Arsip Blog

5 Hal Mengapa Spiderman Homecoming Seru Banget untuk Ditonton

Spiderman ke-6 ini adalah reboot yang kedua dari franchise Spiderman. Setelah tiga Spiderman pertama yang dibesut Sam Raimi sukses besar, film keempatnya batal dipiloti oleh beliau. Kata rumor sih ada ketidakcocokan deadline yang diminta produser sehingga Raimi mengundurkan diri dari kursi sutradara. Walhasil semua kru lainnya ikutan solider dengan Sam Raimi, sehingga akhirnya direboot. Sayang, film berikutnya yang dibintangi Andrew Garfield tidak sesukses sebelumnya. Begitu Marvel diakuisisi Disney dan MCU (Marvel’s Cinematic Universe) sukses besar, maka Avengers ketinggalan Spiderman. Akhirnya Sony yang memegang hak filmnya bekerja sama dengan Disney untuk mereboot dengan tokoh Spiderman baru, tokoh termuda dibandingkan lainnya, yaitu Tom Holland. Hal ini merupakan hal yang bagus karena kontrak Spiderman bisa memakan waktu lebih dari 1 dekade, sehingga Holland yang muda ini masih akan tetap OK memerankan Spiderman bahkan hingga 10 tahun yang akan datang.

Berikut ini mengapa reboot kedua kali Spiderman masih tetap asoy untuk dinikmati para moviegoers, khususnya superhero movies fans (tenang, no major spoiler).

Pertama – Filmnya kocak abis! Dari awal hingga akhir, bahkan hingga dua extra scenes after credit, filmnya masih aja ngocol! Nggak selucu Guardians of Galaxy, tapi lebih lucu sedikit dari Ant Man dan sebelas dua belas dengan Avengers. Nggak konyol juga kaya DeadPool.

Spiderman Homecoming

Kedua – Super Villainnya keren! Michael Keaton yang pernah menjadi Batman dan memerankan tokoh dalam Bird Man, kini benar-benar menjadi manusia burung, Vulture. Gadgetnya malah kelihatan lebih bad ass ketimbang punya  Falcon (Avengers).

Vulture

Ketiga – Kostum Spiderman baru kali dalam sepanjang sejarah Spiderman difilmkan, memiliki fitur paling canggih, thank’s to Mas Tony Stark yang penampakannya kali ini sangat menunjang film Spiderman. Iron Man masih menjadi mentor yang melihat potensi Peter Parker untuk menjadi superhero yang masih mencari jatidirinya.

Spiderman Gadget

Keempat – Manusiawi namun tetap orisinil! Setelah Christopher Nolan membesut trilogi Batman yang dark dan manusiawi, kini film Superhero diarahkan ke sana semua. Spiderman kali ini pun tidak tinggal kalah dibentuk dengan pendekatan yang sama. Bagaimana ABG tiba-tiba punya kekuatan super dan merasa penting, seringkali jadi bumerang dengan tindakannya yang justru menimbulkan masalah. Ia tidak sempurna, banyak kerusakan yang justru dibuatnya alih-alih membuat dunia menjadi lebih baik. Film ini menggambarkannya dengan baik, tanpa bercerita hal yang sama dengan dua seri pendahulunya. Ini yang membuat filmnya terasa fresh, dan tidak membosankan. Bahkan cewek-cewek yang naksir dia juga dibuat semanusiawi mungkin. Terasa believable!

Tom Holland as Spiderman

Kelima – Ada twist tak diduga di sepertiga akhir film. Kejutan ini benar-benar tidak disangka penonton, dan menambah menarik story telling yang dibesut oleh Jon Watts dan juga menjadi co writernya. Film ini juga langsung masuk daftar 245 film terbaik sepanjang sejarah versi IMDB!

Poster

Tips menonton film yang durasinya sekitar 2 jam seperempat:

  • Bawa logistik buat menemani nonton
  • Pipis sebelum masuk bioskop
  • Jangan pulang setelah selesai, karena ada dua extra scenes setelah film berakhir

Film ini saya beri rating 8/10. Recommended! Kalau kamu sudah nonton, ceritakan kesanmu tanpa memberikan spoiler di kolom komentar yaaa…

Man of Steel (2013)

It’s a bird! It’s a plane! Oww.. It’s an alien 🙂

Short review (no spoiler, promise):

I really enjoy this movie since it tells more about the background of Superman (Henry Cavill – Immortal), the conflict of his parents have in Krypton. It also describes the character of the troubled young Superman who seems outcast and lonely but helpful. I like how Nolan portrays Superman, like his Dark Knight approach to the Batman. Superman is an alien, but we can see his humanity side. The villain, General Zod, who is starred by my favourite antagonist actor, Michael Shannon (Premium Rush, Take Shelter, Boardwalk Empire), playing very convincing (“I will find him!!!” His promise to find Kal El aka Superman, like in the trailer). The visual effect is splendid. With the budget almost a quarter of billion dollar, Zack Snyder (director – known for 300 and Watchmen) and Christopher Nolan (Dark Knight trilogy) definitely have almost unlimited possibility of great actions. The limitation is only their imagination. The problems with this movie for me are some of the idea seems not that original (Matrix and Oblivion) and the romance between Lois Lane (Amy Adams) and Superman seems a little bit too pushed. Overall it is a good reboot of Superman. Recommended, 8/10.

Longer review (let me do it in Bahasa Indonesia), you still can read if you want in your language by using Translate This Blog link on top of this blog. Not perfect, but you’ll get the picture 🙂

[Awas, mungkin ada spoiler]

Beruntung sekali saya bisa nonton film ini bersama keluarga di IMAX Gandaria City. Meskipun menurut saya efek 3Dnya tidak terlalu signifikan, namun menonton di IMAX memberikan pengalaman luar biasa dalam menonton karena layarnya yang super lebar. Dengan menggunakan MTIX saya bisa membeli tiketnya tanpa mengantri beberapa hari sebelumnya. Film dengan durasi lebih kurang 2,5 jam ini tidak membosankan ditonton, dan memaksa Anda untuk menahan pipis sepanjang pertunjukan.

Yang membuat film ini berbeda dari pendahulunya adalah porsi latar belakang Superman bayi di Krypton dan segala konflik yang melibatkan ayah dan ibu kandung Superman sebelum ia dikirim ke bumi. Teknologi Krypton yang canggih digambarkan lebih organis ketimbang mesin seperti di bumi. Hanya saja yang membuat aneh adalah meski penghuni Krypton bisa dikatakan Alien, namun mereka tampak seperti manusia di bumi. Hewan-hewannya saja yang berbeda sama sekali dengan apa yang ada di bumi. Hal ini cukup janggal. Russel Crowe yang berperan sebagai Jor El bermain baik dan bisa diimbangi Jendral Zod (Shannon).

Film ini diceritakan dengan kilas balik Superman di Krypton, masa bayi, remaja, dewasa, dan kembali lagi ke Krypton, dan seterusnya. Penggambaran Superman di film ini cukup berbeda dengan Superman jaman Christopher Reeve. Selain tanpa celana dalam merah di luar, Supermannya berasa kurang humor. Sepertinya dibuat sangat humble, dan jaga image. Dari sisi kegantengan dan keatletisan, Henry Cavill bisa dipastikan akan memuaskan selera kaum hawa (dan gay mungkin). Sangat cocok sebagai Superman, bahkan sudah terasa oleh saya waktu ia main di film Immortal. Ayah Superman di bumi, Jonathan Kent, diperankan dengan baik oleh Kevin Costner. Juga sang ibu di bumi, diperankan dengan natural oleh Diane Lane.

Satu hal yang menurut saya dipaksakan adalah adegan ciuman antara Lois Lane dan Superman. Semua wanita bumi pasti kesengsem sama Superman. Tapi dengan hubungan yang sangat singkat, mereka sudah berciuman. Berbeda dengan Superman sebelumnya bahwa kedekatan mereka sudah cukup lama, sehingga wajar timbul rasa saling suka. Di akhir cerita baru Superman bekerja sebagai wartawan Daily Planet. Padahal seharusnya mereka tidak perlu berciuman di awal. Jadinya seperti dipaksakan sekali harus ada ciumannya. Padahal hanya berpelukan atau berpegangan tangan saja sudah cukup. (Kalau Supermannya muslim sih malah nggak boleh sentuhan. Bukan mahrom hahaha).

Bagaimana dengan adegan pertarungan Jendral Zod dan kawan-kawannya melawan manusia di bumi dan Superman? Luar biasa. Adegan pertarungannya sangat dahsyat, ala blockbuster di musim panas. Dijamin puas. Kekurangan yang sudah saya sebutkan di paling atas, adalah film ini seperti kurang orisinil. Ide mesin dunia yang dimiliki Zod merupakan gabungan Battle of Terra dan Oblivion. Bagaimana bayi dikembangbiakkan di Krypton, mengingatkan pada adegan serupa di Matrix.

Tips untuk menonton film ini:

  1. Kencinglah sebelum nonton. Filmnya bagus, pasti sayang meninggalkan bioskop untuk kencing;
  2. Buat muslim, pastikan film berdurasi 2,5 jam tidak menghilangkan waktu sholat Anda. Cek jam main. Jika terpaksa, keluar pada saat azan untuk sholat. Tanya saja sama teman sebelah tadi kelewatan apa. Bisa gantian keluarnya;
  3. Bawa makanan dan minuman yang cukup untuk menemani aksi tanpa henti ini;
  4. Tidak perlu menunggu adegan tambahan setelah film selesai karena memang tidak ada. Segeralah kencing di toilet, karena 2,5 jam Anda menahan kencing.

Iron Man 3 (2013)

Film pamungkas yang menutup trilogi Iron Man digarap oleh Shane Black yang sukses menulis cerita untuk Lethal Weapon dan sekuelnya. ini benar-benar tidak boleh dilewatkan buat pecinta film Superhero. Jon Favreau yang sebelumnya menjadi sutradara kini bertindak sebagai produser dan bodyguard Tony Stark, Happy Hogan.

Iron Man digambarkan lebih manusiawi, lebih Tony Stark, daripada baju bajanya yang canggih. Lawan kali ini digambarkan cukup sangar, The Mandarin. Teknologi baju super Iron Man digambarkan lebih canggih dan lebih banyak dari sebelumnya. Banyak kejutan-kejutan kecil yang membuat film ini terus membuat penasaran hingga akhir cerita. Meskipun demikian 3Dnya menurut saya biasa saja. Artinya tidak terlalu signifikan untuk menikmati film dengan durasi 2 jam lebih sedikit ini.

Jangan lupa di akhir credit title cerita ada adegan singkat antara Tony Stark dengan salah satu tokoh Avengers! Film ini disukai Rotten Tomatoes yang menyebutkan salah satu film terbaik Marvel! Saya memberikan nilai 8 skala 10.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

X-Mens Origin: Wolverine (2009)

Holywood mulai kehabisan ide. X-Mens udah. Trilogi malah. Sekarang satu demi satu dibikin filmnya. Sekarang Wolverine, diperkirakan ada sekuelnya, tergantung respon penonton. Berikutnya Gambit. Superheroes merajai 2009.

Film ini menceritakan Wolverine dari kecilnya, dari cakarnya yang biasa sampai cakarnya jadi adamantium. Full action, cerita klise. Lumayan menghibur, tapi jangan berharap banyak dengan pendalaman karakternya. Semoga Hugh Jackman yang juga memproduseri film ini bisa balik modal sehubungan dibajaknya film ini di Internet, sebelum tayang resminya.

Pecinta X-Men? Jangan sampai kelewatan film ini!

Gambar lainnya bisa dilihat di sini

Watchmen (2009)

ReviewReviewReviewReview Watchmen Apr 19, ’09 2:53 PM
for everyone
Category: Movies
Genre: Science Fiction & Fantasy
Film superhero paling kelam dan paling berat sepanjang masa! Dibesut oleh Zack Snyder yang sebelumnya sukses membawa 300 di jajaran box office.

Filmnya bercerita mengenai sekolompok superhero yang berusaha mencari tahu mengapa ada yang mulai membunuhi superhero. Penyelidikan yang dilakukan oleh Rorschach (superhero yang wajahnya bertopeng dan bentuknya bisa berubah-ubah), membawa ke sebuah realita yang tidak disangka-sangka.

(Mild spoiler warning!)

Film ini diakhiri dengan sebuah dilema, untuk menyelamatkan nyawa sebanyak x manusia, bolehkah kita membunuh y manusia, dengan x > y ?

Yang jelas, kalau pendapatku, untuk melakukan suatu kebaikan, harus dengan cara yang baik pula. Bukan dengan cara yang buruk. Misal, untuk menghidupi nyawa anak dan istri atau keluarga besar lainnya, bolehkah kita korupsi? Bolehkah kita merampok dan membunuh? Tujuan baik harus dicapai dengan baik. Titik.

Film ini penuh dengan spesial efek yang menarik, namun juga kekuatan cerita yang tidak kalah. Anda tidak akan merasa bosan duduk selama 146 menit (2 jam lebih 26 menit) dengan cerita yang disuguhkan.

Jelas tidak untuk konsumsi anak-anak, filmnya sangat berbeda dengan film yang pernah ada. Konon, kalau Anda belum pernah baca komik Alan Moore, rada berat mencerna inti film ini. Apalagi dengan banyaknya tokoh yang terlibat. Pasti sempet bingung nama ini yang mana.

Aku nonton persis di belakang Fachri Albar dan Marsha Timothy. Keliatan banget Fachri ketiduran di akhir film hehehe.. Mungkin dia kecapekan, filmnya ada nuansa drama juga, makanya dia bobo.. hehehe..

gambar7

gambar6

gambar5

gambar3

 

Hellboy II – The Golden Army (2008)

Setan ini sudah lama keluar di Amerika, tapi baru mau menyambangi Indonesia di bulan puasa ini. Filmnya lebih seru menurutku ketimbang yang pertama, banyak sci effect dengan monster ala Pan’s Labyrint. Jokenya kena, actionnya ok. Dan ada sisi romantisnya juga.

Buat yang dulu nonton Hellboy yang pertama, yang ini jauh lebih keren. Demen dah gua ama Guillermo Del Toro, sang sutradara!

The Dark Knight (2008)

Semalam nonton Batman terbaru, The Dark Knight, di XXI Pondok Indah 2. Dan asyiknya, nonton Batman dengan BCA Card Batman berdua ama adik iparku, cuma bayar 2 perak! Iya, per tiketnya cuma bayar 1 perak. Thanx to promo BCA nonton bareng Batman premier!

Maaf kalau ada spoiler…

Ceritanya lebih kelam dari Batman Begins, instalasi pertama Batman besutan Chris Nolan. Dan menurut pendapatku sekuel ini lebih bagus dan kuat ceritanya! Lihat bagaimana Heath Ledger memerankan Joker sang psikopat. Dan Harvey Dent yang berubah dari hero menjadi villain, Two Faces, karena ulah Joker.

Motor Batman keren abis. Kathy Holmes pemeran Rachel di Batman Begins digantikan oleh Maggie Gyllenhaal. Kurang chemistrynya. Ya sudahlah..

Dua kalimat yang menarik dari Joker untuk diingat:

Gotham National Bank Manager: The criminals in this town used to believe in things. Honor. Respect. Look at you! What do you believe in? What do you believe in!
The Joker: I believe whatever doesn’t kill you simply makes you… stranger.

The Joker: I use a knife because guns are too quick. Otherwise, you can’t savor all the emotions. You know who people are in their last moments.

===================================================================

Pesan untuk nonton film berdurasi 2,5 jam ini:

  1. Jangan berharap melihat film penuh warna ala Hancock dan Wanted atau Kungfu Panda yang ceria. Ini film The Dark Knight. Movienya benar-benar dark, kelam.
  2. Beli makanan dan minuman yang cukup, biar nggak kelaparan.
  3. Kalau suka dengan yang pertama, kudu nonton yang kedua ini.
  4. Kalau nggak suka dengan yang pertama, JANGAN NONTON yang kedua kalau nggak pengin merasakan nggak suka lagi



Di IMDB, film ini dapat #1 dari 250 film terbaik sepanjang masa. Tapi vote masih berjalan, masih bisa berubah. Gambar dari IMDB.

Hancock (2008)

Filmnya lumanya orisinil idenya. Aku belum pernah nonton film Superhero yang dibenci manusia pada umumnya. Dan Hancock menang ide di film ini. Cuma sayangnya, genre film ini bunglon. Ada humor, ada action, ada drama. Porsinya sama rata. Jadi bingung ini film komedi, action, atau drama.

Nomor satu so far masih Kungfu Panda.
Kedua Hulk bersanding dengan Wanted.
Ketiga Get Smart bersanding dengan Hancock.

Next..

Red Cliff, Dark Knight, and X-Files.

Spider-Man 3 (2007)

Film ini udah setahun ditunggu-tunggu. Merchandisenya bertebaran di mana-mana. Promosinya hampir di semua mal. Jaring laba-laba terhampar di hadapan mata.

Dan akhirnya.. hari Minggu lalu kami sekeluarga (berenam) nonton filmnya di Pondok Indah XXI. Dengan BCA Card, cukup bayar 3 saja, sisanya gratis. Filmnya lumayan panjang, 2,5 jam! Lumayan pegel juga hehehe..

AWAS SPOILER:

Film ini sangat padat sekali muatannya. Ada 3 musuh Spiderman sekaligus yang diceritakan, yaitu SandMan, Goblin Muda, dan Venom. Ditambah dengan konflik cinta Peter Parker dan Mary Jane, membuat film ini tidak terlalu fokus dengan suatu konflik tertentu. Meskipun demikian, film ini cukup berhasil menyambungkan semua pesannya dengan baik. Tapi akan lebih baik kalau musuhnya maksimal 2 saja agar pengembangan karakter lebih dalam. Contohnya saja, proses Flint Marco menjadi SandMan setelah terjebak di sebuah lokasi riset, kurang disertai data ilmiah. Mestinya alih-alih Marco jadi Sand Man, tubuhnya hancur berkeping-keping saja. Bukan molekul tubuhnya menjadi pasir dan seterusnya.

Spesial efeknya sih OK, terutama pas adegan kejar-kejaran antara Spiderman dan Goblin Muda (Harry), dan proses ketika SandMan belajar menyentuh dan memegang benda.

Eniwei, cerita ini cuma fiksi semata. Jelas ok buat hiburan. Aku kasih 7,5 skala 10. Foto dari IMDB.

Spiderman 2 (2004)

ReviewReviewReviewReviewReview Spiderman 2 Aug 6, ’04 4:01 PM
for everyone

Category: Movies
Genre: Action & Adventure
Spiderman yang ini sangat membumi. Banyak yang kuharapkan ada pada Superman (pacaran yang super romantis), manusiawi, cerita yang mantap, ada pada film ini. Sam Raimi sang sutradara, emang jago.Semoga yang ketiga ceritanya masih seru dan orisinil.