Steve Jobs by Walter Isaacson


Buku biografi Steve Jobs ini sempat menggodaku pertama kali di toko buku, namun karena ketebalannya sempat menciutkan hatiku untuk membelinya. Akhirnya pada perjumpaan selanjutnya aku iseng membaca secara acak di tengah bukunya dan langsung jatuh hati. Bungkus!

Tebalnya 728 halaman, di luar 7 halaman tambahan foto-foto waktu Steve masih muda bersama keluarga, musuh besar, dan kompetitornya. Isinya menceritakan Steve dari lahir, diadopsi, bertemu dengan Steve Wosniak yang bersama-sama mendirikan Apple, menjadi milyarder di usia muda, berkolaborasi dengan Bill Gates untuk membuat aplikasi Office di Mac, murka karena Microsoft mencuri ide GUI dengan mmebuat Windows, dipecat dari perusahaannya sendiri oleh orang yang ia rekrut sendiri, membuat perusahaan baru dengan nama Next, Next dibeli kembali oleh Apple dan Steve menjadi CEO kembali, melejitkan nilai saham Apple, memperkenalkan iMac, iPod, iTunes Store, iPhone,  iPad, dan iCloud, di samping pada waktu yang sama memimpin Pixar, yang menghasilkan film-film berkualitas dan laku di pasaran.

Dijelaskan betapa secara makhluk sosial Steve Jobs benar-benar tidak mempedulikan perasaan orang lain, apakah akan membuat orang lain terluka atau tidak. Ia sangat perfeksionis, sehingga rancangan dari anak buahnya harus berkali-kali ditolak sebelum menjadi produk yang layak dilaunching ke pasar. Steve Jobs adalah manusia yang mempertemukan antara kecanggihan teknologi dengan seni dan kesempurnaan desain. Ia tidak bisa menerima pendekatan Microsoft yang menciptakan produk yang tidak sempurna namun laku keras di pasaran. Prinsip Steve Jobs, bukan jadi orang terkaya, tetapi menjadi orang yang bisa berinovasi dan menjadi trend setter teknologi yang menekankan kemudahan bagi pemakainya.

Membaca buku hasil kompilasi Walter Isaacson ini membuatku sulit meletakkan lama-lama buku ini. Aku membacanya sambil bergelantungan atau duduk di KRL, sambil membawa troley di supermarket, sambil naik ojek, sesaat sebelum tidur, dan bahkan sambil memanaskan mobil di parkiran. Dituturkan dengan kronologis dan runtut sehingga benar-benar enak dibaca. Walter mewawancarai Steve Jobs 40 kali dalam waktu 2 tahun penyusunan buku ini, lebih dari 100 anggota keluarga, sahabat, musuh, kolega, dan pesaing Steve. Steve bahkan tidak mau menggunakan hak bacanya sebelum buku ini terbit. Ia ingin buku ini tetap objektif dan bukan buku pesanan belaka. Dalam buku ini ia ditelanjangi habis-habisan, demikian juga dengan kolega maupun musuhnya.

Membaca buku ini adalah sebuah pengalaman luar biasa hasil dari kerja keras Walter dan pengalaman hidup Steve Jobs yang luar biasa. Seorang manusia yang mengubah wajah teknologi informasi dunia dan industri musik. Totally a must read book!

Rating 5/5.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

Posted on Januari 6, 2012, in Ulasan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: