Knowing (2009)


Semalam nonton berdua ama istri di XXI Pondok Indah. Banyak yang bilang bagus. Aku sendiri kasih 7 dari 10. Point terbesar aku berikan pada spesial efeknya yang sangat realistis. Sayang, endingnya rada klise. Padahal kalau gak dikaitkan ke “itu”. (Mungkin) bisa lebih dahsyat efeknya.

OK… sekarang ngomongin REAL SPOILER. Yang mau nonton, dan gak mau terganggu, skip this!!!

=======================SPOILER===========================

Film ini kan diawali dari acara time capsule di sebuah sekolah dasar (mungkin kelas 2 atau kelas 3 SD), yaitu menggambar di sebuah kertas bagaimana wujud masa depan bayangan mereka. Nanti kertasnya dimasukkan ke dalam capsule lalu ditanam di depan sekolah dan dibuka 50 tahun kemudian oleh siswa lainnya dan dibuka lagi rame-rame. Nah seorang anak, Lucinda, bukannya menulis, malah menulis deretan angka-angka.

50 tahun kemudian, time capsule dibuka. Semua anak masing-masing dibagi sehelai amplop berisi gambar. Caleb, anak John Coestler, profesor yang diperankan Nicholas Cage, mendapat kertas yang ditulisi Lucinda. Malamnya tidak sengaja John mengutak-atik angka yang ada di kertas itu dan ternyata berupa kombinasi tanggal tragedi suatu peristiwa, jumlah korban, dan lokasi kejadian. Ternyata masih ada beberapa tanggal lagi yang belum terjadi, dari kecelakaan pesawat, kereta api bawah tanah, dan yang pamungkas adalah kiamatnya dunia. Akhirnya John menyelidiki silsilah keluarga Lucinda, dan akhirnya bertemu dengan anak dan cucu perempuannya, Abby, yang juga diperankan Lucinda waktu masih kecil. Rupanya ada beberapa orang aneh yang mengamat-amati mereka, terutama Caleb dan Abby. Dari pertama kali melihat, aku udah yakin mereka alien. Nggak ngomong, kaku, bisa tiba-tiba muncul di mana saja. Jadi endingnya tidak lagi surprise buatku (udah nonton berbagai film alien, jadi gampang nebaknya. Coba lihat Taken, miniseri karya Spielberg). Film ini berakhir persis seperti Taken. Caleb dan Abby diambil oleh Alien.

Nggak jelas juga kenapa gak sekalian orang dewasa juga ikut diangkut. Toh kalau tujuannya untuk melangsungkan kehidupan umat manusia, orang dewasa lebih cepat untuk bisa reproduksi. Kalau masalahnya yang cuma bisa mendengar bisikan alien, toh Abby dan Caleb bisa jadi perantara. Ngapain alien sok peduli dengan kelangsungan hidup umat manusia, kalau masalah begini aja sok strict. Lu gak denger gue ngomong, gak usah ikutan. Alien itu ngerti gak gegar jiwa kedua anak itu tanpa orang tua?

Ah sudahlah.. itu haknya penulis cerita. Cuma bagiku rada dangkal. Lihat aja Indiana Jones, akhirnya juga sama, dibawa ke Alien. Basi bo. Padahal 2//3 film super tegang dan penasaran dengan akhir film. Tebakanku tepat, dan kecewa.
Aku kasih 7 karena spesial efeknya yang spektakuler. Aku belum pernah melihat adegan di stasiun kereta bawah tanah sedahsyat itu. Coba bandingkan saja dengan salah satu sekual Die Hard yang mirip. Benar-benar jauh kualitasnya. Belum adegan jatuhnya pesawat. Coba bandingkan adegan jatuhnya pesawat di Lost (serial TV) atau di Passengers (Anna Hathaway). Adegan di film ini ngagetin banget, dan konon diambil dalam 1 continuous shot!!

img1

img2

img3

Iklan

Posted on April 21, 2009, in Ulasan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: