Ip Man 3 (2015)


Film ketiga dari serial Ip Man yang dibintangi oleh Donny Yen ini tayang menjelang akhir tahun di bioskop Indonesia.

Cerita kali ini berkaitan dengan usaha Guru Ip Man melindungi sekolah di mana anaknya belajar dari preman yang dibayar untuk memaksa kepala sekolah untuk menjualnya. Yang menarik adalah tokoh antagonis yang jadi boss besar preman ini adalah Mike Tyson. Meski adegannya tidak lama, namun pertarungannya cukup menarik untuk dilihat. Wing Chun vs Tinju. Sebuah strategi jitu dengan memasukkan Mike Tyson dalam film ini untuk mendongkrak penjualan di negara-negara barat, khususnya Amerika.

Selain itu Ip Man juga bertemu dengan Bruce Li waktu masih muda, ketika ingin jadi muridnya. Sesuai kisah aslinya, Bruce Li memang murid Ip Man.

Tokoh lokal yang jadi seteru Ip Man kali ini adalah sesama orang tua murid di sekolah. Penarik riksaw yang jago Wing Chun ini mengklaim menjadi yang terbaik sebagai pewaris Wing Chun. Hasil akhirnya sudah bisa ditebak siapa yang menang.

Nilai tambah film ini bukan melulu pada adegan laganya. Kisah drama menyentuh yang memperlihatkan istri Ip Man yang sakit keras juga menjadi pelajaran bahwa superhero itu sangat baik terhadap istrinya. Berlaku lemah lembut dan berusaha yang terbaik demi istrinya. Ia juga menjadi tokoh yang dicintai anaknya.

Jika dikaitkan dengan ajaran Islam, ada setidaknya dua contoh akhlak terpuji yang diperintahkan Rasulullah SAW dan digambarkan dengan baik dalam film ini.

Pertama, berlaku lemah lembut terhadap istri. Hal ini sejalan dengan hadis berikut: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang terbaik terhadap keluargaku….” (HR. Tirmidzi)

Kedua, berlaku rendah hati kepada musuh. Ip Man meski jagoan selalu merendahkan dirinya di depan orang-orang, terutama musuhnya. Ini adalah perilaku tawadhu. “Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian merendahkan diri sehingga seseorang tidak

menyombongkan diri atas yang lain dan tidak berbuat zhalim atas yang lain.” (Shahih, HR Muslim no. 2588).

Dari film ini kita diingatkan untuk berlaku yang terbaik kepada istri kita dan menjadi orang yang tawadhu atau rendah hati alias tidak meremehkan orang lain.

Kegesitan Donny Yen di film ini agak sedikit lebih rendah dibandingkan film pendahulunya. Apakah ini disengaja agar lebih manusiawi atau memang faktor usia, hanya Tuhan dan Donny Yen yang tahu. Meski demikian film ini tetap enak ditonton buat para pencinta film aksi.

Score 8/10.

 

Iklan

Posted on Desember 31, 2015, in Ulasan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. rendah diri berbeda dengan rendah hati kan, mas?
    kalau rendah diri itu bukannya minder?

  2. Betul sekali. Tapi seingat saya, pas pengajian Ustad Nuzul Dzikri tentang Melejitkan Diri di Hadapan Allah SWT, redaksi haditsnya memang merendahkan diri dalam arti memposisikan lebih rendah agar tidak tinggi hati. Tapi yang dimaksudkan dalam bahasa Indonesia adalah rendah hati. Makanya agak berbeda apa yang saya tuliskan dalam kesimpulan dengan redaksi haditsnya.

  3. Klo nonton di bioskop kayaknya saya sdh ga lah, cukup sekedar tau lewat artikel ini saja hehee.

    Salam kenal mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: