film sebelumnya, versi kali ini dibuat dalam bentuk musikal. Buat mereka yang susah menghayati film musikal, mungkin sebaiknya menonton (dulu) yang versi 1998.

Kisahnya bercerita tentang seorang lelaki bernama Jean Valjean yang dipenjara selama 20 tahun karena mencuri sepotong roti untuk keluarganya.  Begitu keluar dari penjara, ia mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan karena riwayatnya yang pernah menjadi narapidana. Sampailah ia pada sebuah rumah milik pendeta yang memberikan ia makanan dan minuman. Keesokan paginya ia kabur membawa peralatan makan perak milik si pendeta dan tertangkap oleh polisi yang membawanya kembali ke rumah pendeta, karena ia mengaku tidak mencurinya melainkan diberi oleh sang pendeta. Tanpa diduga sang pendeta membenarkan apa yang dikatakan Valjean bahkan menambahkan beberapa peralatan yang dikatakannya tertinggal. Tersentuh oleh kasih sayang sang pendeta, Valjean bertekad ingin menjadi orang yang baik mulai saat itu. Dari situlah cerita mulai bergulir di mana ia terus memberikan cinta kasih kepada sesamanya, termasuk kepada seorang wanita bernama Fantine yang terpaksa melacurkan dirinya demi membebaskan anaknya yang ia titipkan pada orang lain karena masalah hutang. Berbagai konflik datang silih berganti hingga akhir hayatnya, termasuk inspektur polisi bernama Javert yang diperankan Russel Crowe, yang terus memburunya karena Valjean tidak melaporkan secara rutin ke kepolisian setelah ia bebas. Cerita lengkapnya akan lebih asyik kalau Anda menonton langsung sendiri filmnya.

Keunggulan film ini ada pada kehebatan akting dan suara Hugh Jackman (Wolverine) yang memerankan Jean Valjean dan Anne Hathaway (Dark Knight Rises) yang memerankan Fantine. Keduanya diganjar Golden Globe 2013 belum lama ini karena totalitas aktingnya. Susah loh, berakting sambil menyanyi. Kalau nggak jago, hasilnya menyonyo. Sacha Baron Cohen menjadi satu-satunya aktor yang bisa membuat kita tertawa dalam kepedihan film ini. Casting yang luar biasa. Sacha memerankan tokoh lelaki yang dititipi anak Fantine yang bernama Cosette.

Oh ya, pernah lihat video Susan Boyle yang mencengangkan umat manusia di ajang acara Britain Got Talent ini? Nah lagunya yang fenomenal dan grande yang berjudul I Dreamed a Dream itu dinyanyikan dengan super duper totally amazing oleh Anne Hathaway pada adegan yang sangat luar biasa pas. Dulu ketika mendengarkan videonya Susan Boyle aku tahu ini lagu sedih tapi belum pernah merasakan pasnya lirik lagu ini selain di adegan Fantine berduka dengan nasibnya yang kurang beruntung itu. Pada saat film menjelang berakhir, aku ambil iPad dari tas, buka iTunes, search Susan Boyle, Pilih I Dreamed a Dream, Klik Buy, isi password, lalu aku masukkan iPad kembali ke tas. Setelah film selesai lagunya selesai terunduh dan aku putar sepanjang perjalanan pulang ke rumah. Superb, bikin merinding dan hati banjir.

Well, di samping kepiawaian Tom Hooper mengarahkan film ini, ada beberapa hal yang menurut saya agak kurang. Pertama, hampir seluruh dialognya dibuat musikal. Padahal banyak film lain yang musikal hanya di beberapa bagian penting. Dengan durasi 2 jam 37 menit, beberapa adegan memang tampak membosankan kalau dinyanyikan. Dengan sedikit editing untuk menjadikan film ini di sekitar 2 jam, hasilnya mungkin akan lebih lovable. Russle Crowe sebenarnya cocok menjadi inspektur polisi Javert yang kaku itu. Namun sayang kemampuan tarik suaranya paling pas-pasan dibalik aktor lainnya.

Eniwei baswei, buat Anda pecinta film berkualitas, jangan lewatkan film ini. Siapkan tissue atau minimal jangan pake You Can See agar lengan baju bisa digunakan untuk menyeka butiran air mata yang akan menggenangi sudut pelupuk mata dan rongga hati Anda. Lebay? No. Totally recommended, 8/10. Ketika review ini ditulis, film ini mendapat 8 nominasi Oscar. Kita lihat nanti dapat berapa Februari nanti.

Saya cuplikkan lirik lagu I Dreamed a Dream yang sangat saya suka ini.

I Dreamed a Dream

I dreamed a dream in times gone by
When hope was high
And life worth living
I dreamed that love would never die
I dreamed that God would be forgiving
Then I was young and unafraid
And dreams were made and used and wasted
There was no ransom to be paid
No song unsung No wine untasted

But the tigers come at night
With their voices soft as thunder
As they tear your hope apart
And they turn your dream to shame

He slept a summer by my side
He filled my days with endless wonder
He took my childhood in his stride
But he was gone when autumn came

And still I dream he’ll come to me
That we’ll live the years together
But there are dreams that cannot be
And there are storms we cannot weather
I had a dream my life would be
So different from this hell I’m living
So different now from what it seemed
Now life has killed the dream I dreamed

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

Posted on Januari 18, 2013, in Ulasan and tagged , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. itu yang nyanyi si Hataway ya?
    salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: