Painted Veil (2006)

Film yang dibintangi oleh Edward Norton dan Naomy Watts ini esensinya adalah memaparkan kompleksitas hubungan antara pria dan wanita. Seandainya saja buku ini dibaca oleh para tokoh dalam film ini, banyak kepahitan yang bisa dihindari. Seperti dalam tagline dalam film ini: “Sometimes the greatest journey is the distance between two people” Dari awal, aku sudahLanjutkan membaca “Painted Veil (2006)”

The Pursuit of HappYness (2006)

Chris Gardner (Will Smith), pegawai penjualan paruh waktu dan orang tua tunggal, ditinggal pergi oleh istrinya (Thandie Newton) karena dianggap tidak perform sebagai kepala rumah tangga. Istri Chris akhirnya merelakan anak lelaki mereka berumur lima tahun (Jaden Smith) untuk tinggal bersama ayahnya. Saat diusir dari apartemen, Gardner hidup sendirian dengan anaknya di San Francisco, tanpaLanjutkan membaca “The Pursuit of HappYness (2006)”

Cinderella Man (2005)

Film ini cocok untuk memperkaya batin. Bukan jenis film untuk hiburan ala Die Hard, Independence Day, Indiana Jones, dsb. Film ini lebih pada bagaimana seorang lelaki melakukan segala hal yang bisa ia lakukan, dari bekerja keras sebagai kuli, bertinju hingga meremukkan tulang-tulangnya, bahkan mengemis! Hingga akhirnya dia bisa bangkit dari keterpurukan, dan bisa membeli pabrikLanjutkan membaca “Cinderella Man (2005)”

Finding Neverland (2004)

Film ini diinspirasikan dari secuil kehidupan J.M. Barrie ketika ia melahirkan cerita anak-anak yang cukup termasyhur, Peter Pan. Aku sendiri nonton salah satu film yang bercerita tentang Peter Pan, Hook, yang dimainkan oleh Robin Williams dan Dustin Hoffman. Film ini diperankan oleh Johny Depp yang memerankan Barrie, dan juga Dustin Hoffman! Diceritakan bagaimana hancurnya pernikahanLanjutkan membaca “Finding Neverland (2004)”

Voces inocentes (2004)

Diangkat dari kisah nyata, kisah seorang anak lelaki berusia 11 tahun yang harus ikut dalam perang di El Salvador tahun 1980. Dia harus memilih apakah jadi tentara belia mendukung pemerintah atau mendukung pasukan gerilya.Jadi mengingatkan perang di Aceh. Cuma di sini jauh lebih kejam, anak kecil dipaksa angkat senjata. Dan dieksekusi di kepala dalam usiaLanjutkan membaca “Voces inocentes (2004)”

Big Fish, Timeline, Eternal Sunshine of the Spotless Mind, dan Along Came Polly

Film ini tidak cocok untuk mereka yang kurang menyukai drama, tidak pernah duduk untuk menonton film untuk berfikir dan merenungi isi cerita, kemudian mencari intisarinya sebagai pencerahan kehidupan. Mereka yang suka menonton film dengan datang, duduk, puas, dan melupakan mungkin sangat sukar untuk menyukai film ini. Film ini bercerita tentang kehidupan Ed Bloom, seorang salesman,Lanjutkan membaca “Big Fish, Timeline, Eternal Sunshine of the Spotless Mind, dan Along Came Polly”