Jalan-jalan ke Jawa Tengah

Sekitar 10 Agustus 2017 silam, kami sekeluarga pulang kampung ke Tegal untuk mengantar Mom berangkat ke tanah suci via embarkasi Solo. Kebetulan, seorang sepupu dari almarhum ayahku juga minta dibawakan laptop yang dibeli di Jakarta via Tokopedia. Ya sudah, sekali merengkuh dayung, tiga hari capeknya gak ilang-ilang. Hehehe.. Maksudnya sekali jalan, dapat kesempatan silaturahim juga, secara belum pernah bertemu secara langsung dengan mereka.

Img1

Perjalanan menuju Tegal cukup lancar, meski tol Cikampek masih banyak pembangunan. Sampai di Tegal pagi hari, aku langsung bobo membayar tidur yang kurang semalaman.

Sorenya acara pelepasan para calon jemaah haji dari desa kampung halaman, dimulai. Alhamdulillah begitu banyak yang berdatangan ke rumah Mom untuk mendoakan beliau. Semoga beliau menjadi hajjah mabruroh… aamiin Yaa Rabb..

DGRH9602.jpg

Setelah berdoa bersama di masjid bersama segenap pengurus masjid, warga setempat, dan keluarga calon jemaah haji, kami semua berangkat ke Kantor Pemda Kab. Tegal di Slawi untuk berangkat dengan bus bersama-sama sesuai kloter masing-masing.

AYMU2288

Setelah selesai mengantar Mom di pendopo kabupaten, kami berempat melanjutkan perjalanan dari Slawi ke Tegal, sebelum mengarah ke Solo. Seperti ritual setiap mudik, mencicipi kuliner di Warung Senggol dekat Masjid Agung Tegal tidak dilupakan.

GRTV2630
Sate Kambing Muda yang Maknyuss
LCCG5964
Sup Kaki Kambing yang AMAZING

Lanjutkan membaca Jalan-jalan ke Jawa Tengah

Petualangan ke Gua Lawa Kabupaten Tegal

Libur lebaran kemarin ketika saya sedang jogging dari Desa Banjaranyar ke arah Harjawinangun – Kabupaten Tegal, mata saya terpaku pada papan penanda di pinggir jalan Desa Batuagung yang berbunyi GOA LAWA dengan panah ke kanan. Tanda ini belum ada tahun lalu ketika saya mudik. Akhirnya saya putuskan untuk mengikuti tanda panah tersebut hingga ke gang masuk di samping perumahan desa, dan saya bertanya mengenai jaraknya ke dalam. Rupanya jaraknya dekat dan bisa ditempuh dengan naik ojeg, membawa motor sendiri, atau bahkan membawa mobil pribadi. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba ke sana keesokan harinya dengan anak-anak dan istri.

Di mana sih letaknya Goa Lawa ini tepatnya? Goa Lawa yang ada di postingan ini adalah goa yang berada di Kabupaten Tegal, sekitar 350 km ke arah timur dari Jakarta. Dari Kota Tegal sekitar 30 km ke selatan.

Img1
Lokasi Goa Lawa

Untuk mencari di Google Maps atau Waze arahkan saja ke Batuagung Tegal. Dari situ sudah banyak petunjuk ke Goa Lawa. Jangan keliru dengan Goa Lawa di daerah Banjarnegara ya.

Kami berempat masuk ke sana dikenakan tiket sepuluh ribu rupiah. Jalanannya memang aspal yang agak rusak namun masih aman buat kendaraan. Ada petugas yang mengatur lalu lintas yang sempit, kapan kita bisa masuk ke tempat parkir dan kapan harus menunggu apabila ada mobil yang akan pulang. Mereka berkomunikasi dengan telepon genggam. Ini sangat membantu sehingga tidak menyebabkan deadlock di tengah jalan.

Tempat parkirnya cukup luas untuk motor dan mobil. Ada toilet di atas sungai tidak jauh dari tempat parkir, namun airnya tidak ada, jadi pastikan membawa tisu basah atau air mineral untuk beristinja.

gualawa (3 of 45)
Welcome Banner
gualawa (1 of 7)
View di tempat parkir yang luas

Tips mendaki Goa Lawa:

  1. Berangkat sepagi mungkin agar tidak panas
  2. Toilet di sana seadanya, pastikan membawa tisue basah dan kalau bisa panggilan alam sudah ditunaikan
  3. Menggunakan sun block akan bermanfaat bila matahari terik
  4. Jangan mendaki bila musim hujan karena bisa licin
  5. Sebaiknya menggunakan sepatu agar memudahkan pendakian dan tidak mudah jatuh di sela-sela bebatuan
  6. Membawa bekal minum dan makanan (jika malas, tenang saja karena di sana juga ada yang menjual minuman mineral, rujak, mendoan, lontong, dan indomie)
  7. Sebaiknya minta didampingi oleh porter, misalnya Mas Gowor atau Mas Tahur, untuk menjelaskan tentang sejarah Goa Lawa maupun mendampingi selama pendakian. Anak saya Aila juga kadang dia gendong ketika posisi mendaki atau turun cukup sulit. Tarif tidak dipatok, serelanya saja.
  8. Selalu berhati-hati dan waspada. Jangan bercanda di atas bebatuan karena bila terpeleset bisa bahaya akibatnya
  9. View di gua biasa saja sebenarnya, bisa dilewati kok. Yang paling asyik adalah berfoto di batu terapung atau di puncak batunya.
gualawa (27 of 45)
Berfoto di batu mengapung, kurang cocok buat yang takut akan ketinggian

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

gualawa (2 of 7)
Pemandangan di sepanjang jalan menuju puncak

gualawa (3 of 7)

Kiri kanan bebatuan

gualawa (6 of 7)
Pemandangan panorama puncak
gualawa (28 of 45)
Indahnya negriku

Hal menarik lainnya di sekitar tempat ini:

  1. Tidak jauh dari sini ada pemandian air panas Guci, yaitu sekitar 20 km ke atas.
  2. Sate kambing muda dan teh poci gula batu daerah Lebaksiu
  3. Tahu aci khas Slawi

Saksikan trailernya berikut ini:

Berfoto bersama pemandu dan penanggung jawab lokasi.

Kesimpulan:

  1. Tempat wisata ini murah meriah di sekitar Tegal, bisa jadi alternatif selain ke pemandian air panas Guci yang terkenal
  2. Tidak cocok bila Anda takut akan ketinggian
  3. Tingkat kesulitan untuk pendakian relatif sedang buat pemula. Buat pendaki gunung ini walking in the garden

Pernah berwisata ke sini atau ke gua lain? Bagikan pengalamanmu di komentar ya!

Ritual Lebaran ala Inyong de La Ortega

Setiap keluarga muslim memiliki tradisi lebaran yang berbeda-beda, namun tetap satu yang sama, yaitu merayakan pada tanggal 1 Syawal. Sebagai seorang Ortega alias Orang Tegal Asli, berikut inilah kebiasaan bertahun-tahun yang biasa saya dan keluarga lakukan.

Mudik hari kedua Lebaran. Dulu jamannya mudik naik kereta atau bis jaman kuliah atau belum punya kendaraan, saya biasa mudik seminggu sebelum lebaran. Tapi setelah membawa kendaraan sendiri dan merasakan macetnya mudik dua hingga tiga kali lipat durasi mudik normal, saya memilih lebaran hari pertama di Jakarta. Kebetulan saudara dari ayah banyak yang tinggal di Bekasi.

11154746_10205155531900681_6291920890372167557_o

Keluarga istri dari Ibu di Pondok Cabe. Jadi hari pertama setelah sholat Ied di kompleks perumahan (sekaligus jadi tukang foto DKM Masjid), kami bersilaturahim ke Pondok Cabe, Legoso (keluarga ayah mertua), dilanjutkan ke Bekasi. Capek memang, tapi puas kalau bisa menyambung silaturahim dari orang tua kami.

11018411_10205813970001222_2783941833899786137_n

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barangsiapa yang ingin rizqinya diperluas dan umurnya ditambah, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.”

Nah setelah beres urusan silaturahim di hari pertama, baru hari kedua lebaran jalan ke Tegal. Secara statistik sepuluh tahun terakhir hari kedua lebaran ini jalanan sampai ke Tegal lancar jaya. Menurut saya mudik itu adalah silaturahim. Silaturahim tidak harus pada hari H, jika ternyata harus bermacet ria. Kita jadi berkontribusi pada pemborosan bahan bakar dan polusi udara. Belum kalau harus membatalkan puasa. Sulit untuk buang air kecil atau besar. Padahal pakaian kita harus bersih kalau mau sholat. Saya tidak menyalahkan mereka yang memilih bermacet ria demi mengejar momen hari pertama lebaran di kampung halaman. Mudik adalah pilihan. Menghindari macet adalah pilihan yang saya ambil untuk mudik lebaran.

Kuliner Lebaran

Lebaran tanpa ketupat sepertinya kurang afdhol. Baik di Jakarta maupun di Tegal ketupat selalu siap. Di Jakarta karena kami bukan keluarga tukang masak tapi tukang makan, jadinya ketupat dan aneka lauknya kita outsource. Istri sudah punya langganan di kantornya yang bisa membuat ketupat lembut dan sayur besan ala Betawi yang mirip lodeh dengan sayur terubuk.

Hayo siapa yang belum tahu terubuk? Ini gambarnya.

Screen Shot 2016-07-06 at 12.55.12 AM
Terubuk alias Saccharum edule Hasskarl

Tampilannya setelah dimasak adalah seperti ini:

terubuk
Asli, enak banget!

Nah, kalau di Tegal, ini yang biasa saya cicipi untuk melepas rindu.

Kupat Glabed

Screen Shot 2016-07-06 at 1.20.34 AM

Harganya murah dan nikmat! Ingin tahu resepnya? Coba tengok di sini. Yang saya suka tempatnya di depan Masjid Agung Tegal, khas Randugunting.

Sate Kambing Muda Balibul

Screen Shot 2016-07-06 at 1.25.36 AM

Balibul merupakan singkatan dari bawah lima bulan. Artinya kambing muda, yang berarti dagingnya super empuk. Langganan saya biasanya di Pasar Senggol Pak Gendhut, Tirus, Sari Mendho, atau di Lebaksiu. Gulai kambingnya juga uenak tenan. Dinikmati sambil nyuruput teh poci gula batu.

Apa lagi?

1. Sate ayam Farad Sidjan. Lokasi di depan Stasiun Tegal
2. Warung Makan Moro Tresno di Pasar Senggol, dekat Alun-alun / Masjid Agung Tegal (ada sauto – soto pakai  tauco, nasi lengko, nasi gule, sop buntut, dan asem-asem, dan sate kambing –> One stop shopping, cocok kalau sebentar di Tegal. Satu warung banyak pilihan kuliner)
3. Kupat Glabed, yang enak ada di dekat Masjid Agung atau di dekat Sate Ayam Farad Sidjan, di depan Stasiun Tegal, atau di Randu Gunting
4. Sauto Amir, di daerah Tegal Wangi, Kab. Tegal
5. Es Sagwan, di Jalan AR Hakim

Oleh-oleh Khas Tegal

Apa saja sih oleh-oleh khas Tegal?

-Laktopia, mirip bakpia, cari di Jalan Veteran, atau daerah Paweden
-Kacang bogares dan pilus
-Krupuk anthor
-Telur asin (nggak cuma Brebes yang punya telor asin)
-Bawang merah ukuran besar (di Guci)
-Tahu Aci

Tempat Wisata di Tegal

Langganan saya adalah Guciku di Pemandian Air Panas Guci di Kabupaten Tegal dan Pantai Alam Indah di Kota Tegal.

Screen Shot 2016-07-06 at 1.37.56 AM

8-pai
Pantai Alam Indah

Nah, mumpung Lebaran, izinkan saya mengucapkan:

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1437H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Kalau kamu sendiri ritual lebarannya ngapain aja?

Hot Waterboom Guciku di Tegal

Mudik tahun ini sangat berkesan buat anak-anak. Liburan ke Tegal kali ini kami menginap di Guci, dan menikmati mandi air panas di Hot Waterboom Guciku yang belum ada satu tahun diresmikan. Tiket masuknya 25 ribu rupiah, yang biasanya hanya dibandrol 20 ribu di luar lebaran. Ada tiga kolam besar yang berbeda ketinggian dan semuanya dialiri air panas dari sumber alam di kaki Gunung Slamet. Dulu sebelum ada tempat wisata ini, Guci punya tempat pemandian air panas gratis di dekat air terjun, dan ada kolam renang air panas Sosro yang memiliki dua kolam air panas. Yang sosro ini sebelumnya jadi favorit, namun setelah Guciku dilaunching, Sosro mulai tergeser posisinya di hati para pengunjung Guci.

Jika ingin membaca wisata kuliner di Tegal dan pengalaman saya camping di Guci dan melihat pemandian air panas Guci yang gratis bisa dilihat di sini. Jika ingin melihat semua postingan Tegal baik tentang pantai maupun air terjun dan kuliner minuman dinginnya, lihat lebih lengkap di sini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ok, tertarik?

Berikut ini adalah info yang mungkin bermanfaat untuk Anda.

1. Di mana sih Guci itu? Lewat Pantura hanya 346 km dari Jakarta.

Alternatif ke Guci dari Jakarta
Alternatif ke Guci dari Jakarta

2. Berapa sih tarif masuk Guciku dan penginapan di dalamnya?

Tarif Guciku
Tarif Guciku

Kalau tidak mau menginap di dalam Guciku, berapa sih tarif menginap di luar Guciku? Penginapan ada hotel dan villa. Villa 1 rumah ada yang berisi 3 kamar, kamar mandi di dalam, ruang tamu, dan dapur, hanya 700 ribu rupiah di hari lebaran. Di luar itu bisa lebih murah.

3. Berapa harga makanan di sekitar Guciku?

-Nasi goreng sekitar 10 – 15 ribu rupiah per porsi.
-Sate kambing sekitar 60 – 70 ribu sekodi (20 tusuk).
-Sate ayam dengan lontong 10 bijinya sekitar 15-25 rb, sate kelinci 20-30 ribu

4. Apa boleh bawa makanan ke area Guciku? Boleh!

5. Apa bisa menginap dengan tenda? Bisa!

6. Selain Guci, wisata apalagi yang ada di Tegal? Ada pantai. Baca di sini. Ada theme park kayak di Dufan, namanya Rita Park. Lokasi di belakang Rita Mall.

7. Kalau mau kuliner khas Tegal, apa saja sih pilihannya?

Wah kuliner di Tegal banyak. Ini rekomendasi dari saya:

1. Sate ayam Farad Sidjan. Lokasi di depan Stasiun Tegal
2. Warung Makan Moro Tresno di Pasar Senggol, dekat Alun-alun / Masjid Agung Tegal (ada sauto – soto pakai  tauco, nasi lengko, nasi gule, sop buntut, dan asem-asem, dan sate kambing –> One stop shopping, cocok kalau sebentar di Tegal. Satu warung banyak pilihan kuliner)3. Kupat Glabed, yang enak ada di dekat Masjid Agung atau di dekat Sate Ayam Farad Sidjan, di depan Stasiun Tegal, atau di Randu Gunting
4. Sauto Amir, di daerah Tegal Wangi, Kab. Tegal
5. Sate Kambing Muda, di daerah Tirus, Putra Tirus atau Sari Mendo
6. Es Sagwan, di Jalan AR Hakim

8. Hotel di Kota Tegal? Yang direkomendasikan adalah Bahari Inn atau Karlita Hotel.

9. Apa saja sih oleh-oleh khas Tegal?

-Laktopia, mirip bakpia, cari di Jalan Veteran, atau daerah Paweden
-Kacang bogares dan pilus
-Krupuk anthor
-Telur asin (nggak cuma Brebes yang punya telor asin)
-Bawang merah ukuran besar (di Guci)
-Tahu Aci
-Teh tubruk 2 Tang

10. Ada nggak sih kamus bahasa Tegal? Ada. Coba cek di sini dan di sini.

Selamat berwisata!

Phoneography Challenge, the Phone as Your Lens: Nature (Mount Slamet)

This first Monday challenge is Nature. This picture I took from my old man’s graveyard. His last journey has a beautiful view, a mount in Central Java, Indonesia, which he has climbed for about three times. The mount is called Gunung Slamet. Gunung means mount, and Slamet is a Javanese word, means safe. I took the picture using my S4 and edited a bit the saturation using Fotor.

Nature - Mount SlametNature - Mount Slamet
Nature – Mount Slamet

Weekly Photo Challenge: One

This week’s challenge is One. I took the pic when I went to my home town. When I dropped my wife at Balapulang Traditional Market, I parked my car in front of Balapulang Train Station. When I saw one boy sitting on the rail way, I snapped him with my S4. I was not sure whether he just went home from school or just playing before going to school. It was 9:00 am in the morning. I didn’t ask him though. The train station is never busy. No commuter nor passenger cars passing this station I guess. Only oil or coal cars from government.

 

One boy sitting on a railroad
One boy sitting on a railroad