Arsip Blog

5 Hal Positif dari film The Last Word (2017)

Nonton film ini semalam atas undangan dari Mbak Angela Ponggeng, Movie Distribution and Marketing Indonesia Entertainment Group di CGV Grand Indonesia. Saya sangat senang mendapat kesempatan menonton film yang berisi harta karun. Harta apa sih? Pesan moral yang bagus, yang bisa memotivasi diri kita agar lebih baik. Ada banyak jenis film, dari yang hanya buat seru-seruan gak ada isinya, tapi menghibur, sampai ke film yang bisa memberikan pencerahan hidup kita. Kamu tipe apa? Penikmat film asal “rame”, atau bisa menerima segala macam bentuk film yang beragam? Saya sendiri suka hampir semua genre film. Bring it on. Semakin aneh, semakin unik, semakin nge-twist, saya makin suka.

Img2

Film The Last Word termasuk film yang bila kita serius nikmati, akan membawa pesan yang sangat-sangat dalam. Film ini menceritakan tentang Harriet Lauler (diperankan Shirley MacLaine, saudara perempuan Warren Beatty), seorang wanita usia lanjut yang sempat meraih kesuksesan sebagai pebisnis di bidang periklanan yang kesepian. Ia mencoba bunuh diri dengan pendekatan OD, namun gagal. Ketika anggurnya tumpah di meja makan membasahi koran, tak sengaja ia melihat tulisan obituari orang lain yang baru meninggal. Ia membayangkan dirinya yang mati, namun ia tak dapat menemukan hal-hal positif yang dapat dituliskan untuknya. Akhirnya ia mencoba meminta Anne Sherman (diperankan Amanda Seyfried), wartawan “Bristol Gazette”, yang biasa menulis obituari, untuk menuliskan obituarinya selagi ia masih bernafas!

Img3

Ternyata menuliskan obituari buat seseorang yang masih hidup macam Harriet yang control freak dan menyebalkan ini bukan pekerjaan trivial. Dari mantan suami, kolega, anak, dan semua temannya tidak ada yang memberikan komentar positif akan kehidupan Harriet.

Dari sinilah titik balik kehidupan Harriet dimulai. Ia tahu bahwa obituari yang bagus harus berisi tentang kenangan indah keluarga dan koleganya terhadap dirinya. Ia juga harus punya pengaruh positif dalam kehidupan seseorang dan ia harus punya sesuatu yang positif yang menggambarkan dirinya untuk dikenang selamanya. Nah di sinilah kita harus belajar. Usia seseorang tak pernah kita ketahui. Kita tak tahu kapan harus pergi meninggalkan dunia ini. Obituari apakah yang kita inginkan orang tulis ketika kita meninggal nanti? This is the very JLEB moment for each of us. Kita mau dikenang sebagai orang yang baik? Jahat? Tidak amanah? Menyebalkan? Adakah legacy yang kita tinggalkan buat masyarakat? Adakah ilmu yang bermanfaat? Banyakkah manfaat kita buat sesama? Film bergenre drama komedi ini seakan menampar kita, woy sampai detik ini kamu nyebelin apa ngangenin sih orangnya? Apakah kamu mau menunggu jadi renta baru mau taubat?

Img4

Harriet akhirnya mendapatkan realita pahit sebagai titik tolak dalam hidupnya untuk mencoba mengisi sisa hidupnya dengan kenangan yang indah. Berhasilkah dia untuk mendapatkannya di akhir hidupnya? Ataukah justru dia semakin terpuruk dan tenggelam dalam kesinisan perangainya?

Film dengan durasi 108 menit ini tidak hanya menampilkan sisi drama, namun juga komedi. Beberapa adegan akan membuat kita terbahak atau tersenyum dan seakan sesekali menertawakan diri kita sendiri.

Ada setidaknya 5 hal positif yang bisa saya bawa pulang setelah menonton film ini:

1 – Jangan takut mengambil resiko

Salah satu favorit quotes dalam film ini adalah:

“Are you willing to take a risk to do something stupid?”  …. or…..

“Are you willing to take a risk to do something great?”

2 – Hidup adalah saat kita menuliskan cerita yang akan dibaca orang lain ketika kita mati kelak

Tuliskan jalan cerita hidup kita sepositif mungkin, mulai sekarang, jangan menunggu tua.

3 – Beranilah untuk gagal

Jangan takut gagal, karena dari kegagalan kita belajar. Belajar menjadi lebih baik, belajar mencari cara lain untuk mencapai mimpi kita, dan belajar keluar dari zona nyaman.

4 – Bersikaplah santun kepada sesama

Mengumpat dan berkata yang buruk akan menimbulkan aura negatif. Berkata sopan dan baik lebih mulia untuk menyampaikan hal yang sama daripada memilih kata-kata kotor yang menyakiti orang lain.

5 – Pada akhirnya, bukan harta yang membuat kita bahagia, namun orang terdekat kita, yaitu keluarga

Harriet mencoba bunuh diri di usia tua jauh dari suami dan anak kandungnya. Semua terjadi karena pilihan hidupnya. Akankah kita membiarkan kita berlaku semaunya asal kita happy? Mentang-mentang : ini diri saya kok. Saya ya emang begini. Ini alasan saja sebenarnya agar kita tidak mengubah tingkah laku buruk kita. Jangan dong ah. Kalau buruk ya kita perbaiki. Bisa kok, meski sulit di awalnya.

Saksikan film yang tayang di CGV dan Cinemaxx mulai Rabu depan, 19 April 2017, sebagai tontonan alternatif selain film seru yang  mulai tayang pada hari ini, The Fate of The Furious. Film horor asyik, film kebut-kebutan juga asyik. Tapi hidup kita bukan cuma yang asyik-asyik. Kita butuh pencerahan dalam hidup, untuk meningkatkan kualitas hidup kita.

Selamat menonton!

Iklan

#FF Kamis – Jones

Malam minggu ini aku mau membunuh nama julukanku. Kau pasti pernah mendengarnya. Jones. Jomblo ngenes. Julukan ini disematkan padaku setelah kegagalan cintaku yang berulang. Ada yang bertahan sebulan dan ada yang seminggu (ini yang paling sering). Aku sudah siap tempur untuk menembak Rani, pujaan hatiku, malam ini.

Img4

 

“Halo, Andi?” suara Rani di seberang telepon.

“Ya, Ran? Tumben nelpon?” kataku tidak percaya ditelpon Rani.

“Aku mau ngajakin kamu nonton Conjuring 2. Mau gak?”

OMG. “What??? Yes!” pekikku dalam hati.

“Nanti malam?” tanyaku.

“Iya, aku ajak pacarku, kamu ajak juga pacarmu ya. Kita double date!”

Mataku berkunang-kunang dan lidahku mendadak terasa kelu.


Tulisan ini adalah kontribusi Flash Fiction yang sedianya dibuat setiap hari Kamis. Temanya adalah Rencana. Jumlah kata  harus tepat 100 kata. Gambar dapat dari sini.

Prompt #113 – Sepotong Cinta dalam Sekuntum Mawar Peach

Perfect fresh orange rose

“Selamat Siang Pak Agus. Boleh minta izin untuk wawancara?”

“Siang. Anda siapa?” tanya Agus setengah kaget di tempatnya beristirahat di siang yang cukup panas itu.

“Saya Randi dari Jawa Pos tertarik dengan kisah Bapak. Kalau Bapak tidak berkeberatan saya ingin memuat kisah Bapak di kolom khusus media kami.”

“Baiklah. Saya mulai dari mana ya?”

“Terserah Pak Agus saja, nanti kalau ada yang ingin saya tanyakan akan langsung saya tanya saja.”

“Ceritanya bermula bertahun-tahun yang lalu, ketika saya dan Yunita sedang mendapat pelajaran mengarang dari guru Bahasa Indonesia ketika kami masih duduk di bangku SMA. Karangan kami berdua menjadi karangan terbaik di kelas waktu itu. Selama satu bulan penuh karangan kami dipasang di majalah dinding sekolah dan menjadi pembicaraan semua murid dan guru. Sejak saat itu saya bertambah dekat dengannya dan mulai berpacaran. Setahun setelah lulus SMA kami berdua menikah dan dikarunia seorang anak. Dua tahun kemudian Yunita mulai bekerja, dan sejak saat itu masalah mulai timbul.”

“Apakah ada keterlibatan orang ketiga, Pak?” sela Randi.

“Oh tidak. Justru Yunita sangat setia kepada saya. Dia mulai sakit-sakitan. Dokter sampai kebingungan mendiagnosa penyakitnya. Saya bolak-balik mencari pengobatan alternatif berbulan-bulan. Puluhan kota sudah saya datangi. Akhirnya Allah SWT memiliki kehendak lain. Istri saya dipanggilNya dalam usia yang masih muda.”

“Saya mendapat kabar bahwa Bapak mengunjungi makam Yunita setiap hari Jumat sore. Apakah benar?”

“Benar Mas. Saya begitu mencintainya. Meski hubungan kami bisa diibaratkan bagai dongeng semusim, namun kesetiaan dia yang begitu besar tidak akan pernah bisa saya lupakan. Saya selalu bawa sekuntum mawar berwarna peach kesukaannya dulu. Makamnya selalu saya bersihkan. Doa selalu saya panjatkan agar ia diampuni dari segala dosa dan diterima semua amal ibadahnya.”

“Setiap minggu, Pak? 52 kali dalam setahun?” tanya Randi.

“Iya, Mas. Setiap minggu saya tidak pernah absen. Sebagaimana dia tak pernah absen ketika dia melayani saya.”

“Apa kenangan indah bersamanya sewaktu Yunita masih hidup, Pak?” tanya Randi.

Agus terdiam sejenak. Tampak di sudut matanya ada setitik air mata menunjukkan kesedihannya yang mendalam.

“Saya pernah kesulitan modal untuk dagang. Yunita tanpa ragu menawarkan seluruh perhiasan dan tanah warisan dari ayahnya untuk dijual untuk menambah modal saya. Nyaris saya masuk hotel prodeo difitnah rekan dagang saya, namun dia yang meyakinkan banyak orang bahwa saya tidak bersalah. Dia bagaikan purnama yang sempurna bagi hidup saya. Namun Allah SWT lebih menyayanginya, sehingga dia kembali pada Sang Pencipta mendahului saya.”

Randi dapat merasakan betapa besar cinta Agus kepada Yunita. Ia mulai mencoret-coret di buku kecil yang ia bawa.

“Oh ada tamu rupanya?” seorang wanita cantik muncul dari dalam rumah.

“Oh.. Bu.. ini kenalkan Mas Randi, wartawan dari Jawa Pos,” kata Agus memperkenalkan.

Randi menatap Agus. Kebingungan.

“Ini istri kedua saya. Setahun setelah Yunita pergi, saya menikah lagi dengan Riana.”

“Saya ambil minum dulu ke dalam ya Mas” ijin Riana pada Agus.

“Istri ketiga saya sedang mengantar anak Yunita belanja di mal.”

“Ja.. jadi Mas Agus sekarang berpoligami?”

“Ya, Mas.”

Randi sontak menjadi salah tingkah. Ia bingung artikel apa yang ia mesti tulis. Suami yang begitu mencintai istrinya atau contoh lelaki yang sukses berpoligami.


Tulisan ini adalah kontribusi untuk Prompt #113 : Tiga untuk Seratus Tiga Belas. Untuk lebih rincinya, silakan baca di sini. Gambar diambil dari sini.

Weekly Photo Challenge: One Love

This week’s challenge is One Love.  Love a father to his daughter….

onelove

The Book of Life (2014)

Film ini menurut saya adalah film animasi terbaik 2014 sampai saat ini. Masih menunggu Big Hero 6 yang juga mau tayang, apakah bisa mengalahkan atau tidak. Produser film ini adalah sineas kawakan favorit saya, Guillermo del Toro, yang memikat penonton melalui film Pan’s Labyrinth (El Laberinto del Fauno), Hellboy, Mimic, Hobbit, dan Pacific Rim. Dari film ini dan Hellboy, saya bisa menyimpulkan del Toro memang orangnya romantis. Adegan Hellboy yang jatuh cinta dan Manolo di film ini yang jatuh cinta dengan Maria, luar biasa memikat.

Tadinya agak ragu dengan poster filmnya. Kok too colorful? Setelah melirik rating di IMDB dan Rotten Tomatoes peringkatnya meyakinkan, langsung nonton bersama anak-anak. Hasilnya, saya beri rating max. 10/10.

[Awas di bawah ini ada sedikit sinopsis yang mungkin mengandung spoiler. Tapi tenang, akhir cerita tidak akan dibeberkan di sini]

Film ini menceritakan tentang legenda di Mexico, bahwa penguasa surga dan neraka bertaruh untuk bertukar tempat. Taruhannya mengenai tiga anak kecil, dua lelaki dan seorang perempuan, bernama Manolo, Joaqin, dan Maria. Xibalba penguasa neraka menjagokan Joaqin akan menikahi Maria, sementara La Muerte menjagokan Manolo. Manolo lahir dari keluarga matador, di mana membunuh banteng adalah martabat dan harga diri. Sayangnya, Manolo berhanti Rinto. Dia suka musik dan tidak suka kekerasan. Satu hal yang membuat stress ayahnya. Sementara itu Joaqin adalah putra pahlawan setempat yang tewas di tangan Chakal, bandit kejam yang suka menyerang San Angel. Maria sendiri merupakan seorang anak wanita yang sayang kepada hewan dan cenderung memberontak. Sampai-sampai karena ulahnya, Maria disuruh ayahnya sekolah ke Spanyol dan berpisah dengan kedua sahabatnya.

Beberapa tahun kemudian, Maria pulang, sementara Manolo dan Joaqin sudah dewasa. Manolo dilatih ayahnya menjadi seorang matador handal, sementara Joaqin berprestasi dengan menjadi pahlawan di kotanya melawan angkara murka dengan kekuatannya. Manolo dan Joaqin bersaing keras untuk merebut cinta Maria. Hingga salah satu dari mereka harus mati karenanya.

Siapakah yang mati di film ini? Siapakah yang berhasil menikahi Maria? Tonton film ini bersama keluarga.

Terus terang film ini sangat-sangat menghibur. Alasan saya begitu menyukai film ini adalah:

  1. Lagunya begitu indah, seksi ala Spanyol, dan sangat romantis. Lagu-lagunya sebagian besar dikarang oleh Gustavo Santaolalla, peraih 2 Oscar, Babel dan Brokeback Mountain. Golden Globe jangan dibilang. Pokoknya magnifico dan esplendido!
  2. Humornya banyaaak.. bikin ngakak dan menghibur sepanjang film! Sutradaranya turut menulis skenarionya yaitu Jorge R. Gutierrez. Kocak abis!
  3. Gambar hasil special FX dari REEL FX benar-benar mengagumkan. Colorful dan begitu indah!
  4. Temponya pas, tidak lambat dan selalu menarik di tiap adegan!

Manolo disulihsuarakan oleh Diego Luna (The Terminal, Y Tu Mama Tambien), Maria oleh Zoe Zaldana (The Terminal dan Avatar), sementara Joaqin oleh Channing Tatum (White House Down, 21 Jump Street). Xibalba disuarakan oleh Ron Pearlman (Hellboy)!

Mau lihat trailernya?

Mau denger lagunya yang asyik?

Nih liriknya:

I Love You Too Much
Diego Luna & Gustavo Santaolalla

I love you too much
to leave without you loving me back
I love you too much
heaven’s my witness and this is a fact

I know I belong
when I sing this song
There’s love above love and it’s ours
’cause I love you too much

I live for your touch
I whisper your name night after night
I love you too much
There’s only one feeling and I know its right

I know I belong
when I sing this song
There’s love above love and it’s ours
’cause I love you too much

Heaven knows your name and I’ve been praying
to have you come here by my side
Without you a part of me is missing
Just to make you my whole life will fly

I know I belong
when I sing this song
There’s love above love and it’s ours
’cause I love you too much

I love…. you too much
I love you too much
Heaven’s my witness and this is a fact
You live in my soul
Your heart is my gold
There’s love above love but its mine ’cause I love you
There’s love above love and it’s yours cause I love you
There’s love above love and it’s ours if you love me as much

Eh mau yang versi Spanyolnya?

Te Amo y Más
Diego Luna & Gustavo Santaolalla

Te amo y más de lo que puedes imaginar
Te amo además como nunca nadie jamás lo hará.
En esta canción, va mi corazón
Amor más que amor es el nuestro y te lo vengo a dar

Te miró y más, y más y más te quiero mirar
Te amo y sabrás puro sentimiento y no hay nada más
Y sueno llegar a tu alma tocar
Amor más que amor es el nuestro y te lo vengo a dar

Ruego a Dios tenerte a mi lado
Y entonces poderte abrazar
Si no estas aquí algo falta
Yo por ti pelearé hasta el final

Y sueno llegar a tu alma tocar
Amor más que amor es el nuestro y te lo vengo a dar

Te aaaaamo y más!
Te amo y sabrás como nadie yo te amara
En esta canción yo veo quien soy
Amor más que amor es el mío y lo siento
Amor más que amor es el tuyo y presiento
Amor más que amos es el nuestro
Si tu me… lo das

Meski ini semua umur, namun kebudayaan bukan dari Indonesia. Selepas film saya berdiskusi dengan Rayyan, anak saya yang kelas 6, untuk membahas mana nilai-nilai yang baik yang bisa diambil dan mana yang buruk yang harus kita saring. Berdiskusi seperti ini penting karena dia harus belajar menganalisis apa yang dia alami, lalu mengambil hikmah terbaik, dan tidak asal meniru walau kulitnya menarik.

Film ini JOZZ GANDOZZ, sangat menghibur, dan gue banget. 10/10.

 

 

Weekly Photo Challenge: Split-Second Story

The last weekly photo challenge in May 2014 was this.

For this week’s challenge, we want you to become a documentary photographer and attempt to capture a candid moment of a person, place, or thing. Put your National Geographic hat on and tell a story by documenting a moment in time through a single image.

This picture was taken using my Canon 550D when I went camping to Ciwidey this year. In early morning I grabbed my camera and start exploring the camp area and stumbled upon this man with his daughter. His little girl was trying to learn to walk that time. All I could see is love… from a man to his daughter..

Learning to Walk

Learning to Walk

Weekly Photo Challenge: Window

This week’s challenge is Window. I took the pic at Museum of Transportation in Taman Mini Indonesia Indah. It was a prewedding session of a friend of mine.

I shot the couple on an old train car. The window spot was one of my fave among the other pics.

Window of Love

Window of Love

Weekly Photo Challenge: The Beginning

This week’s challenge is The Beginning. I took the picture just before my friend’s marriage. Several days before he got married with his lovely fiancee, I took some pics of them as prewed photography. This is the Beginning of their Love Story.

The Beginning

The Beginning

Readers, share your Beginning of your true love! Put any link in the comment!

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013)

Film epik nasional yang diangkat dari karya besar karangan Buya Hamka ini cukup patuh dengan novelnya. Disutradarai oleh Sunil Soraya dan dibiayai oleh keluarga Soraya (Ram Soraya, Rocky Soraya, dan Sunil Soraya sendiri), film berdurasi 2 jam 45 menit ini akan memaku penonton di kursinya. Yang pria akan berkaca-kaca, yang wanita akan banjir air mata.

Ceritanya berkisah tentang kisah cinta antara Zainuddin dan Hayati yang berlatarbelakang budaya minang. Ibu Zainuddin bukan orang Minang sementara ayahnya Minang tulen. Karena budaya Minang menganut garis matrilinieal maka Zainuddin yang tidak beribu orang Minang dianggap tidak layak untuk menikahi Hayati. Harta tiada, adat pun tak tentu rimbanya. Kasih yang tak sampai, seperti cinta Sitti Nurbaja dengan Samsulbahri. Cinta mereka kandas dengan diusirnya Zainuddin, sang pendatang, dari Desa Batipuh tempat mereka tinggal. Apakah mereka akan bersatu kelak di kemudian hari? Saksikan kisah cinta yang mengharukan ini di bioskop kesayangan Anda.

Mengapa film ini menjadi istimewa? Mari kita lihat satu persatu.

1. Sinematografinya yang meski tidak sempurna (ada beberapa adegan yang terasa under exposure), namun menggambarkan dengan sangat baik keindahan alam Minang

2. Akting yang luar biasa dari para pemainnya, terutama Herjunot Ali yang berperan sebagai Engku Zainuddin.

3. Kepatuhan akan cerita aslinya. Sebagai karya adaptasi dari novel, film ini tidak menghilangkan bagian penting dari novelnya. Apa yang saya bayangkan cukup baik divisualisasikan dalam bentuk motion picture.

4. Pemilihan dialog yang indah, sesuai dengan  karya sastra aslinya. Terima kasih kepada para penulisnya, Donny Dhirgantoro, Riheam Junianti, Sunil Soraya, dan Imam Tantowi yang bekerja keras membuat dialognya enak dinikmati

5. Setting yang cukup baik, terutama kostum dan kendaraannya. Meskipun ada anachronism di beberapa tempat, seperti musik pesta, ban mobil klasik, dsb, itu semua bisa dimaklumi

Buat Anda pecinta film, jangan lewatkan film ini! Pastikan bawa perbekalan karena film ini cukup panjang, hampir 3 jam. Bawa cemilan atau cemolan, juga tissue atau sapu tangan.

Weekly Photo Challenge: Forward

This week’s photo challenge is Forward.

The following picture I took last year, in a prewed photo session of a friend of mine. They decided to get married as a forward step to be together in love forever…

Walking forward together in love...

Walking forward together in love…