Arsip Blog

5 Alasan Kudu Nonton Guardians of Galaxy Vol. 2 dan The Autopsy of Jane Doe

Akhirnya setelah menunggu sekitar tiga tahun, sekuel Guardians of Galaxy tayang juga dengan sukses dan lumayan heboh. Film ini bukan sekedar film superhero biasa. Pada intinya apa yang dijual di Fast Furious 8, di sini juga menjadi tema sentral, yaitu KELUARGA.

Alasan kenapa kamu harus nonton film ini, adalah:

  1. Ada REUNI KELUARGA. Ada anak yang bertemu dengan ayah kandungnya, dan ada yang bertemu dengan saudaranya, ada juga yang tadinya dianggap penjahat namun dikenang sebagai orang yang terdekat dalam hidupnya.
  2. Lagu-lagu klasik yang menghiasi film ini sangat keren dan enak dinikmati, terutama Fathers and Son karya Yusuf Islam yang dulu dikenal sebagai Cat Stevens. Adegannya sangat pas diiringi lagu ini. Mengharukan.
  3. Humornya benar-benar nonstop dari awal hingga akhir. Siapkan perut kamu agar tidak kram selama nonton!
  4. Visual FXnya dijamin keren abis. Delapan perusahaan visual FX dikerahkan untuk mengerjakan semua visual FX yang keren abis. Lihat saja Groot yang jadi super unyu di film ini setelah berkorban di film pertama.
  5. Ada bonus adegan tambahan setelah film berakhir. Ada L I M A. Jangan buru-buru pulang yaa..

James Gunn sebagai sutradara berhasil dengan baik mengolah emosi penonton, dari bahagia, tercengang, hingga sedih. Semua digabungkan dengan pas dan tidak membosankan. Alurnya cepat, penonton dibuat menunggu dan penasaran dengan adegan berikutnya.

Saya menonton film ini hingga 3 kali di bioskop, sekali karena dapat tiket gratis 🙂

Filmnya panjang, jangan lupa bawa cemilan dan cemolan sebelum nonton ya!

Naaaah… sekarang kita ngomongin film horor. Buat kamu pencinta film horor, The Autopsy of Jane Doe jangan dilewatkan. Nih coba lihat trailernya:

Ceritanya, ada pembunuhan di sebuah rumah, dengan empat jenazah. Tiga ditemukan tewas secara brutal, satu ditemukan telanjang bulat tanpa luka terkubur setengah badan di lantai dasar. Nah Tommy yang diperankan Brian Cox (Red, X-Men 2) dan anaknya Austin yang diperankan Emile Hirsch (Into the Wild, Milk) mendapatkan kiriman jenazah wanita tak dikenal yang kalau di sini disebut si Fulanah, di sana dikenal dengan Jane Doe.

Mulanya autopsi berjalan dengan lancar di rumah mereka yang memang dilengkapi fasilitas krematorium dan autopsi ini. Namun berbagai keanehan muncul dan meneror mereka. Apakah mereka berhasil mencari tahu siapa gerangan si Jane Doe itu?

Film ini berhasil membuat para penonton merasa ngeri dengan suasana ruangan autopsi itu sendiri. Bayangkan kalian berada di rumah besar, di ruangan bawah tanahnya ada ruang autopsi, hanya berdua saja mengautopsi jenazah di dalam keadaan hujan badai di luar sana. Penonton selalu  dibuat penasaran apa lagi yang akan muncul berikutnya..

Sangat fresh idenya, tidak boleh dilewatkan buat pencinta horor. Visual FXnya bagus, membuat kita bergidik dan ngeri melihat proses autopsinya. Musiknya begitu mencekam, sangat cocok dengan adegannya yang membuat kita mengkeret di kursi.

Beda banget deh sama Conjuring dan Insidious! 8/10 aku kasih.

8 Alasan Kamu Wajib Nonton Fast Furious 8

Setelah dua tahun lamanya sejak Fast Furious 7 yang membawa keharuan buat para penggemar Mas Paul Walker yang meninggalkan dunia karena musibah kecelakaan, banyak yang berspekulasi franchise Fast Furious akan berakhir. Banyak penggemar FF yang merasa bahwa tanpa Paul Walker, FF adalah sayur asem tanpa kuah. Vin Diesel kacang polongnya, Paul Walker yang nyegerin. Bagaikan rawon tanpa kluweknya. Bagaikan bubur ayam tanpa ayamnya. Lah ini malah ngomongin makanan. Intinya ya wahai pembaca yang budiman, tanpa Paul Walker mau ngapain lagi sih? Ini udah TUJUH lohhh… udah banyak. Mau ngapain lagi? Si Paul udah tiada, mau maksa? Itu bayangan beberapa penggemar FF, khususon saya sendiri. Udahlah gaes, cukup yaa…

Dan setelah duka itu berakhir, semangat untuk meneruskan franchise terus menyala..

Pas screening, Mas Vin berujar:

“I just want you to know, there wasn’t a second we made this movie, not a minute . . . not a day that went by that we weren’t thinking about our brother Pablo and how to bring him into the movie and how to represent him and to make something that he will be proud of,” he said. “Pablo, I hope you are proud tonight.”

Mbak Michele Rodriguez juga melemparkan pernyataan berikut ini:

She was saying : it was incredibly difficult filming without him. “I think that’s a big reason why we went dark on this one and why it’s not all fun and games,” she said. “But at the end of the day, the big picture of it all is that this has become a global monster that’s kind of letting in the 99 percent through the backdoor into Hollywood that never really created anything for them in the action-movie realm.” She added, “It was hard to move on without him. He is the essence of why we were excited to come on board because he kept that childhood excitement about that realm and following through in what we were doing. He’s a big part of the family, but at the end of the day, we have a big responsibility, and it’s a global one so we gotta keep on trucking.”

Ketika saya melihat trailernya diluncurkan, saya agak terkesiap kaget. Wheladalah.. kok kayaknya seru nih.. Coba tengok video berikut yang sudah dilirik lebih dari 16 juta kali…

Nah inilah 8 alasan kamu wajib nonton Fast and Furious 8: The Fate of the Furious

1 – Adegan laganya EDAN-EDANAN

Kapan lagi melihat mobil dihajar wrecking ball segede gaban di jalanan? Kapan lagi lihat hujan mobil dari gedung bertingkat? Kapan lagi lihat mobil kejar-kejaran dengan KAPAL SELAM? Ini bukan pempek yaaa.. KAPAL SELAM BENERAAAAN…

Img6

2 – Adegan laga berebut simpati antara Statham dan The Rock yang banyak ditunggu penggemar, kembali hadir! Mereka saling ngeledek, membuat bahagia penonton yang ngakak di beberapa adegan.

Img7

Deckard: Do you really believe you can beat me in a straight-up old fashioned fist fight?

Hobbs: Let me tell you something. Me and you. One on one. No one else around. I will beat your ass like a Cherokee drum.

Deckard: Maybe one day we’ll find out.

Hobbs: Oh, you better hope that day never comes.

3 – Antagonisnya diperankan wanita cantik peraih Oscar, Charlize Theron!

Img8

Nah lo! Ngapain Dom nyium dia??? Gimana Letty? Gak ngamuk tuh? Eittss.. nonton sendiri yaaa biar tahu jawabannya!

4 – Roman, yang diperankan Tyrese Gibson, kembali ngocol dan bikin film jadi segar!

Img9

5 – Untuk pertama kalinya dalam sejarah franchise FF, Dom melawan timnya sendiri

Img10

Kata kunci Dom adalah FAMILY. Bagaimana mungkin dia meninggalkan keluarganya sendiri? Bagaimana mungkin sang pemimpin mengkhianati yang dipimpinnya? WHY OH WHY?

6 – Ada DUA pemeran GAME of THRONE yang ikut dalam pesta aksi kali ini. Masih ingat, kan?

Img11

sama siapa lagi?

Img12

Lumayan, GoT membawa rezeki buat para pemainnya. Gak nonton Game of Throne? Nonton gih!

7 – Sutradaranya sangat menjanjikan!

Mas F. Gary Gray ini bukan sembarangan orang loh! Dia pernah menyutradarai film The Italian Job, A Man Apart, dan The Negotiator! Ia juga pernah bekerja sama dengan Vin Diesel, Statham, Charlize Theron, dan Dwayne Johnson! Chemistry mereka sudah lama terbangun dan ini menjamin proyek mereka berjalan dengan mulus. Enam penghargaan pernah dia sabet, sebagian besar sebagai Best Director. Jadi, yakin aja film ini gak kacangan!

Img13

8 – Ada satu tambahan anggota keluarga yang bergabung dengan Dom Family. Siapa dia? The cutest role, ever! Penasaran? Tonton yaaa di bioskop kesayangan Anda!

Tips:
– Pipis sebelum nonton. Filmnya panjang. Adegannya seru. Jangan sampai terlambat atau kehilangan adegan. Pipis di toilet, jangan pake pispot.
– Bawa logistik yang cukup. 2 jam 16 menit tanpa minum, cemilan, atau cemolan, bakal bikin garing.
– Tidak ada adegan tambahan setelah film berakhir. Jadi kalau gak doyan membaca semua kru yang berjasa dalam pembuatan film ini, langsung pulang aja. Jangan nginep.
– Film ini ada adegan ciumannya, sebaiknya jangan membawa anak kecil. Apalagi anak tetangga.
– Kalau ada adegan lucu, ketawanya jangan kenceng-kenceng. Kasihan sebelahnya. Eh tapi aku ngakaknya juga kenceng ding.. gak papa deh.. xixixi

Met nonton yaaaa!

Nobar Film Korea Fabricated City di Starium CGV Grand Indonesia

Semalam saya mendapat kesempatan bersama Gilang dari NontonJKT menghadiri Premiere film Korea yang sedang ngehit di negeri ginseng itu. Konon penontonnya sudah mencapai dua juta orang. Angka yang lumayan tinggi, bukan?

fabricated_city_poster

Acara ini diselenggarakan di auditorium terbaru di CGV Grand Indonesia yang sanggup menampung 500 orang. Tempat yang dulunya merupakan SphereX kini berevolusi menjadi Starium yang sudah dilengkapi dengan tata suara Dolby Atmos. Layarnya memiliki sudut pandang terluas dengan ukuran 22.3 x 12.5 meter dengan bentuk melengkung agar tetap memberikan kenyamanan bagi penonton di manapun ia duduk. Auditorium ini jelas head to head dengan IMAX XXI yang memiliki spek serupa.

starium

Film yang berdurasi 126 menit ini akan mulai ditayangkan serentak di CGV mulai tanggal 1 Maret 2017. Jangan lupa cemilan dan cemolan untuk menemani Anda menikmati aksi Ji Chang-wook yang mendebarkan (terutama buat kaum hawa yang gak kuat melihat jagoannya muncul di layar).

img_1189

Film ini sebenarnya idenya sederhana, namun story tellingnya yang menarik, membuat kita  believe dengan premisnya dan menanti adegan selanjutnya. Ji Chang-wook yang dulu bermain di K2 sekarang memainkan peran Kwon Yoo, mantan atlit nasional taekwondo yang sekarang pengangguran. Kegiatannya sehari-hari adalah bermain game online, di mana ia menjadi leader atau sering disebut captain dan selalu membuat tim mereka menang.

jichangwook-cjent-1

Bencana terjadi ketika suatu pagi ia ditangkap di rumahnya dengan tuduhan memperkosa dan membunuh seseorang lengkap dengan berbagai bukti yang meyakinkan. Ia dipenjara seumur hidup di penjara dengan keamanan ekstra ketat. Di penjara ia selalu dipukuli dan dirundung oleh sesama napi di sana. Berhasilkah ia keluar dari penjara untuk membersihkan namanya? Saksikan trailernya berikut ini.

Beberapa hal yang membuat saya menyukai film ini adalah:

  1. Aksi laga dan kebut-kebutannya gak cemen
  2. Sang sutradara pintar memainkan emosi penonton sehingga penonton tetap antusias menanti adegan selanjutnya
  3. Ada humor yang diselipkan di sana-sini sehingga menambah hiburan
  4. Ada adegan mengharukan yang dimainkan dengan baik oleh Chang-wook

fullsizephoto804391

Film ini menunjukkan bahwa film-film Korea tidak kalah dengan film Holywood dari sisi teknologi dan kualitas cerita. Semoga film Indonesia bisa menyusul ke tingkat kemajuan yang sama.

foto-ji-chang-wook-2017

Saya memberikan rating 8/10 untuk film yang menghibur ini. Saksikan di bioskop CGV terdekat Anda, mulai 1 Maret 2017.

Ekspedisi ke Gunung Munara

Sebelum saya mendongeng, tonton dulu yuk trailernya berikut ini:

Bagaimana? Seru kaaan?

Nah.. ceritanya, selepas pendakian saya dan teman kantor beberapa bulan lalu ke Gunung Lembu di Purwakarta, saya meminta Gandhi untuk mencari petualangan berikutnya yang ada di seputar Jakarta via internet. Dapatlah dia Gunung Munara yang berlokasi di sekitar Rumpin – Bogor ini. Lokasinya dekat sekali dari tempat tinggal kami di daerah Tangerang Selatan. Hanya sekitar 1 jam seperempat dari BSD City, Tangerang Selatan.

Img2

Selain Gandhi, saya juga mengajak kolega petualang outdoor, Dony Alpha untuk ikutan dalam keseruan ini. Tidak disangka-sangka ternyata sekeluarga pula dia ajak. Luar biasa.

udadony

Putrinya yang paling kecil berusia 4 tahun! Si kecil digendong naik turun oleh ayahnya. Top daddy! Putri kedua masih kelas 2 SD, naik dan turun gunung tanpa mengeluh sama sekali. Sangat menginspirasikan bagi keluarga lain bahwa kegiatan outdoor bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. Ingin mencoba? Coba baca artikel tips dan manfaatnya yang pernah saya tulis di sini.

Selain mengajak Gandhi dan Dony, saya mengajak seorang blogger yang belum pernah saya temui secara langsung, yaitu Winny, yang juga mengajak teman-temannya yaitu Riza, Yoshi, dan Bijo, yang juga belum pernah saya temui secara langsung meski sering ngobrol di dunia maya. Saya juga mengajak Andra dan Rizal tetangga di kompleks rumah, selain anak lelaki saya, Rayyan. Kegiatan ini bagus untuk bonding antara saya dan anak sehingga komunikasi tetap bagus dan membiasakan aktivitas positif sehingga tidak melulu bermain gawai.

Untuk pergi ke sana, saya menggunakan bantuan Waze dengan tujuan Situs Gunung Munara, yang membawa saya sekitar 1 jaman dari Rawa Buntu BSD. Jalan ke sana masih ada yang rusak (sekitar 15 – 25 persen dari keseluruhan perjalanan).

rusak

Ketika kalian sudah melihat plang Situs Gunung Munara, masuklah ke gang yang hanya muat satu mobil itu. Untungnya sangat jarang orang menggunakan mobil ke sana. Kebanyakan menggunakan sepeda motor ke sana.

Sesampai di ujung gang, ada lahan untuk parkir yang hanya muat sekiat 4 – 6 mobil saja. Untungnya kami datang ketika masih sepi sehingga tiga mobil bisa parkir dengan mudah. Biaya parkir 3 mobil dan 9 orang dewasa adalah 115 ribu rupiah.

loket

Pastikan nanti tidak perlu membayar apapun lagi ketika pulang. Jangan mau dipungut lagi, karena tidak bagus untuk pariwisata juga.

munara (6 of 15)

Penitipan helm, barang, wc, dan jajanan

Untuk menuju kaki Gunung Munara kami berjalan menyeberangi jembatan dan berjalan di samping sungai. Banyak warga setempat yang memanfaatkan air sungai ini untuk mandi.

papan

Petunjuk arah sangat membantu agar kami tidak tersesat

walk

Menuju kaki gunung

river

Sungai yang menyegarkan mata

bridge2

Menyeberangi jembatan

Perjalanan menuju pos 1 lumayan membuat kami berkeringat. Seru sekali bercanda bersama rekan seperjalanan, sambil menceritakan pengalaman kami sebelumnya. Kami saling bertukar pengalaman sehingga membuat kami menjadi semakin mengenal satu sama lain. Hal ini yang membuat olahraga ini menjadi sangat menyehatkan karena selain bergerak secara fisik kami juga bersosialisasi dan menguatkan arti persahabatan.

 

pos1

Istirahat sejenak di dekat Pos 1

warung

Jajanan lengkap di sepanjang perjalanan. Jangan takut kelaparan atau kehausan

wefie1

Wefie bersama sambil menikmati keindahan alam

rayyan

Rayyan beristirahat sejenak

pos2

Indahnya Indonesiaku

keamanan

Pos 3 – Membayar 5000 rupiah per orang untuk uang keamanan dan kebersihan

me

Menikmati keindahan

landscape1

Panorama View di tengah perjalanan

munara (5 of 15)

Batu belah dari bawah

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tips mendaki batu belah:

  1. Sebaiknya tidak punya phobia terhadap ketinggian. Jika punya foto-foto saja di bawahnya
  2. Sepatu gunung akan lebih baik daripada sandal gunung
  3. Sebaiknya mendaki satu persatu, jangan beramai-ramai menggunakan tali karena sepertinya tidak kuat untuk digunakan beramai-ramai
  4. Jangan mendaki pada saat hujan, karena bahaya petir dan licin
  5. Puncak batu belah hanya nyaman diduduki empat orang. Sebaiknya bergantian dengan orang lain setelah mengambil foto secukupnya

Sekitar 10 menit dari Batu Belah kita dapat mencapai puncak Gunung Munara, yaitu Batu Bintang. Ada spot yang bagus untuk berfoto namun harus sangat berhati-hati.

me2

Ini asli serem hehehe

Setelah turun saya mengambil beberapa gambar dengan tele yang tidak saya bawa naik karena berat hehehe… Berikut ini adalah gambar-gambar yang saya ambil dengan lensa 70-200 mm f2.8.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dan inilah film pendek yang saya buat dengan iMovie dari iPhone bisa memberikan gambaran lengkap perjalanan kami.

Kesimpulan:

Gunung Munara bisa dijadikan alternatif wisata hiking terjangkau yang menyehatkan dan menyenangkan. Jika ada pertanyaan silakan ditanyakan di kolom komentar di bawah ya!

Ada pengalaman menarik di Gunung Munara atau gunung lainnya? Bagi cerita kalian ya!

 

Independence Day: Resurgence (2016)

Independence Day : Resurgence tidak membawa senyum lebar untuk penggemar film pertamanya. Sekuel yang dibuat 20 tahun setelah kesuksesan yang pertama ini tidak memberi kepuasan mendalam jika tidak bisa dikatakan tumpul dari sisi kekuatan dan inovasi cerita. 
Daya tarik Will Smith yang sangat kharismatik, menghibur, dan mempesona penonton hilang di sekuel ini karena diceritakan ia telah tiada. 


Kecanggihan teknologi yang diperkenalkan di sini hasil dari penelitian teknologi alien yang datang dulu tidak banyak membantu. Kesan wah dari besarnya pesawat alien dan kehancuran dunia memang khas Rolland Emmerich, namun isinya tidak bernas. 


Bahkan pertempuran pesawat di angkasa dalam Guardian of Galaxy masih lebih rapi dan menghibur. 


Pidato Bill Pullman masih menggetarkan, namun sayangnya tidak menolong film ini untuk mendebarkan hati penonton. 


Hadirnya Liam Hemsworth yang ditujukan untuk menarik penonton muda tidak begitu berhasil mendongkrak kesuksesan film ini (bolehlah sebagai daya pikat buat penonton wanita). 

Jeff Goldblum menjadi spesialis aktor utama film sekuel yang ditinggalkan aktor utamanya (Jurassic Park dan ID 4). 

Jika Anda penggemar ID4, jangan bawa ekspektasi tinggi menonton film ini.

Ada adegan kissing yang dipaksakan alias miskin chemistry, jadi cocok untuk 13 tahun ke atas, bukan anak SD atau lebih muda.

Filmnya 2 jam, cemilan dan cemolan dianjurkan. 

Rating : 6.5/10.

Pendakian ke Gunung Lembu di Purwakarta

Week end minggu lalu saya mengajak anak saya yang duduk di kelas 1 SMP, tetangga di rumah, dan tiga kolega untuk hiking ke Gunung Lembu di Purwakarta.

Evernote Camera Roll 20160529 034949

Tatang, Rayyan, Me, Gandi, Azhari, dan Nanang Zi

Perjalanan kami dimulai dari Senayan sekitar pukul 9 pagi dan baru sampai di base camp sekitar pukul 3 sore karena macet di Cikampek dan berhenti untuk makan siang dan sholat di RM Ciganea sekitar 1,5 jam. Tentu saja kami tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk makan di tempat ini karena saya dan sekeluarga sudah sering makan di RM Ciganea baik yang ada di rest area Bandung – Jakarta maupun yang ada di BSD. Menu favorit saya adalah ayamnya yang gurih, yang konon dicampur air kelapa sebelum digoreng, dan ikan bilis goreng kering.


Dari sini saya menggunakan aplikasi Google Maps dengan destinasi Gunung Lembu. Kami diarahkan untuk belok kanan di Pasar Anyar Sukatani. Dari sini jalan cukup sempit sehingga kalau berpapasan dengan mobil lain harus bergantian. Jarak dari pasar hingga basecamp lebih kurang sekitar 12 km dengan kondisi menanjak dan sesekali turunan tajam.

Setelah sampai kami segera menyiapkan tas keril dan memasukkan air serta peralatan lainnya. Di basecamp ini sudah disediakan parkir motor dan mobil. Untuk mobil dikenakan 10 ribu bila tidak menginap dan 15 ribu bila menginap.

Saya langsung melapor dan diterima dengan ramah oleh Pak Syamsudin. Saya isi buku tamu dan meninggalkan informasi berupa nomor telepon dan jumlah anggota yang akan naik. Per orangnya dikenakan 10 ribu rupiah. Harga yang cukup murah dan bersahabat.

Evernote Camera Roll 20160529 035745

Bersama Pak Syamsudin di Base Camp Gunung Lembu

Setelah siap kami segera menuju Pos 1 melalui pintu gerbang dengan spanduk selamat datang.

Evernote Camera Roll 20160529 040314
Medannya tidak jauh sebenarnya, namun sudut elevasinya sekitar 45 derajat dengan kondisi licin bila hujan. Nyamuk hutan juga perlu diwaspadai sehingga membawa lotion anti nyamuk sangat disarankan. Menggunakan tongkat gunung cukup membantu untuk melangkah. Jangan menyerah sebelum mencapai Pos 1.

Menjelang sampai pos 1 hujan turun cukup lebat, dan mengingat waktu sudah mendekati maghrib kami memutuskan untuk mendirikan tenda dekat warung dan rumah pohon di pos 1. Pemandangannya bagus, mengarah ke waduk Jatiluhur.

Evernote Camera Roll 20160529 040423
Setelah makan malam, sekitar pukul sembilan kami mulai tidur. Saya terbangun sekitar pukul 3 pagi menikmati terang bulan dan keindahan lampu Sukabumi dan lampu tambak sungai yang mengalir ke waduk Jatiluhur. Keindahan yang luar biasa dan kesempatan kita mengagungkan kekuasaan Ilahi.

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi, supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan, agar kamu mendapat petunjuk,” – (QS.16:15)

Udara di sini tidak sedingin Ciwidey – Bandung atau Guci – Tegal. Suhunya lebih kurang sama dengan di Sukamantri – Bogor, atau Cidahu – Sukabumi. Tidak panas juga, sehingga cukup nyaman untuk camping tanpa perlu jaket dingin.

Wisata Gunung Lembu ini menurut penjual di pos 1 ini baru mulai digalakkan sekitar dua tahun terakhir. Sebagian besar wisatawan datang dari Jakarta. Wisatawan asing yang pernah datang di antaranya dari Jerman, Jepang, Korea, dan Inggris.

Sinyal di Pos 1 ini tidak terlalu bagus. Internet sangat sulit, menelpon sesekali bisa. Komunikasi di daerah ini tergantung provider telko Anda.

Hal yang jarang dibahas di tulisan catatan perjalanan pendakian Gunung Lembu ini adalah:
– Di Pos 1 ini ada sumber mata air. Jadi jangan takut untuk kehabisan air jika nge-camp di sini
– Ada dua warung indomie dengan minuman botol, kelapa muda, dengan balai-balai untuk istirahat. Jadi tidak perlu terlalu banyak membawa cadangan air minum untuk dibawa dari bawah. Lebih menghemat tenaga, bukan? Semangkuk indomie cuma bayar goceng!
– Ada rumah pohon dari bambu yang bisa digunakan untuk selfie dan mengambil gambar waduk Jatiluhur yang indah

Pagi harinya setelah sarapan dan berdoa kami bergerak ke Pos 2. Kami bawa barang berharga dan meninggalkan keril dan tenda di Pos 1. Perjalanan pagi itu sangat menyenangkan karena cuaca sangat cerah. Burung berkejaran di angkasa, beberapa hewan melata dari golongan mollusca seperti cacing berkepala palu dan kelabang raksasa sesekali tampak melewati bebatuan di kaki kami. Saya selalu mengingatkan rombongan di belakang agar jangan sampai mereka terinjak. Kita tidak ingin sebagai tamu menyakiti hewan-hewan yang tidak bersalah yang menjadi tuan rumah gunung ini.

Perjalanan ke Pos 2 tidak semengerikan dari  base camp ke Pos 1. Ada beberapa bonus berupa jalan landai atau menurun. Ini bagian yang disukai pendaki untuk mengambil nafas hehehe..

me2

Bidikan Azhari – Jalan menanjak

WhatsApp-Image-20160530 (2)

Bidikan Azhari – di Pos 2

Ada dua petilasan keramat yang harus dihormati namun tidak dikultuskan agar tidak jatuh ke dosa syirik. Minta hanya kepada Allah SWT, jangan ke tempat keramat. Jaga akidah jangan sampai rusak.

Tidak berapa lama kemudian kami sampai di Pos 3 dan puncak Gunung Lembu di mana tenda bisa didirikan meski jumlahnya tidak sebanyak di Pos 1 (atau di Rompang Ceria).

WhatsApp-Image-20160529 (2)

Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan? Dikasih pemandangan indah, harus dijaga ya!

WhatsApp-Image-20160531 (3)

Puncak Lembu 792 MDPL

WhatsApp-Image-20160531

Senangnya berfoto bersama anak naik gunung bersama

IMG_6036

Indahnya Waduk Jatiluhur dari Puncak Lembu

IMG_6035

Berdua bersama Rayyan

 

 

IMG_6034

Indahnya Indonesiaku

Tips mendaki Gunung Lembu

  • Gunung Lembu relatif mudah dinaiki oleh siapa saja, dari usia 10 tahun ke atas mestinya tidak mengalami masalah yang berarti
  • Olah raga jalan atau lari seminggu dua kali selama sebulan akan membantu memperkuat stamina
  • Istirahat yang cukup di malam sebelumnya juga penting untuk melewati tanjakan terutama di Pos 1
  • Tidak perlu bawa makanan dan minuman terlalu banyak karena di setiap pos ada warung indomie dan berbagai minuman, termasuk kelapa muda segar
  • Bawa lotion anti nyamuk, lebih baik yang semprot karena lebih mudah dipakai
  • Tongkat gunung lumayan membantu jika ada
  • Gunakan sendal gunung atau sepatu gunung yang tidak licin. Berhati-hati mendaki jika habis turun hujan
  • Matikan HP bila hujan. Di kuartal awal tahun 2016 ada seorang anak SMP meninggal dunia membawa HP tanpa alas kaki dalam keadaan hujan di dekat puncak. Beberapa orang temannya tidak tersambar karena HP dalam keadaan mati
  • Jangan remehkan gunung serendah apapun. Kesombongan menyebabkan kelengahan, dan kelengahan sumber malapetaka
  • Sebagai tamu, jangan kotori bebatuan dan pepohonan dengan guratan atau tulisan apapun. Jaga keindahan alam dengan tidak merusak dan meninggalkan sampah apapun
  • Membawa kompor kecil dan alat masak bisa menghemat dan memakan sesuai selera kita, namun tidak mandatori karena ada warung

Bonus: jika memungkinkan pulang dari sini bisa singgah ke tempat wisata Resort Tirta Kahuripan yang memiliki edgeless swimming pool di atas awan. Baca ulasannya di artikel selanjutnya. Stay tuned!

Ip Man 3 (2015)

Film ketiga dari serial Ip Man yang dibintangi oleh Donny Yen ini tayang menjelang akhir tahun di bioskop Indonesia.

Cerita kali ini berkaitan dengan usaha Guru Ip Man melindungi sekolah di mana anaknya belajar dari preman yang dibayar untuk memaksa kepala sekolah untuk menjualnya. Yang menarik adalah tokoh antagonis yang jadi boss besar preman ini adalah Mike Tyson. Meski adegannya tidak lama, namun pertarungannya cukup menarik untuk dilihat. Wing Chun vs Tinju. Sebuah strategi jitu dengan memasukkan Mike Tyson dalam film ini untuk mendongkrak penjualan di negara-negara barat, khususnya Amerika.

Selain itu Ip Man juga bertemu dengan Bruce Li waktu masih muda, ketika ingin jadi muridnya. Sesuai kisah aslinya, Bruce Li memang murid Ip Man.

Tokoh lokal yang jadi seteru Ip Man kali ini adalah sesama orang tua murid di sekolah. Penarik riksaw yang jago Wing Chun ini mengklaim menjadi yang terbaik sebagai pewaris Wing Chun. Hasil akhirnya sudah bisa ditebak siapa yang menang.

Nilai tambah film ini bukan melulu pada adegan laganya. Kisah drama menyentuh yang memperlihatkan istri Ip Man yang sakit keras juga menjadi pelajaran bahwa superhero itu sangat baik terhadap istrinya. Berlaku lemah lembut dan berusaha yang terbaik demi istrinya. Ia juga menjadi tokoh yang dicintai anaknya.

Jika dikaitkan dengan ajaran Islam, ada setidaknya dua contoh akhlak terpuji yang diperintahkan Rasulullah SAW dan digambarkan dengan baik dalam film ini.

Pertama, berlaku lemah lembut terhadap istri. Hal ini sejalan dengan hadis berikut: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang terbaik terhadap keluargaku….” (HR. Tirmidzi)

Kedua, berlaku rendah hati kepada musuh. Ip Man meski jagoan selalu merendahkan dirinya di depan orang-orang, terutama musuhnya. Ini adalah perilaku tawadhu. “Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian merendahkan diri sehingga seseorang tidak

menyombongkan diri atas yang lain dan tidak berbuat zhalim atas yang lain.” (Shahih, HR Muslim no. 2588).

Dari film ini kita diingatkan untuk berlaku yang terbaik kepada istri kita dan menjadi orang yang tawadhu atau rendah hati alias tidak meremehkan orang lain.

Kegesitan Donny Yen di film ini agak sedikit lebih rendah dibandingkan film pendahulunya. Apakah ini disengaja agar lebih manusiawi atau memang faktor usia, hanya Tuhan dan Donny Yen yang tahu. Meski demikian film ini tetap enak ditonton buat para pencinta film aksi.

Score 8/10.

 

Weekly Photo Challenge: Victory

In your photo this week, focus on the win, the victory — that moment of glory and pride you’ll remember forever.

Three months ago, me and my colleagues went to Mount Rinjani (3726 m above sea level, second highest mountain in Indonesia) for trekking. This was my second trekking after trekking at Mount Gede (2958 m above sea level).

Around 2:00 AM in the morning, in the middle of cold and windy weather we must woke up and prepare everything for summit attack. Some of my colleagues couldn’t continue to reach the summit for several reasons. It took me 9 hours to tell my self to continue, to not balking from our goal. It was really-really hard. The ground was sandy and forcing me to step back by gravity. But the summit is right in front of my eyes. Take little steps. Stop when you almost running out of breath. Continue with baby steps but just don’t stop. Finally I cried there, remembering my belated father who was love trekking too, and thanking Allah SWT for giving me enough power to reach the summit.

Here is my victory moment…

Syukur Alhamdulillah

Syukur Alhamdulillah

Everest (2015)

Film yang dibesut oleh Baltasar Kormákur ini merupakan visualisasi dari kisah nyata tragedi Everest di tahun 1996 yang kisahnya bisa dibaca di sini.  Pada tanggal 10–11 Mei 1996, delapan orang terjebak dalam badai salju dan tewas di Puncak Everest ketika berusaha naik ke puncaknya.

Film ini begitu ingin saya tonton karena pernah merasakan berada di dua puncak gunung yang pernah saya singgahi (jangan ngeres dulu..). Dua puncak gunung yang saya maksudkan adalah Gunung Gede dan Gunung Rinjani. Jauh berbeda dengan gunung di Indonesia, Everest tidak bisa buat main-main, Cuy. Peluang untuk pindah ke alam barzah adalah 1 dari 4 orang pendaki. Banyak pemandu yang menolak pemula yang belum pernah mendaki puncak gunung minimal 8000 meter di tempat lain. Latihan intensif selama lebih kurang dua tahun adalah syarat yang diajukan oleh beberapa profesional yang menawarkan jasa pendampingan ke atas puncaknya. Ingin merinding betapa sulitnya Puncak Everest? Coba deh baca tulisan ini.

Kembali ke filmnya, yang membuat saya suka film ini adalah film ini diambil dengan teknologi IMAX 3D sehingga besar dan indahnya gunung ini bisa dilihat dengan jelas dan menakjubkan. Beberapa adegan akan membuat beberapa penonton ngeri-ngeri sedap membayangkan jalan di atas tangga yang disambung-sambung di atas jurang menganga.

Keira Knightley yang memerankan istri Rob Hall bermain begitu maksimal meski perannya tidak di puncak melainkan sebagai seorang istri hamil tua yang menanti pulangnya sang suami dari Puncak Everest. Drama keluarga mereka yang kehilangan anggota keluarga digambarkan dengan baik dan menyentuh.

Film ini menyajikan gambaran secara kronologis waktu bencana mulai terjadi dan bagaimana mereka menyikapi hal ini. Mendaki puncak gunung tertinggi di dunia ini benar-benar seperti melewati ladang ranjau. Salah langkah dan tanpa persiapan, bersiaplah untuk pindah alam kehidupan.

Direkomendasikan bagi para penggemar film menegangkan dan outdoor yang diilhami dari kisah nyata. Wajib buat para pendaki gunung agar kita tidak meremehkan dalam pendakian puncak gunung apapun, seberapapun tingginya.

Ada yang bertanya mengapa orang rela bayar mahal dan beresiko mati demi mencapai puncak Everest, seperti digambarkan dalam salah satu dialog dalam film itu. Buat apa coba? Menurut saya hal ini sejalan dengan teorinya Maslow. Ketika kebutuhan dasar untuk makan dan minum terpenuhi, keamanan sudah didapat, cinta dan dicintai, dihargai oleh sesama, maka kebutuhan berikutnya adalah aktualisasi diri, yaitu ketika manusia mengejar kreativitas, mencari makna dalam kehidupan, kebanggaan akan prestasi diri, dst. “What a man can be, he must be.” Para pendaki itu tahu apa yang mereka akan hadapi, dan mereka juga tahu apa yang akan mereka capai bila goal mereka terpenuhi.

Saksikan trailernya di sini.

Jake Gylenhaal lagi laris. Semalam pas midnight ada dua film yang ia mainkan. Everest dan Southpaw, tentang petinju. Pemain gaek Josh Brolin juga main di sini. Keira Knightley juga menjadi pemanis dalam film ini, tidak boleh dilewatkan aktingnya yang menawan.

Filmnya panjang, 2.5 jam. Pastikan perbekalan Anda cukup. Jangan sampai dehidrasi atau kekurangan makanan ketika menonton. Cukup di film yang terjadi tragedi, jangan di dalam gedung bioskop.

Selamat menonton.

Menuju Puncak Rinjani

Tulisan ini adalah bagian ketiga dari Ekspedisi ke Rinjani, bagian pertama bisa dilihat di sini, dan bagian ke dua dapat dibaca di sini.

14 Agustus 2015 02:00 WITA

Pukul dua dini hari, Oniel dan Marvin sudah bersemangat berkeliling tenda berteriak sahuur-sahurr.. membangunkan tim untuk persiapan Summit Attack. Pak Kumis sudah menyiapkan roti bakar untuk disantap sebelum berangkat. Tas kecil yang sudah kami siapkan sebelum tidur kami ambil dan diisi kebutuhan kami. Air nomor satu. Saya membawa kurma dan snicker untuk di jalan. Jaket tebal segera dipakai, buff dipasang menutupi hidung dan leher untuk mencegah dingin, kupluk saya pakai untuk menutupi telinga dan kepala. Trekking pole aku sambar dan kamera HP + kamera Action aku masukkan ke tas. Looking good.

Setelah membaca doa dan briefing dipimpin Kombes Dadang, kami bergerak dengan head lamp menyinari jalan yang gelap dan dihembus angin dingin. Perjalanan menuju puncak dibagi menjadi tiga bagian:

  • Bagian awal terdiri atas tanah berpasir dan kerikil di mana setiap kita naik dua langkah gravitasi menarik kita kembali satu langkah
  • Bagian tengah tanahnya relatif lebih padat dan tidak terlalu terjal, bonus setelah perjuangan di sepertiga pertama yang sangat melelahkan
  • Bagian ketiga adalah bagian tersulit di mana banyak pendaki yang balik kanan di sini. Medannya mirip dengan sepertiga pertama, namun beberapa batu ukurannya lebih besar. Naik dua langkah, selangkah turun kembali.

Menjelang fajar menyingsing saya mengambil tayammum dan sholat subuh di tengah deru angin dingin. Saya ingin melihat sunrise, namun kewajiban harus ditegakkan. Jangan sampai kita menjadi hamba sunrise 🙂 Setelah sholat kami terus bergerak karena puncak masih jauh. Kecepatan saya berjalan tidak secepat Oniel, Marvin, dan Nanang. Tapi semangat tidak boleh putus.

Febru matanya kemasukan pasir kuarsa dan lumayan mengganggu pemandangan ke depan. Karena dia sudah pernah mencicipi Puncak Rinjani dia memutuskan untuk kembali ke base camp. Andra yang sempat kram kakinya turun bersama Febru. Pak Yakob yang kelaparan karena salah memasukkan tisue dianggap roti. Karena beliau dulu juga sudah pernah ke puncak akhirnya turun juga.

Saya berjalan pelan bersama Saeng, Erik, dan Dadang. Erik merasa kelelahan dan dia ingin turun. Dadang dan Saeng sempat memikirkan kemungkinan untuk turun juga, namun saya merasa tanggung untuk pulang sekarang. Puncak sudah menggapai di depan mata. Usaha untuk turun hampir sama melelahkannya dengan naik. Saya memutuskan untuk terus. Akhirnya Saeng dan Dadang menemani saya ke puncak, Erik turun ke base camp. Terkadang ketika lelah kami istirahat sebentar sambil menikmati indahnya alam. Saat ini saya begitu sadar bahwa keindahan Rinjani di foto masih kalah ketika dilihat langsung. Udaranya yang sejuk, warna yang begitu indah dipandang mata, semuanya menimbulkan rasa syukur kepada Ilahi atas karunia bumi pertiwi yang indah ini.

Perjalanan begitu panjang, angin begitu kencang, otot lelah terguncang. Tiga langkah jalan, saya mengambil nafas. Memandang puncak, maju lagi. Teringat akan almarhum ayah yang meninggal tahun 2013 yang lalu. Beliau dulu wadalah pencinta alam dan mendaki banyak gunung di usia mudanya. Jika aku bisa mencapai puncak, keberhasilan ini akan kudedikasikan untuk beliau. Doa kupanjatkan terus pada Ilahi. Mohon diberi kekuatan dan keselamatan sampai puncak.

Mendekati puncak aku berpapasan dengan Oniel dan Nanang. Marvin entah lewat mana tak berpapasan dengannya. Akhirnya setelah berjalan dan diselingi istirahat sekitar 8 jam sampailah ke puncak.

Syukur Alhamdulillah

Syukur Alhamdulillah

Donny, Me, Saeng, dan Dadang

Donny, Me, Saeng, dan Dadang

Tidak terasa saya menangis terharu. Lelah begitu panjang dan kebahagiaan bisa mencapai puncak, ingatan kepada almarhum ayah, semua bercampur aduk menjadi satu. Tidak peduli saya dianggap pendaki cengeng. Biarlah orang berkata apa. Tapi saya tidak kuasa menahan gejolak dalam dada. Saya ingin menumpahkan segalanya. Lelah dan bahagia. Dan kerinduan pada ayahanda.

Donny Ari Surya juga menyampaikan perasaannya ketika mencapai puncak:

Inilah sambutan Kombes Dadang di atas Puncak Rinjani:

Beginilah pemandangan ketika turun:

Ketika turun kami hanya membutuhkan waktu sekitar tiga jam termasuk berhenti istirahat di beberapa tempat untuk makan kurma dan snicker. Di beberapa tempat kami juga mengambil foto. Saya tidak tergoda untuk mengambil eidelweiss karena pendaki sejati tidak mengambil apapun kecuali foto, tidak meninggalkan apapun kecuali jejak dan kenangan.

Begitu sampai saya langsung minum pocari dua botol langsung dari sachet yang saya bawa dari rumah. Badan alhamdulillah terasa segar dan langsung disambut mie goreng telur ceplok Pak Kumis. Nikmat sekali.

Karena waktu untuk ke danau Segara Anak sudah tidak ada karena menurut porter agak berbahaya jalan malam ke sana, akhirnya diputuskan kami tidak jadi ke Segara Anak, langsung turun kembali ke Plawangan Sembalun, tidak jadi dari Plawangan Senaru. Untung sekali kami mengambil jalan ini karena sepatu saya juga jebol ketika menuju pos 1 Sembalun.

Malam itu kami beristirahat di Plawangan Sembalun yang kedua kali sebelum besok mengucapkan selamat tinggal kepada Rinjani. Tempat indah karunia Ilahi yang begitu mempesona. Kewajiban kita untuk menjaga kebersihannya. Semoga dibuat tempat sampah untuk menampung sampah di Plawangan Sembalun atau Senaru, sehingga memudahkan pengumpulan sampah untuk dibawa kembali turun ke bawah. Bintang begitu indah. Semua menjadi saksi kebahagiaan kami mencapai puncak Rinjani. Malam ini kami harus cukup istirahat agar besok bisa pulang lebih awal menuju Sembalun.

Bersambung