Aku berlari menaiki tangga stasiun di depanku. Jantungku berdegup kencang. Semoga kereta terakhir masih ada. Rapat berjam-jam membuatku lupa akan waktu.
Peron menuju Serpong sudah sepi. Penumpang sudah habis. Hanya petugas kebersihan yang kulihat masih sibuk mengepel lantai.
Kuambil gawaiku untuk melihat pemberitahuan di media sosial hingga tak terasa tiba-tiba keretaku datang. Senang rasanya bisa duduk. Karena penat, aku jatuh tertidur. Pulas.
Ketika aku bangun, semua tampak hening. Tiba-tiba bahuku ditepuk dari belakang.
“Mas, turun mana?” seseorang bertanya.
Aku balikkan badan, mataku terbelalak tanpa mampu menjawab.
“Mas, ini Stasiun Tanah Kusir. Serpong masih jauh!” kata pocong itu sambil meloncat pergi.
Cerita fiksi ini ditulis ketika melewati Kuburan Tanah Kusir di atas kereta yang melaju di malam Jumat sebagai kontribusi Flash Fiction tiap hari Kamis dengan topik Hening. Jumlah kata tepat 100, termasuk pocong.



Singkat, Padat, dan Menyeramkan 😨
Jika terjadi padamu, Mas, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?
Saya kayaknya bakal… tidur lagi dan berharap itu semua cuma mimpi. 😐
Met bobo Mas xixixi..
Pocong bisa nepuk ya?
Bisa nembus.. namanya juga pocong hahahha
Dih serem -_______-
Sereman mana pocong sama cewek manis lagi PMS?
Duaduanya serem 😂
Hahahahaha.. gimana pocong lagi PMS yaaa hahaha
horor banget mas. nyesel bacanya malem-malem. mana semua dah pada tidur.
Kan tag blog postingnya disebut horor..
Sebenarnya buat semalam sih.. malam Jum’at… harusnya malam Sabtu gak begitu serem..
Ayo netralkan dengan review buku lagi wkwkwkwk
Nggak peduli malam Sabtu, malam Minggu, dll, horor ya horor. Hahaha.
Reviewnya baru aja selesai dibikin. Ayo bikin review juga.
Iya nih utangku banyak..
Buruan dicicil
Siap! Mohon dipecut terussss
*ambil benang
🙏🙏🙏