Hereditary (2018) – Horor Klasik Mencekam yang Menyiksa Anda Perlahan-lahan

Inilah film horor terbaru yang ramai dibicarakan netizen beberapa bulan terakhir ini dan ditunggu-tunggu oleh para penggemar genre horor. Film horor yang dibesut oleh sutradara jebolan American Film Institute yang bernama Ari Aster ini sempat dipuji di akun Twitter sutradara Pengabdi Setan, Kang Joko Anwar.

joko_anwar

Film ini bercerita mengenai sebuah keluarga yang baru saja ditinggal mati oleh nenek dari pihak Ibu. Anggota keluarga tersebut adalah:

  • Sang ayah (Steve) diperankan oleh Gabriel Byrne (The Usual Suspects, In Treatment),
  • ibu (Annie) oleh Toni Collette (The Sixth Sense (nominasi Oscar sebagai aktris pembantu terbaik), Little Miss Sunshine)
  • putra pertama (Peter), diperankan oleh Alex Wolff (Jumanji: Welcome to the Jungle)
  • putri bungsu (Charlie), diperankan oleh Milly Shapiro (Broadway Kids Against Bullying: I Have a Voice)
family
Keluarga Steve

Ulasan saya ini mungkin akan Anda anggap memiliki SPOILER, namun percayalah, saya tidak akan merusak kesenangan Anda menonton dengan memberitahu hal penting dalam film ini. Meskipun demikian, jangan lanjutkan membaca jika Anda sangat sensitif dengan petunjuk sekecil apapun.

Lanjutkan membaca Hereditary (2018) – Horor Klasik Mencekam yang Menyiksa Anda Perlahan-lahan

Review Film Pengabdi Setan (2017)

Impian Joko Anwar untuk membesut film Pengabdi Setan puluhan tahun silam tercapai sudah. Inilah film horor yang menginspirasikan dirinya untuk membuat film. Sutradara yang terkenal dengan Pintu Terlarangnya ini merayu Rapi Film yang memiliki hak ciptanya agar diperkenankan menjadi sutradaranya. Akhirnya film yang juga dibiayai oleh CJ Entertainment ini tayang juga di bioskop.

Beberapa teman saya mengatakan, film asli Pengabdi Setan yang dibintangi Ruth Pelupessy dan HM Damsjik dulu adalah salah satu film menakutkan di masa kecil mereka. Saya sendiri sudah menonton versi lamanya dan penasaran dengan versi Joko Anwar ini. Jadi gini…

Lanjutkan membaca Review Film Pengabdi Setan (2017)

Review Film Firegate a.k.a Gerbang Neraka

Rizal Mantovani kembali menghasilkan film horor berbalut petualangan dalam film yang ia besut, yang berjudul Firegate atau Gerbang Neraka. Film ini terlihat dibuat dengan cukup ambisius dari jajaran pemain utamanya, Reza Rahadian (Habibie dan Ainun), Julie Estelle (Headshot), dan Dwi Sasono (Pocong) – serta aktor gaek yang sedang naik daun, Ray Sahetapy (The Raid). Penggunaan bintang tenar dan digunakannya CGI di banyak adegan, menunjukkan keseriusan Rizal dengan film yang mulai digarap di 2016 tahun lalu, sekaligus harapan mendulang rupiah dalam pemasukan tiket.

Img1
Jajaran pemain dan kreator – sumber Bintang.com

Ide ceritanya sendiri bukan semata-mata fiksi, namun dari penelitian arkaelogi yang benar-benar terjadi di situs Gunung Padang, Cianjur.

Lanjutkan membaca Review Film Firegate a.k.a Gerbang Neraka

5 Alasan Kudu Nonton Guardians of Galaxy Vol. 2 dan The Autopsy of Jane Doe

Akhirnya setelah menunggu sekitar tiga tahun, sekuel Guardians of Galaxy tayang juga dengan sukses dan lumayan heboh. Film ini bukan sekedar film superhero biasa. Pada intinya apa yang dijual di Fast Furious 8, di sini juga menjadi tema sentral, yaitu KELUARGA.

Alasan kenapa kamu harus nonton film ini, adalah:

  1. Ada REUNI KELUARGA. Ada anak yang bertemu dengan ayah kandungnya, dan ada yang bertemu dengan saudaranya, ada juga yang tadinya dianggap penjahat namun dikenang sebagai orang yang terdekat dalam hidupnya.
  2. Lagu-lagu klasik yang menghiasi film ini sangat keren dan enak dinikmati, terutama Fathers and Son karya Yusuf Islam yang dulu dikenal sebagai Cat Stevens. Adegannya sangat pas diiringi lagu ini. Mengharukan.
  3. Humornya benar-benar nonstop dari awal hingga akhir. Siapkan perut kamu agar tidak kram selama nonton!
  4. Visual FXnya dijamin keren abis. Delapan perusahaan visual FX dikerahkan untuk mengerjakan semua visual FX yang keren abis. Lihat saja Groot yang jadi super unyu di film ini setelah berkorban di film pertama.
  5. Ada bonus adegan tambahan setelah film berakhir. Ada L I M A. Jangan buru-buru pulang yaa..

James Gunn sebagai sutradara berhasil dengan baik mengolah emosi penonton, dari bahagia, tercengang, hingga sedih. Semua digabungkan dengan pas dan tidak membosankan. Alurnya cepat, penonton dibuat menunggu dan penasaran dengan adegan berikutnya.

Saya menonton film ini hingga 3 kali di bioskop, sekali karena dapat tiket gratis 🙂

Filmnya panjang, jangan lupa bawa cemilan dan cemolan sebelum nonton ya!

Naaaah… sekarang kita ngomongin film horor. Buat kamu pencinta film horor, The Autopsy of Jane Doe jangan dilewatkan. Nih coba lihat trailernya:

Ceritanya, ada pembunuhan di sebuah rumah, dengan empat jenazah. Tiga ditemukan tewas secara brutal, satu ditemukan telanjang bulat tanpa luka terkubur setengah badan di lantai dasar. Nah Tommy yang diperankan Brian Cox (Red, X-Men 2) dan anaknya Austin yang diperankan Emile Hirsch (Into the Wild, Milk) mendapatkan kiriman jenazah wanita tak dikenal yang kalau di sini disebut si Fulanah, di sana dikenal dengan Jane Doe.

Mulanya autopsi berjalan dengan lancar di rumah mereka yang memang dilengkapi fasilitas krematorium dan autopsi ini. Namun berbagai keanehan muncul dan meneror mereka. Apakah mereka berhasil mencari tahu siapa gerangan si Jane Doe itu?

Film ini berhasil membuat para penonton merasa ngeri dengan suasana ruangan autopsi itu sendiri. Bayangkan kalian berada di rumah besar, di ruangan bawah tanahnya ada ruang autopsi, hanya berdua saja mengautopsi jenazah di dalam keadaan hujan badai di luar sana. Penonton selalu  dibuat penasaran apa lagi yang akan muncul berikutnya..

Sangat fresh idenya, tidak boleh dilewatkan buat pencinta horor. Visual FXnya bagus, membuat kita bergidik dan ngeri melihat proses autopsinya. Musiknya begitu mencekam, sangat cocok dengan adegannya yang membuat kita mengkeret di kursi.

Beda banget deh sama Conjuring dan Insidious! 8/10 aku kasih.

FfKamis – Rencana Busuk

“Ti, kamu sudah siap?”

“Siap, Bos! Saya masuk dari jendela belakang!”

“Mbel, kamu bagaimana?”

“Saya masuk dari kamar pembantu, Bos!”

“Dhung, kamu jangan sampai ketiduran lagi!”

“Iya Bos! Saya nanti masuk dari kamar anaknya yang TK!”

“Bagus kalau begitu. Yul, kamu periksa keadaan ya. Memungkinkan apa tidak kita masuk malam ini?”

Anak kesayangan Bos itu langsung memeriksa TKP. Tak lama kemudian ia berhasil memasuki rumah yang menjadi sasaran mereka.

Tiba-tiba terdengar suara memekakkan telinganya. Ia langsung melesat kabur.

“Bos, malam ini kita libur lagi. Mereka lagi pada ngaji.”

Genderuwo dan anak buahnya semua mengeluh kesal sambil menghilang di kegelapan malam.


___________________________

FfKamis ini bertemakan LIBUR, mengandung tepat 100 kata, tidak termasuk Kuntilanak, Wewe Gombel, Endas Glundung, dan Tuyul. Gambar nyomot dari Pixabay.

#FfKamis – Kereta Terakhir

Aku berlari menaiki tangga stasiun di depanku. Jantungku berdegup kencang. Semoga kereta terakhir masih ada. Rapat berjam-jam membuatku lupa akan waktu.

Peron menuju Serpong sudah sepi. Penumpang sudah habis. Hanya petugas kebersihan yang kulihat masih sibuk mengepel lantai.  

Kuambil gawaiku untuk melihat pemberitahuan di media sosial hingga tak terasa tiba-tiba keretaku datang. Senang rasanya bisa duduk. Karena penat, aku jatuh tertidur. Pulas. 

Ketika aku bangun, semua tampak hening. Tiba-tiba bahuku ditepuk dari belakang. 

“Mas, turun mana?” seseorang bertanya.

Aku balikkan badan, mataku terbelalak tanpa mampu menjawab.

“Mas, ini Stasiun Tanah Kusir. Serpong masih jauh!” kata pocong itu sambil meloncat pergi.


______

Cerita fiksi ini ditulis ketika melewati Kuburan Tanah Kusir di atas kereta yang melaju di malam Jumat sebagai kontribusi Flash Fiction tiap hari Kamis dengan topik Hening. Jumlah kata tepat 100, termasuk pocong.

Prompt #130 dan #131: Perempuan Horor

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia Pak Ramdani tadi malam.” Suara marbot mesjid mengagetkan Budi yang sedang duduk di depan teras sambil menikmati pisang goreng buatan istrinya.

“Bu, Pak Ramdani meninggal dunia.”
“Wah.. mendadak sekali ya. Kemarin saya lihat ada perempuan berbaju merah datang ke rumahnya. Beliau tampak sehat-sehat saja lho, Pak.”
“Apa? Perempuan berbaju merah? Pak Tino bulan lalu mengatakan kalau sebelum Pak Toto meninggal, ada perempuan berbaju merah juga datang ke rumahnya sehari sebelumnya.”

img1
“Ah, itu hanya kebetulan saja mungkin Pak. Jangan dihubung-hubungkan. Itu sudah ditakdirkan Yang Maha Kuasa. Bapak jangan percaya takhayul.”
“Iya sih Bu. Cuma kok aneh saja, bisa kebetulan begitu.”
“Makanya Bapak jangan lupa berolahraga dan selalu memakan makanan sehat. Ingat umur, Pak!”
“Iya, Bu. Nanti Bapak akan lebih banyak berolahraga.”

Sore itu hujan baru turun membasahi bumi. Sudah lama hujan tak turun dari langit. Bau khas yang menyenangkan ini terasa menentramkan hati Budi. Ia dongakkan kepalanya ke langit, bulan purnama mulai muncul. Ia sendiri saja di rumah. Ina, istrinya, tadi pamit untuk pergi berbelanja. Sekitar pukul setengah delapan malam istrinya tiba membawa beberapa barang belanjaan. Setelah makan malam dan berbincang-bincang, mereka masuk ke kamar tidur.

“Pak, tadi aku belanja lingerie, lho. Aku coba ya, Pak.” kode Ina sambil tersenyum genit. Budi menatap istrinya dengan balutan lingerie merah yang seksi itu.
“Me.. merah?” tanya Budi tergagap.
“Iya Pak.. Bapak suka, kan?”
“Biasanya kamu suka warna pink?”
“Iya Pak. Ganti suasana.” kata Ina sambil meredupkan lampu.

Mereka berciuman penuh gairah. Ina mengambil posisi di atas sambil terus melumat bibir Budi.

“Ahhh!!!” tiba-tiba Budi berteriak kesakitan. Ia merasakan darah di mulutnya. Istrinya seketika berubah wujud bagaikan hantu yang mengerikan. Kini dadanya terasa sakit. Penyakit jantungnya mulai kumat. Nafasnya mulai tersengal. Semuanya berubah menjadi gelap gulita. Ina hanya menyeringai menyaksikan suaminya mati perlahan dalam pelukannya.

img2


Flash fiction ini merupakan gabungan prompt #130, Perempuan yang Lewat di depan Rumah dan prompt #131, Horror! Jumlah kata 300 buah mengikuti batasan di Prompt #130, meski di prompt #131 bisa sampai 400 buah kata. Tadinya mau kirim yang 130 lebih dahulu, namun prompt terbaru terlanjur keluar. Jadi akhirnya digabungkan menjadi satu.