Arsip Blog

5 Alasan Kudu Nonton Guardians of Galaxy Vol. 2 dan The Autopsy of Jane Doe

Akhirnya setelah menunggu sekitar tiga tahun, sekuel Guardians of Galaxy tayang juga dengan sukses dan lumayan heboh. Film ini bukan sekedar film superhero biasa. Pada intinya apa yang dijual di Fast Furious 8, di sini juga menjadi tema sentral, yaitu KELUARGA.

Alasan kenapa kamu harus nonton film ini, adalah:

  1. Ada REUNI KELUARGA. Ada anak yang bertemu dengan ayah kandungnya, dan ada yang bertemu dengan saudaranya, ada juga yang tadinya dianggap penjahat namun dikenang sebagai orang yang terdekat dalam hidupnya.
  2. Lagu-lagu klasik yang menghiasi film ini sangat keren dan enak dinikmati, terutama Fathers and Son karya Yusuf Islam yang dulu dikenal sebagai Cat Stevens. Adegannya sangat pas diiringi lagu ini. Mengharukan.
  3. Humornya benar-benar nonstop dari awal hingga akhir. Siapkan perut kamu agar tidak kram selama nonton!
  4. Visual FXnya dijamin keren abis. Delapan perusahaan visual FX dikerahkan untuk mengerjakan semua visual FX yang keren abis. Lihat saja Groot yang jadi super unyu di film ini setelah berkorban di film pertama.
  5. Ada bonus adegan tambahan setelah film berakhir. Ada L I M A. Jangan buru-buru pulang yaa..

James Gunn sebagai sutradara berhasil dengan baik mengolah emosi penonton, dari bahagia, tercengang, hingga sedih. Semua digabungkan dengan pas dan tidak membosankan. Alurnya cepat, penonton dibuat menunggu dan penasaran dengan adegan berikutnya.

Saya menonton film ini hingga 3 kali di bioskop, sekali karena dapat tiket gratis 🙂

Filmnya panjang, jangan lupa bawa cemilan dan cemolan sebelum nonton ya!

Naaaah… sekarang kita ngomongin film horor. Buat kamu pencinta film horor, The Autopsy of Jane Doe jangan dilewatkan. Nih coba lihat trailernya:

Ceritanya, ada pembunuhan di sebuah rumah, dengan empat jenazah. Tiga ditemukan tewas secara brutal, satu ditemukan telanjang bulat tanpa luka terkubur setengah badan di lantai dasar. Nah Tommy yang diperankan Brian Cox (Red, X-Men 2) dan anaknya Austin yang diperankan Emile Hirsch (Into the Wild, Milk) mendapatkan kiriman jenazah wanita tak dikenal yang kalau di sini disebut si Fulanah, di sana dikenal dengan Jane Doe.

Mulanya autopsi berjalan dengan lancar di rumah mereka yang memang dilengkapi fasilitas krematorium dan autopsi ini. Namun berbagai keanehan muncul dan meneror mereka. Apakah mereka berhasil mencari tahu siapa gerangan si Jane Doe itu?

Film ini berhasil membuat para penonton merasa ngeri dengan suasana ruangan autopsi itu sendiri. Bayangkan kalian berada di rumah besar, di ruangan bawah tanahnya ada ruang autopsi, hanya berdua saja mengautopsi jenazah di dalam keadaan hujan badai di luar sana. Penonton selalu  dibuat penasaran apa lagi yang akan muncul berikutnya..

Sangat fresh idenya, tidak boleh dilewatkan buat pencinta horor. Visual FXnya bagus, membuat kita bergidik dan ngeri melihat proses autopsinya. Musiknya begitu mencekam, sangat cocok dengan adegannya yang membuat kita mengkeret di kursi.

Beda banget deh sama Conjuring dan Insidious! 8/10 aku kasih.

FfKamis – Rencana Busuk

“Ti, kamu sudah siap?”

“Siap, Bos! Saya masuk dari jendela belakang!”

“Mbel, kamu bagaimana?”

“Saya masuk dari kamar pembantu, Bos!”

“Dhung, kamu jangan sampai ketiduran lagi!”

“Iya Bos! Saya nanti masuk dari kamar anaknya yang TK!”

“Bagus kalau begitu. Yul, kamu periksa keadaan ya. Memungkinkan apa tidak kita masuk malam ini?”

Anak kesayangan Bos itu langsung memeriksa TKP. Tak lama kemudian ia berhasil memasuki rumah yang menjadi sasaran mereka.

Tiba-tiba terdengar suara memekakkan telinganya. Ia langsung melesat kabur.

“Bos, malam ini kita libur lagi. Mereka lagi pada ngaji.”

Genderuwo dan anak buahnya semua mengeluh kesal sambil menghilang di kegelapan malam.


___________________________

FfKamis ini bertemakan LIBUR, mengandung tepat 100 kata, tidak termasuk Kuntilanak, Wewe Gombel, Endas Glundung, dan Tuyul. Gambar nyomot dari Pixabay.

#FfKamis – Kereta Terakhir

Aku berlari menaiki tangga stasiun di depanku. Jantungku berdegup kencang. Semoga kereta terakhir masih ada. Rapat berjam-jam membuatku lupa akan waktu.

Peron menuju Serpong sudah sepi. Penumpang sudah habis. Hanya petugas kebersihan yang kulihat masih sibuk mengepel lantai.  

Kuambil gawaiku untuk melihat pemberitahuan di media sosial hingga tak terasa tiba-tiba keretaku datang. Senang rasanya bisa duduk. Karena penat, aku jatuh tertidur. Pulas. 

Ketika aku bangun, semua tampak hening. Tiba-tiba bahuku ditepuk dari belakang. 

“Mas, turun mana?” seseorang bertanya.

Aku balikkan badan, mataku terbelalak tanpa mampu menjawab.

“Mas, ini Stasiun Tanah Kusir. Serpong masih jauh!” kata pocong itu sambil meloncat pergi.


______

Cerita fiksi ini ditulis ketika melewati Kuburan Tanah Kusir di atas kereta yang melaju di malam Jumat sebagai kontribusi Flash Fiction tiap hari Kamis dengan topik Hening. Jumlah kata tepat 100, termasuk pocong.

Prompt #130 dan #131: Perempuan Horor

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia Pak Ramdani tadi malam.” Suara marbot mesjid mengagetkan Budi yang sedang duduk di depan teras sambil menikmati pisang goreng buatan istrinya.

“Bu, Pak Ramdani meninggal dunia.”
“Wah.. mendadak sekali ya. Kemarin saya lihat ada perempuan berbaju merah datang ke rumahnya. Beliau tampak sehat-sehat saja lho, Pak.”
“Apa? Perempuan berbaju merah? Pak Tino bulan lalu mengatakan kalau sebelum Pak Toto meninggal, ada perempuan berbaju merah juga datang ke rumahnya sehari sebelumnya.”

img1
“Ah, itu hanya kebetulan saja mungkin Pak. Jangan dihubung-hubungkan. Itu sudah ditakdirkan Yang Maha Kuasa. Bapak jangan percaya takhayul.”
“Iya sih Bu. Cuma kok aneh saja, bisa kebetulan begitu.”
“Makanya Bapak jangan lupa berolahraga dan selalu memakan makanan sehat. Ingat umur, Pak!”
“Iya, Bu. Nanti Bapak akan lebih banyak berolahraga.”

Sore itu hujan baru turun membasahi bumi. Sudah lama hujan tak turun dari langit. Bau khas yang menyenangkan ini terasa menentramkan hati Budi. Ia dongakkan kepalanya ke langit, bulan purnama mulai muncul. Ia sendiri saja di rumah. Ina, istrinya, tadi pamit untuk pergi berbelanja. Sekitar pukul setengah delapan malam istrinya tiba membawa beberapa barang belanjaan. Setelah makan malam dan berbincang-bincang, mereka masuk ke kamar tidur.

“Pak, tadi aku belanja lingerie, lho. Aku coba ya, Pak.” kode Ina sambil tersenyum genit. Budi menatap istrinya dengan balutan lingerie merah yang seksi itu.
“Me.. merah?” tanya Budi tergagap.
“Iya Pak.. Bapak suka, kan?”
“Biasanya kamu suka warna pink?”
“Iya Pak. Ganti suasana.” kata Ina sambil meredupkan lampu.

Mereka berciuman penuh gairah. Ina mengambil posisi di atas sambil terus melumat bibir Budi.

“Ahhh!!!” tiba-tiba Budi berteriak kesakitan. Ia merasakan darah di mulutnya. Istrinya seketika berubah wujud bagaikan hantu yang mengerikan. Kini dadanya terasa sakit. Penyakit jantungnya mulai kumat. Nafasnya mulai tersengal. Semuanya berubah menjadi gelap gulita. Ina hanya menyeringai menyaksikan suaminya mati perlahan dalam pelukannya.

img2


Flash fiction ini merupakan gabungan prompt #130, Perempuan yang Lewat di depan Rumah dan prompt #131, Horror! Jumlah kata 300 buah mengikuti batasan di Prompt #130, meski di prompt #131 bisa sampai 400 buah kata. Tadinya mau kirim yang 130 lebih dahulu, namun prompt terbaru terlanjur keluar. Jadi akhirnya digabungkan menjadi satu.

Prompt #123: Suara Ketukan di dalam Gudang

Jam menunjukkan hampir pukul tiga pagi. Suara ketukan membangunkan diriku. Dalam keadaan mata masih sangat berat kubangun perlahan dari tempat tidur. Istriku masih lelap dalam tidurnya. Kupakai sandal dan perlahan beranjak menuju pintu kamar. Suara halus detik jam dinding terdengar jelas. Ketukan tadi tidak terdengar lagi. Kulangkahkan kaki menuju dapur untuk mengambil segelas air putih. Kuteguk dengan cepat air dingin yang baru kuambil dari dalam kulkas. Aku bertanya-tanya siapa yang malam-malam begini mengetuk dinding dari luar. Kusingkap tirai jendela di dekat dapur dan mengintip keluar. Tidak ada siapapun di luar. Langit terlihat gelap. Tak ada bintang ataupun bulan.

“Mungkin hanya mimpi saja” batinku seraya berjalan kembali ke kamar tidur.

Persis begitu kusentuh pegangan pintu kamar, suara ketukan itu terdengar kembali. Halus, namun masih bisa kudengar. Suara itu sepertinya berasal dari gudang dekat dapur. Kulangkahkan kaki perlahan menuju sumber suara tadi. Kubuka pintu gudang yang gelap gulita. Hawa dingin dan bau tidak enak tercium hidungku. Kuraba dinding di sebelah kanan mencari tombol lampu. Begitu kunyalakan tiba-tiba bola lampunya putus. Jantungku kaget setengah mati. Segera aku keluar dari gudang itu menuju dapur untuk mencari lampu senter. Begitu senter sudah di tangan, segera kulangkahkan kaki kembali ke gudang.

Bau busuk ini mungkin berasal dari bangkai tikus yang mati. Sudah terbayang besok aku harus mengeluarkan dan memindahkan banyak barang untuk mencari bangkai menyebalkan itu. Ketukan itu terdengar lagi. Kini aku yakin ketukan itu berasal dari balik lemari kayu di depanku. Bau busuk makin menyengat hidungku. Kubuka lemari itu perlahan dan tiba-tiba seekor tikus melompat ke mukaku.

“Arggh!!! Tikus sialan!!!” teriakku histeris.

Kubanting pintu lemari dengan kencang karena refleks. Tiba-tiba bulu kudukku merinding. Ada yang tidak beres. Kudengar suara pelan di belakangku.

“Pak.. maafkan saya Pak.”

Kubalikkan badan dan kulihat sesosok pria yang kukenal bermuka pucat seputih mayat.

“Parto? Kamu ngapain di sini?” tanyaku pada supirku yang sudah dua hari ini tidak masuk kerja.

“Saya tadi yang mengetuk dinding Pak. Saya minta maaf membangunkan Bapak. Tapi saya mesti pulang, Pak.”

“Apa yang terjadi, To?”

“Saya diracun Ibu Pak. Saya merasa bersalah mengkhianati Bapak selama ini. Ketika saya ingin menghentikan kegilaan kami, Ibu meracuni kopi saya. Dan tubuh saya ditanam di tembok di balik lemari ini. Tolong kuburkan saya secara layak, Pak” kata Parto menghiba.

“Kurang ajar! Kalau kau masih hidup aku sendiri yang akan membunuhmu, To. Dasar lelaki tak tahu diuntung!” makiku dengan penuh amarah.

Aku segera keluar gudang itu untuk membangunkan istriku. Ternyata selama ini aku ditipu habis-habisan. Senter kupegang erat di tangan kanan. Amarahku begitu menggelegak. Napasku tersengal-sengal. Pandanganku mulai berkunang-kunang. Senter di tanganku terjatuh. Begitu akan kuambil, aku jatuh terjerembab.

Aku melihat bayangan istriku berdiri di depan pintu kamar.

“Maafkan aku Mas. Aku telah mengkhianatimu selama ini. Namun aku sudah tidak tahan lagi menjadi istrimu. Semua air minum sudah kububuhi racun yang sama dengan yang telah kuberikan pada Mas Parto. Kalian akan memiliki banyak waktu untuk bicara. Di gudang rumah ini” kata istriku perlahan.

Keesokan harinya aku dan Parto mulai tinggal berdampingan di dalam dinding di balik lemari dalam gudang laknat itu.

Img1


Fiksi ini adalah salah satu bentuk kontribusi Monday Flash Fiction dengan tema di Gudang. Tulisan di MS Word berjumlah tepat 500 kata, sementara di WP dikenali sebanyak 499 kata. Gambar di ambil dari sini.

Fenomena Conjuring 2 (2016)

Film sekuel dari Conjuring ini mulai mendulang pundi-pundi dollar sejak tiga hari penayangannya yang sudah melewati setengah trilyun rupiah! Kesuksesan film ini disebabkan oleh beberapa faktor, namun yang paling utama adalah arahan dari sutradara kondang, James Wan.

James Wan, sutradara Australia kelahiran Malaysia ini, sepertinya punya obsesi untuk membuat film horor yang efektif. Salah satu film yang ia besut, Saw, menjadi salah satu film horor yang paling menguntungkan secara box office. Film ini dibuat dengan anggaran minimum namun untung lebih dari 100 juta dollar. Trilogi Insidious yang ia buat menghasilkan 370 juta dollar secara total. Apakah James Wan hanya jago membuat film horor? Ternyata tidak. Ketika ia diminta menjadi sutradara Furious 7, banyak yang menyangsikan kemampuannya. Ternyata ia sukses besar dengan pendapatan total 1.5 milyar dollar! Kita lihat apakah ia bisa membesut Aquaman sebaik Furious 7 dan deretan film horor yang telah ia buat dengan sukses.

the-conjuring-2-6

Bagaimana kata kritikus dengan film Conjuring 2 ini? Rotten Tomatoes memberikan label Certified Fresh! IMDB memberikan nilai di atas 8, untuk sebuah film sekuel! Artinya James Wan tidak puas dengan pencapaian film sebelumnya. Ia berpikir bagaimana memberikan sentuhan baru yang tidak ada di film sebelumnya. Hasilnya adalah sebuah sekuel yang menjual (tetap berdasarkan kisah nyata) dengan lokasi baru, jin yang lebih powerful, dan sentuhan drama yang menarik. Setelah menonton film ini saya merasa puas karena ekspektasi saya melebihi apa yang saya duga. Bahkan salah satu penampakan yang paling menyeramkan dalam film dibuat memenya oleh banyak orang dan menjadi viral! Padahal nama tokoh penampakan jin yang menyeramkan ini sebenarnya merupakan salah satu kunci penting dalam film yang harusnya tidak boleh diumbar bebas di dunia maya.

MK1_5272.dng

Dari sisi marketing, teaser mulai ditayangkan di Desember tahun lalu.Di akhir Maret kemarin trailer lengkapnya ditayangkan. Trailer 360 Virtual Realitynya dikeluarkan dua minggu sebelum filmnya tayang.

WhatsApp-Image-20160619

Untuk menikmati trailer VR ini Anda memerlukan Google Cardboard yang bisa dibeli online dari harga dua puluh ribuan sampai beberapa ratus ribu rupiah, tergantung kualitasnya. Gunakan aplikasi Youtube Mobile dan pilih settingan Card Board ketika memutar trailer ini. Cari saja : Conjuring 2 360 degree trailer. Rekaman suara jin aslinya juga disebarkan melalui internet sehingga memberikan ekspektasi besar kepada para fans horor.

Peringatan, buat yang jantungnya gak kuat, ibu hamil, dan orang-orang yang mudah trauma dengan film horor, sebaiknya hindari film ini.Buat Anda pencinta film horor, jangan lewatkan yang satu ini! Kapan lagi dengerin suaranya Robert Patrick yang menghibur penonton di tengah ketegangan film?

Begitu menariknya film ini, tokoh jahat dalam film ini dibuat memenya di media sosial. Buat yang belum menonton, sebaiknya tidak usah melihat gambar-gambar meme berikut ini, karena khawatir akan sedikit mengganggu ketika menonton filmnya nanti.


Awas spoiler!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Film horor favoritmu apa? Share di komentar ya! (Nang Nak dari Thailand, aku juga suka lho.. filmnya horor dengan kisah cinta dan mengharukan!)