Umar bin Khattab R.A dan The Grey (2012)


Kalau Anda bertanya-tanya, apa hubungan antara Umar Bin Khattab R.A dengan film The Grey, izinkan saya menjelaskannya. (Saya berusaha tidak memberikan cerita terlalu detil sehingga bisa mengurangi kejutan bagi mereka yang ingin menonton film ini.) Jika dianggap sudah mengandung spoiler, mohon maaf sebesar-besarnya 🙂

The Grey mengisahkan seorang lelaki pemburu bayaran, yang dipekerjakan di industri minyak daerah Alaska, yang tugasnya membunuhi serigala yang mencoba masuk atau berada di sekitar area tersebut. Pemburu yang bernama Ottway itu diperankan dengan baik oleh Liam Neeson. Suatu ketika pada jadwal kepulangan untuk istirahat, pesawat yang ditumpangi Ottway dan beberapa koleganya terjatuh di daerah tak bertuan di tengah padang salju. Ottway mencoba menolong mereka yang masih hidup dan mereka sepakat untuk bersatu mencari jalan keluar sambil berlindung dari serangan serigala.

Jika Anda berpikir bahwa film ini hanya tentang survival belaka, Anda keliru. Bukan itu tujuan yang ingin disampaikan oleh Joe Carnahan selaku sutradara dan cowriter bersama Ian Mackenzie. Dari cara pengambilan gambar dan penuturan cerita yang terkadang kilas balik ke masa lalu Ottway yang menceritakan kehidupannya, kekasihnya, dan juga ayahnya, prinsip hidup Ottway tergambar dengan jelas – bahwa pentingnya hidup dalam kehidupan, sesuatu yang ironinya, nyaris ia langgar sebelum kecelakaan terjadi.

Film ini menegaskan tentang pastinya hidup menjelang ajal, sekaratul maut, dan kematian itu sendiri. Carnahan merasa bahwa pandangan hidup seseorang akan menentukan kualitas ketiganya. Mereka yang tak percaya Tuhan ketika dihadapkan oleh kebesaran alam, akan disentuh hatinya akan keberadaan Tuhan. Tidak mempercayai Tuhan sama saja merasa lebih hebat dari alam semesta dan merasa sakti karena membunuh Tuhan dalam pikiran maupun hidupnya.

Ketika seorang yang selamat tidak ingin menyelamatkan dirinya karena enggan merasa takut atau dikendalikan keadaan, itu menunjukkan bahwa dia pasrah namun tidak tawakal tanpa ikhtiar. Umar bin Khattab ketika ada ancaman musibah dia menghindar karena dia berpindah dari satu takdir ke takdir lainnya. Beliau memilih membatalkan rencana kunjungannya ke suatu negeri setelah mendapat kabar bahwa di negeri itu sedang mewabah suatu penyakit. Saat ditanya oleh seorang sahabat mengenai apakah keputusannya itu karena beliau takut menghadapi takdir Allah; Umar menjawab, “Tidak. Aku hanya berpindah dari satu takdir ke takdir-Nya yang lain.” Artinya dia berusaha untuk menghindari kematian dari satu hal ke takdir selanjutnya. Manusia pasti mati, dan tidak ada masalah dengan mati. Yang penting adalah apakah kita berjuang semampu kita untuk mempertahankan kehidupan sebagai pemberian dari Tuhan, hingga urusan di dunia ini selesai, atau menyerah begitu saja. Jika kita berada di padang pasir yang panas, berjalanlah atas nama Tuhanmu hingga air menjumpaimu atau kau menjumpai penciptamu. Dan ini digambarkan dalam puisi yang terngiang-ngiang dalam kepalanya ketika Ottway masih kecil di pangkuan ayahnya.

Once more into the fray
Into the last good fight I’ll ever know
Live and die on this day
Live and die on this day

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Saya memberi nilai 8/10, beberapa adegan sangat realistis seperti jatuhnya pesawat, dinginnya lokasi kecelakaan, dan serangan serigala.

TIPS: Jangan tinggalkan tempat duduk Anda, hingga seluruh Ending Credit Title selesai ditampilkan. 2 menit terakhir adalah akhir cerita yang dipenggal, jangan dilewatkan.

Diterbitkan oleh wisnuwidiarta

Hi, my name is Wisnu Widiarta. I am a movie lover and love traveling especially camping and doing outdoor activities. Coding and problem solving in general are things I love as well.

6 tanggapan untuk “Umar bin Khattab R.A dan The Grey (2012)

    1. Rohmah, salam kenal.
      Kalau kelewatan, jangan takut. Endingnya banyak kok yang merekam di youtube. Cari aja ending the grey di youtube, ntar ketahuan deh endingnya.

      Suka

  1. Assalamu’alaikum warokhmatullohi bawaraokatuh.
    Salam kenal mas wisnu, aku suherman yang kemarin dikasih alamat blognya mas wisnu dari ibu (SESTIN SAPARSIH) terus bagaimana sekarang kabar keluarga di Jakarta? semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiiiiiiiiiiiin
    Wassalamu’alaikum warokhmatullohi wabarokatuh.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: