#FF Kamis – Inem yang Bawel


“Mar, rumahmu mati lampu, gak?” tanya Inem.

“Sekarang? Nggak tuh Nem. Nyala kok.” jawab Marni.

“Kamu mah enak. Rumah lega. Viewnya keren. Lah aku? Mana sempit, panas pula!” gerutu Inem. “Apa yang salah coba? Rumah gelap terus. AC mati. Bisa mati aku lama-lama.”

“Sabar saja Nem. Kita harus bersyukur apa yang diberikan kepada kita. Jangan mengeluh terus.”

“Ah kamu ngomong enak. Rumah adem. Terang. Coba gantian sama aku. Baru kamu bisa ngrasain penderitaanku.”

Tiba-tiba beberapa orang mendekati Inem dan Marni.

“Yaa siiiin…”

“Ssssttt… ada yang kirim doa buat kita, Nem. Jangan ngomong dulu yaa.. “ kata Marni dari liang kuburnya.


 

Tulisan ini dibuat sebagai partisipasi untuk #FFKamis dengan topik “ROH”, dengan batasan tepat mengandung 100 kata. Lihat cerita lainnya di sini.
Iklan

Posted on April 7, 2016, in Flash Fiction and tagged , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. Innalillahi Wa Inailahi Rojiun.. Hanya amal soleh/kebaikan yang akan menemani didalam kubur..

  2. inem jd ingat inem pelayan seksi mas, mungkin gelap ama terangnya tergantung amal perbuatan kali ya mas

  3. Mereka menunggu doa-doa dari keluarganya yg masih hidup

  4. Sangat menohok, langsung mengingatkan akan bekal yang akan kita bawa kelak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: