Arsip Blog

Dilan (2018): Sebuah Review dan Kenangan Zaman Old

Minggu lalu, pas ada kondangan di daerah Pejaten bersama bujangku yang kelas 3 SMP, kami menyempatkan nonton Dilan di Pejaten Village. Biasanya saya gak demen nonton teen flick ginian. Tapi bujang kelihatannya pengen nonton karena sudah baca novelnya. Saya baca reviewnya sekilas kok lagi happening, semua orang sibuk membahas tentang film ini. Dan konon, hingga tulisan ini diposting, penontonnya sudah tembus 1 juta. Angka yang fantastis, bukan? Dan faktor lain yang membuat saya penasaran adalah setting ceritanya di tahun 1990. Ini sedikit banyak akan mengingatkan masa SMP-SMA saya dulu hehehe…

Saya sendiri belum baca bukunya, yang berjumlah tiga jilid. Dilan 1990, Dilan 1991, dan Milea. Dari akhir film ada keterangan: “Sampai Jumpa di Dilan 1991”, itu berarti akan ada sekuelnya dan hampir mustahil tidak dibuat sampai yang ketiganya. Untungnya belum baca buku sebelum nonton adalah kita tidak perlu sibuk membandingkan dan mengkhawatirkan apakah filmnya sesuai bukunya atau tidak. Gak perlu protes pemainnya sesuai imajinasi kita atau enggak, dst. Menurut Pidi Baiq, bukunya ditulis dari kisah nyata seseorang yang bernama Milea. Jadi ini bukan murni fiksi.

Kesan apa saat dan setelah menontonnya?

  • Dari kubu pemain, banyak wajah baru yang fresh. Ganteng-ganteng dan cantik-cantik.

Lia Waroka memerankan bundanya Dilan

Ridwan Kamil nongol sebagai cameo yang memerankan salah seorang guru. Hahaha.. ada yang kampanye duluan nih wkwkwkwk..

  • Dari sisi cerita, sebagai seseorang yang belum membaca kisahnya, secara umum puas. Filmnya menghibur, banyak dialog yang mengundang geli-geli lucu karena gombalnya si Dilan dalam merayu Milea. Well, mungkin gak semua orang suka dengan rayuan gombal begini. Tapi saya bisa menghargai kegombalan si Dilan karena mungkin saya suka ngegombal. Hahaha.. Sebenarnya ngegombal dan pas plus lucu itu susah loh.. Gak gampang ngegombal yang bikin cengar-cengir.
  • Dari kemampuan akting, pemeran Dilan yang juga penyanyi Cowboy Junior, Iqbal Dhiafakhri, bermain cukup bagus. Maklumlah udah lima film ia bintangi sebelumnya. Vanesha Prescilla berperan sebagai Milea. Cantik dan sebagai aktris yang pertama kali bermain dalam sebuah film, bisa dibilang lumayan lah. Gak malu-maluin.
  • Intinya, secara film meski berasa agak khawatir film ini berusaha ngelucu tanpa tujuan jelas di sepertiga akhirnya, namun bisa dimaklumi. Karena gaya ngegombal Dilan yang hampir selalu muncul ketika dia dapat adegan itu bisa-bisa boring kalau kebanyakan. Berbeda dengan Catatan Si Boy yang alim, Dilan justru digambarkan bandel, tukang berkelahi, bahkan panglima geng motor. Nah kalau pas adegan tengil dan ngegombal, Iqbal sih cocok. Tapi pas mimpin geng motor, terus terang memang kurang meyakinkan. Kalau segahar Anhar justru lebih pas memerankan bad boy. Banyak yang bilang, film ini adalah the next AADC. Saya gak protes. Terus terang, menghibur kok. Tonton gih!

Meskipun demikian, tidak semua yang ada di film ini patut ditiru. Ada adegan Dilan melawan gurunya ketika ditampar di sekolah. Meski guru salah, memukul balik juga tidak memecahkan masalah. Gampang memukul teman hanya karena pacar kita disakiti juga tidak baik untuk ditiru. Meski di buku karakter Dilan memang demikian, jangan ditiru yang tidak baiknya. Termasuk ngesun, boncengan motor berdua, dan sebagainya. Ambil positifnya, filter yang buruk. Jadilan penonton yang cerdas.

Naaah… selain bercerita tentang film Dilan, saya juga mau bercerita berbagai hal yang pernah dulu saya alami pas SMA dan kuliah, di tahun 1990-an, yang anak zaman now tidak mengalaminya. Coba ya, yang sekolah SMP-SMA sekitar tahun 90-an awal, tunjuk tangaan!

  • Di salah satu adegan di rumah Dilan, kita melihat banyak poster dari Majalah Hai. Majalah Hai ini dulu adalah bacaan anak SMP-SMA tahun 90-an, terutama buat anak cowok. Sejak tahun 2017 majalah tersebut berganti media, dari cetak menjadi online. Nah dulu saya suka banget majalah ini. Melihat majalah ini muncul di Dilan, ada perasaan seolah bisa menghirup atmosfir SMP-SMA dulu

  • Telepon umum koin dan kartu plus wartel. Anak 90-an pasti pernah ngalamin pacaran via telepon umum koin dan kartu. Pas ngekos dulu di Depok, kami dah nyetok koin 100 biji untuk nelpon ke kos-kosan pacar. Aduh indahnya mendengar suara si dia di ujung sana. Dan ketika bunyi nada peringatan koin sudah harus dimasukkan kembali, terdengar bunyi denting koin untuk memperpanjang nyawa komunikasi. Bila koin sudah tak ada, maka durasi terakhir biasanya digunakan untuk mengatakan betapa rindunya diriku padanya, dan tak mau tahu bahwa besok kan berjumpa lagi. Tidak hanya itu, telepon umum koin juga digunakan untuk mengirim pesan via pager. Cara kerjanya adalah kita telpon call center provider pagernya, lalu dia akan menanyakan ID tujuan, dan meminta pesannya apa. Kalau lagi marahan ya pesannya bisa galak, dan operatornya cengar-cengir. Kebayang aja dia tahu kalau orang mau nagih utang, kangen, berantem, dan sebagainya.

Telepon umum koin

Nah, ini dia pager yang booming sebelum HP terjangkau secara luas

Nah ini hp pertamaku duluuuuu – Nokia 3210 – Providernya XL, baru bisa di kota besar saja hehehe.. naik kereta langsung blank spot

 

Dulu kursus Lotus 123, Word Star, Word Perfect, dan dBase III+ pake PC XT ini

Ini Lupus, karya Hilman, yang ngehit pas SMA dulu

Yah itulah mengapa banyak yang menonton film Dilan. Generasi zaman now penasaran gimana bokap nyokapnya dulu sekolah dan pacaran, sementara bapak dan ibu zaman now ingin bernostalgia kenangan zaman old. Persis kaya dulu film Warkop. Bapaknya nganter anak nonton Warkop karena ehem hahaha..

Demikianlah curhatan generasi yang smp/smanya tahun 90’an. Ketahuan dah umurnya wkwkwk…

Kalau kalian dah nonton filmnya, share ya pengalaman kalian, apa kesan terhadap filmnya dan apa ada kenangan yang terlintas setelah menonton filmnya.

 

Iklan

Kuliner di Bandung

Ketika menginap di Bandung awal tahun baru 2016 lalu, di samping mengunjungi museum Geologi, kami juga menyempatkan diri untuk mencicipi kuliner yang ada di Bandung.

Mie Yamin Akung

Makan siang pertama kami pilih makan di Mie Yamin Akung di Jl. Lodaya Bandung. Mienya porsinya lumayan banyak, belum pakai topping. Jadi mie semangkok, toppingnya di mangkok lainnya saking banyaknya. Jadi kalau perut kapasitasnya gak gede, mending pesan mienya setengah, lalu toppingnya separuh saja dulu. Prioritaskan di pangsitnya yang lembut dan bakso. Siomay dan tahu kapasitasnya gede. Bisa buat berdua sih kalau pesan full.

 

bandung (136 of 192)

Es Duren yang Amazing

bandung (134 of 192)

Mie Yamin yang Awesome

bandung (135 of 192)

Toppingnya Gokil Abis

Kalau mau ke sini jangan pada hari Jumat, karena memang setiap hari Jumat tutup. Datanglah pada hari selain hari Jumat dari jam 10.00 – 20.00 WIB. Sebaiknya hindari jam makan siang di hari libur. Datanglah di hari kerja kalau bisa.

Seafood HDL Cilaki

Secara kami sekeluarga doyan seafood, dari ikan sampai kepiting, tentu saja saya kangen makan di Seafood HDL Cilaki yang terkenal dengan porsi jumbo dan hot platenya. Saran saya makan seporsi untuk dua orang. Rasanya cukup enak namun ikannya agak bau lumpur. Kepiting Singapore sausnya mirip saus padang, enak banget!

bandung (20 of 192)

Cah Kangkung Ayam dan Kepiting

bandung (21 of 192)

Kepiting Saus Singapore ini Maknyus Tenan

bandung (23 of 192)

Ikan Goreng Kriuknya enak di tepungnya (sayang agak bau lumpur)

Terakhir, kalau ke Bandung jangan lupa makan Seblak. Berdasarkan rekomendasi dari teman, saya pilih Seblak Basah Deu Tjenghar.

bandung (143 of 192)

Toppingnya siomay garing dan ceker maknyus tenan!

Bagaimana pengalaman Anda di Bandung? Ada favorit lain?

Jalan-jalan ke Museum Geologi Bandung

Sewaktu kami menginap di Hotel Jayakarta Bandung, saya mengajak anak-anak untuk pergi ke Museum Geologi di Bandung. Jadi tidak hanya jalan-jalan menghabiskan waktu namun juga bisa mendapatkan ilmu.

Kami benar-benar tidak menyangka, hanya dengan uang masuk 3000 rupiah, kami bisa mendapatkan informasi dengan teknologi tinggi tentang terbentuknya alam semesta, terjadinya gempa bumi, tsunami, sejarah manusia purba, info batu-batuan, dan sebagainya. Informasi ini tidak mudah dijumpai dari tempat lain dan disuguhkan dengan tekonologi audio visual. Bahkan simulator gempa juga ada! Sebuah tempat berbentuk persegi dengan tombol yang bisa dipilih untuk menentukan skala gempa tersedia dan siap mengguncang tubuh Anda! Seru!

Buat mereka yang suka batu akik, pasti tergila-gila melihat banyak batuan indah di sini. Fosil hewan dan manusia purba juga dipamerkan di museum ini. Sangat menyenangkan sekali ada museum yang dilengkapi teknologi canggih seperti ini.

Semoga nantinya makin banyak museum yang dilengkapi teknologi canggih seperti museum ini, sehingga tidak membosankan bagi pengunjungnya.

Menginap di Hotel Jayakarta Bandung

Sudah bertahun-tahun lamanya saya tidak menginjakkan kaki ke Kota Bandung. Alasannya sangatlah klise. Bandung di week end adalah kemacetan panjang sejak papan informasi di jalan tol Cipularang menunjukkan arah keluar Pasteur mulai terlihat. Berikut ini adalah salah satu contoh kemacetan yang sempat direkam oleh OkeZone.

pundgd8mxu

Terakhir lewat Cipularang sekitar satu atau dua tahun lalu untuk pergi camping ke Ciwidey keluar Kopo tanpa mampir ke Bandung. Berangkat lancar, pulang macet luar biasa karena bertepatan libur Nyepi.

Belajar dari pengalaman traumatis itu kami berencana jalan-jalan ke Bandung tidak di hari libur nasional. Kebetulan saya dapat cuti besar tahun ini sehingga kami sekeluarga memutuskan untuk cuti di 4 Januari 2016 hingga 8 Januari 2016. Di saat semua orang telah lelah berwisata dari sebelum Natal hingga tahun baru dan kembali bekerja, kami baru mulai berpetualang. Anti mainstream. Jadi boleh dikata kami tidak berkontribusi terhadap lengsernya Dirjen Perhubungan Darat, Pak Djoko Sasono seperti diberitakan di sini.

Strategi ini ternyata sangat tepat. Banyak sekali yang terjebak macet di jalan tol dan di berbagai kota besar karena banyak orang memanfaatkan libur bersama dan panjang di Natal tahun lalu. Kami sendiri yang memilih berlibur setelah tahun baru, merasakan jalan tol yang nyaman dan tempat wisata yang tidak padat di Bandung dan sekitarnya.

bandung (1 of 192)

Bersiap Liburan

bandung (2 of 192)

Perabotan Lenong hahaha…

Kami berangkat jam 9 pagi sempat mengalami sedikit kemacetan di daerah Bekasi karena ada kecelakaan truk terbalik.

bandung (3 of 192)

Kecelakaan di dekat pintu tol Cikarang

Kami memilih menginap di Hotel Jayakarta Bandung yang berbintang 4 dan memiliki rate bagus di Traveloka, 50% diskon dari tarif walk in selama dua malam.

Berikut adalah foto-foto selama menginap di sana.

bandung (137 of 192)

Foto di kamar

Review dari kami:

  • Kamar lumayan OK, AC dingin, ada balkon
  • Kolam renang dingin airnya kurang begitu bersih. Yang asyik kolam whirlpoolnya yang hangat
  • Tempat main buat anak dekat kolam renang lumayan asyik
  • Makanan (sarapan) sangat biasa saja. Mending makan di luar

Paginya saya mencoba mengenal daerah sekitar sambil berolahraga jalan di pagi hari sampai ke Dago Atas. Lumayanlah buat cari keringat.

Overall, kami memberi rating 7/10 untuk pengalaman menginap di sana.

Selama menginap di sana kami mengunjungi beberapa tempat :

  • Seafood HDL Cilaki (cocok buat penyuka seafood porsi jumbo alias makan rame-rame)
  • Mie Akung di Jl. Lodaya (mie yaminnya enak dan toppingnya besar-besar. Pastikan separuh saja mienya, toppingnya setengah atau full. Es duren jangan lupa)
  • Seblak Deu TjengHar (murah dan uenak. Topping siomay keringnya asyik)

bandung (143 of 192).jpg

Bersilaturahim dengan teman SMA (Indah Wulandari) juga saya sempatkan, mumpung lagi ke Bandung.

Kami juga menyempatkan pergi mengunjungi Museum Geologi yang hi tech dan memberikan banyak informasi buat anak-anak. Foto-foto bisa dilihat di postingan berikutnya.

Setelah menginap dua malam di daerah Juanda ini, kami pindah ke villa di Lembang milik temannya teman. Lumayan murah. 750 ribu untuk tiga hari dua malam, bisa untuk 10 orang. Bisa masak pula karena semua peralatan masak sudah disiapkan.

Di sana kami mengunjungi de Ranch dan Sari Ater. Review dan gambar-gambar ada di postingan selanjutnya.

Camping di Ranca Upas – Ciwidey – Bandung

Libur panjang Nyepi kemarin kami habiskan dengan berkemah di Ranca Upas, Ciwidey, Bandung. Tadinya mau camping bersama rekan kantor, Dony Alpha, yang sudah pernah ke sana duluan beberapa waktu lalu. Sayang anak-anaknya sedang sakit, jadi terpaksa batal ke Ciwidey. Karena sudah direncanakan akhirnya kami tetap berkemah, berlima minus istri yang mendapat tugas ke luar kota selama tiga hari. Malam sebelum keberangkatan, istri tercinta belanja makanan untuk dimasak selama camping. Tadinya mau sharing juga sama keluarga Dony, namun karena ada force majeur, bekalnya jadi terasa berlimpah 🙂

Bekal Makanan

Bekal Makanan

Saya, Rayyan, Aila, Angga (adik istri), dan Mbak Saroh bangun pukul 4 pagi untuk mempersiapkan segala sesuatunya, seperti sholat, sarapan, dan memasukkan barang-barang ke mobil. Apa saja yang kami bawa ke sana?

  • Tenda untuk 5 orang merk Turbo Tent, beli di Ace Hw. Pengen tahu speknya?
  • Kompor gas portable, beli di Ace Hw juga, dengan 4 kaleng gas dari Lotte Mart, sekalengnya sekitar 10 ribuan
  • Piring, gelas, mangkok, dan sendok buat piknik
  • Teflon buat menggoreng, panci kecil untuk masak indomie
  • Poci tanah liat dengan gula batu untuk ngeteh di suhu dingin 🙂
  • Beberapa bed cover dan pakaian antidingin berupa jaket tebal untuk menghangatkan badan
  • Aqua galon dan pompanya. Selama 3 hari 2 malam, untuk minum dan masak kami menghabiskan sekitar 3/4 galon. Ada Alfamart dekat Ranca Upas, sekitar 4 km dari BuPer. Jadi kalau membutuhkan cemilan, kopi, stmj, indomie, senter, kaos, sandal, dsb, bisa ke sini. Butuh cash? Bisa pakai BCA Tunai di situ. Nggak punya BCA? Pastikan mengambil uang di daerah Soreang, mumpung masih banyak ATM
  • Alat bantu penerangan. Kami membawa 1 lampu emergency yang ada di rumah yang biasa digunakan kalau mati listrik, 1 senter besar, 2 senter kecil, 1 lampu badai dengan baterai, dan 1 head lamp. Berguna kalau mau pipis ke WC atau mengambil barang di dalam tenda di malam hari
  • Terpal dan tambang untuk membuat bivak. Semakin lebar semakin baik.
  • Berbagai alat masak untuk menanak nasi, dsb
  • Pakaian ganti, kupluk, long john, dan pakaian renang (ada kolam air panas lho)

Apa saja yang kami tidak bawa dan kami harap membawanya?

  • Meja lipat kecil untuk makanan. Sebenarnya sudah disiapkan di garasi, tetapi karena barang-barang sudah masuk, tidak jadi dibawa karena bingung membawanya 🙂
  • Alas duduk dari plastik. Ruang vestibule di depan tenda bisa diberi alas duduk dari plastik ini untuk menampung barang-barang atau tambahan 1 orang. Kami membawa tikar lipat yang agak rentan terhadap air, jadi tidak bisa untuk duduk.
  • Keset untuk membersihkan kaki sebelum masuk tenda (akhirnya beli di Alfamart seharga 11 ribuan)
  • Ember dan gayung. Sebenarnya di depan Alfamart jual, namun maghrib sudah tutup. Jadi batal beli. Ember berguna untuk mencuci piring atau peralatan masak lainnya, membasuh kaki, dsb
  • Radio/TV dengan batere. Ketika hari sepi, mendengarkan musik atau berita sangat menghibur. Untung tetangga membawa radio sehingga kami bisa ikut terhibur
  • 1 tambahan kompor. Menggunakan 1 kompor portable untuk memasak air, nasi, dan lauk pauk untuk 5 orang, terasa sangat lama. Kalau misalnya ada 2 kompor, satu bisa untuk memasak nasi dan lainnya bisa memasak indomie atau lauk pauk lainnya.

Walhasil pukul 6 pagi berangkat dari rumah menuju tol Serpong, JORR, Cikunir, Cikampek, Cipularang, dan keluar di Kopo. Sempat berhenti satu jam untuk berbagai keperluan di Rest Area Cikampek.

Setelah keluar tol Kopo, kami merasa hari itu jalanan cukup macet ditambah ada kampanye PKS. Tapi kami menikmati saja perjalanan ini. Sampai Soreang sekitar pukul 1 siang. Kami memutuskan untuk sholat dan makan siang di Restoran Mawar di daerah Soreang. Ikan Gurame Saus Kacangnya dan Karedok Leuncanya maknyus!

Setelah makan dan sholat kami langsung menuju perkemahan Ranca Upas yang mulai mendung. Kami harus tiba sebelum hujan turun. Tidak berapa lama perjalanan yang menanjak itu akhirnya sampailah sudah. Berlima untuk 3 hari 2 malam dan mobil kami membayar 125 ribu rupiah. Karena berlima akhirnya kami menyewa satu tenda lagi dengan alasnya untuk dua malam sebesar 200 ribu rupiah. Petugas di sana membantu memasangkan tenda kami dan tenda sewaan, termasuk sebuah terpal untuk dijadikan bivak tempat berteduh ketika memasak di dekat tenda. Memiliki tenda sendiri benar-benar menghemat biaya untuk keperluan tenda.

Pagi hari setelah subuh, saya berjalan-jalan membawa kamera untuk mengambil gambar pemandangan di sekitar tenda sambil mengumpulkan beberapa informasi untuk dibagikan kepada anggota keluarga lainnya.  Nah sekarang kita lihat fasilitas-fasilitas yang ada di sana.

Fasilitas yang ada di Buper ini adalah:

  • Paint Ball (cocok kalau jumlah pesertanya banyak – dijamin seru karena perangnya bernuansa hutan)
  • Outbound (flying fox, rumah pohon, bungee trampolin, jembatan burma, dsb juga cocok kalau pesertanya banyak)
  • Kolam renang air panas (tiketnya 15 ribu per orang. Sayang tempat bilasnya sedikit, padahal yang datang banyak)
  • Penangkaran rusa (bisa membeli wortel seharga 5000 untuk diberi makan ke rusanya)
  • Sewa sepeda gunung (20 ribu per jam – asyik bisa membakar kalori memutari kompleks yang luas ini)
  • Trekking ke bukit

Dari pintu masuk yang ada tiketnya, di sebelah kiri sering digunakan untuk motocross. Saya sempat mengambil gambar aksi motor dan mobil offroad yang berlaga di situ.

Setelah puas menonton mereka berlaga, saya dan Rayyan menyewa sepeda dan membakar kalori selama hampir satu jam, naik tanjakan yang melelahkan namun sangat mengasyikkan!

Melihat-lihat pemandangan sekitar tempat camping adalah salah satu cara untuk memanfaatkan waktu di sana. Berikut ini adalah beberapa gambar yang saya ambil di tempat Berenang air panas dan beberapa tempat lainnya.

Kesan waktu mengunjungi kolam renang adalah airnya tidak kotor, lumayan lah. Airnya hangat, tidak panas, jadi tidak menyakiti kulit. Sayang tempat bilasnya kurang banyak. Dan waktu itu perosotannya sedang diperbaiki sehingga mengurangi potensi fun yang ada. Untuk perusahaan atau outbond dengan banyak peserta, Ranca Upas menjadi salah satu pilihan yang menarik.

Bagi Aila, yang paling menyenangkan di sini selain berenang di air panas adalah memberi makan rusa. Untuk melihat rusa tidak perlu membayar. Jika ingin memberi makan, bias membeli wortel seharga 5000 per plastiknya.

Di hari ketiga, setelah sarapan dan saying good bye ke rusa-rusa yang lucu, kami menyempatkan diri ke Situ Patenggang yang tidak jauh dari buper ini. Keluar tinggal belok kanan dalam waktu lima belas menit sudah sampai. Kami juga sempat mengambil foto di perkebunan the Walini yang menghijau.

Tidak jauh dari Walini, sampailah kami ke Situ Patenggang. Tempatnya sangat indah, apalagi kalau dikunjungi bersama kekasih hati. Berikut ini adalah hasil jepretan di sana.

Singkat cerita, liburan yang menyenangkan bersama keluarga tidak harus di hotel mewah berbintang lima. Berkemah di bawah jutaan bintang mensyukuri ciptaan Tuhan lebih bermakna. Berkemah melatih anak-anak hidup berdampingan dengan alam, melatih kemandirian, menguatkan fisik, dan banyak hal positif lainnya.

Berkemah di Ranca Upas Ciwidey merupakan pilihan yang menarik buat anak-anak karena ada fasilitas penangkaran rusa dan kolam renang air panas. Di sekitar buper juga ada tempat wisata Kawah Putih (yang in shaa Allah akan dikunjungi di lain waktu), kebun teh Walini, dan Situ Patenggang yang menawarkan keindahan alam.

Pembaca, apakah punya kandidat tempat berkemah yang menarik untuk Keluarga lainnya? Bagikan di komentar ya..

Jalan-jalan ke Kampung Gajah dan Kampung Daun

Beberapa waktu yang lalu kami sekeluarga memutuskan untuk pergi ke Bandung setelah mungkin sekitar 3-4 tahun tidak pergi ke sana. Alasannya adalah trauma. Trauma dengan macet di Bandung dan Puncak. Jadi kami sangat menghindari pergi ke Puncak atau ke Bandung. Sehari sebelumnya, pas hari Jumat, saya bertanya kepada teman-teman di kantor. Ke mana lagi ya liburan di seputar Jakarta? Taman Mini bosen. Dufan bosen. Tenda Mongolia sudah. Michael Resort sudah. Sentul dan sekitarnya sudah. Ragunan bosen. Taman Safari sudah. Gunung Bunder dan air terjunnya sudah. Anyer gitu-gitu aja. Ujung Genteng, Tanjung Lesung, dan Sawarna kejauhan. Musti cuti 1 atau 2 hari di luar Sabtu Minggu supaya tidak terlalu lelah dan liburannya cukup dinikmati. Mal bosen. Museum? Di TMII bosen. Di luar TMII biasanya tidak terawat, bau debu, dan auranya Conjuring. Trus aku lebih suka outdoor. Mau camping lagi musim hujan. Akhirnya ada yang menganjurkan ke Kampung Gajah di Lembang. Setelah google, foto-fotonya sepertinya asyik. Ya sudah Sabtu habis subuh langsung google cari hotel. Sari Ater yang ada air panasnya habis. Full booked. Akhirnya nemu di Setiabudi, Banana Inn Hotel yang berbintang 4. Not bad, affordable, gak terlalu jauh dari kota, dan gak terlalu jauh juga dari Kampung Gajah. Dekat Paris Van Java kalau mau ke mal.

Berikut adalah foto-foto di hotel.

Hari pertama kami berencana ke Tangkuban Perahu, namun karena hujan dan sudah sore dianjurkan tidak ke sana oleh teman yang tinggal di Bandung. Diusulkan pagi harinya saja, baru ke Kampung Gajah. Jadi sore itu kami berenang saja di hotel.

Paginya setelah sarapan mereka berenang lagi di hotel setelah sarapan. Akhirnya keluar hotel pas check out dan langsung ke Kampung Gajah. Sayang di sana hujan terus sehingga sebagian besar permainan outdoor tidak dioperasikan. Akhirnya kami hanya mencoba naik robot Bumblebee (sangat tidak sepadan dengan harganya, 150 ribu rupiah hanya untuk 2 putaran). Mesinnya dari motor Mio yang tidak bertenaga dengan beban berat di atasnya. Menurut saya, tidak perlu dicoba. Anak-anak sih senang. Tapi harganya semahal itu, sangat tidak layak untuk dicoba. Yang kedua kami mencoba Rumah Teror, di man pengunjung wahana naik kereta di atas rel masuk ke ruangan super gelap, dengan boneka, pocong, dan petugas berpakaian yang mencoba menakut-nakuti kami. Sebagai penggemar film Conjuring dan Insidious, wahana ini tampak menggelikan ali-alih menakutkan. Hanya saya dan Rayyan yang mencoba. Aila dan mamahnya lihat-lihat baju di toko. Tipikal para wanita. Sigh.

Setelah itu kami cabut untuk makan siang di Kampung Daun. Begitu parkir dan mencoba reservasi, menunggu antrian ke-10. Akhirnya sambil menunggu reservasi saya memesan 3 kerak telor, bala-bala, ketan bakar, pisang aroma, dan segelas bandrek. Suhu yang dingin dibalut hujan yang tak berhenti dibalas dengan kenikmatan bandrek hangat dengan kelapa dan jagung muda. Rasanya AMAZING.

Setelah kami mendapat giliran, di dekat air terjun, perut kami sudah kenyang, sehingga hanya memesan minum saja. Harga makanannya cukup mahal. Tempatnya sangat bagus. Romantis dan indah. Yang dijual di sini adalah keindahannya. Setelah puas berfoto-foto, kami pulang ke Jakarta, dengan tidak lupa memakan dengan nikmat ikan wader garing dan ayam goreng Ciganea di Rest Area tol. AMAZING. Murah dan super nikmat.

Kesimpulan:

– Pesan hotel jauh-jauh hari, lewat online lebih murah daripada telpon langsung ke hotelnya
– Bawa kasur pompa supaya tidak perlu bayar extra bed
– Ke Kampung Gajah, datanglah di musim panas. Jangan musim hujan. Tidak seperti di Trans Studio yang tertutup, aman segala cuaca.
– Ke Kampung Daun enaknya minum-minum dan makan cemilannya. Makan di luar yang enak dan murah, mampir ke Kampung Daun untuk dapat suasananya

Selamat berlibur.

Kalau ada yang punya alternatif fotografi outdoor di Jakarta atau tempat wisata seputar Jakarta lainnya, mohon dishare di komentar yaa.. TIA.

Weekly Photo Challenge: Family

This week’s challenge is Family. I present you a pic of my family, The Autobot Family, with Bumblebee @ Kampung Gajah, Lembang, Bandung, West Java, Indonesia.

With Bumblebee

With Bumblebee

Wisata Kuliner Part Deux (BANDUNG)

Sebelumna di Jakarta, sekarang Bandung.

TEMPAT JAJAN JAJAN BANDUNG

NASI GORENG

Borobudur, Jl. Setiabudi

Sumber Hidangan, Jl. Braga

Braga Permai (porsi besar)

Daerah Geger Kalong, dekat rental Prambanan

Toko Yu, Jl. Hasannudin

Jl. Bahureksa – depannya SMPK 4 BPK

Nasi Goreng Bejo, kantin Fisip UNPAR

Nasi Goreng JL. Rajiman

Jl. Sadewa

Jl. Kresna (depan salon, dekat lapangan)

Nasi Goreng Ohar di dalem pasar baru. Yang ini juga enak, kalau tidak
tau tempatnya tinggal minta ditunjukkan kepada pedagang di sana tentang
nasi goreng Ohar.

Nasi Goreng Jl. Kresna (depan Salon, deket lapangan)

Nasi Goreng di Abadi (dulunya the Tanabe), Jl. Setiabudhi

Nasi Goreng Ikan Asin, di Kafe Batu, jl. Burangrang

Nasi Goreng Ikan Asin, di Gerbong Antrik (alamat menyusul – lupa)

Nasi Goreng Jl. Pasirkaliki. Di sejajaran Gereja Hok Im Tong, sesudah
melewati jalan semar nah di situ khan banyak orang jualan, cari salah
satunya … enak loh and banyak.

BASO TAHU

Borobudur, Jl. Setiabudi

Baso Panghegar Jl. Holis

Kingsley, Jl. Veteran, Bungsu

Baso Tahu Tegallega, deket Gg. Jaya, pas didepannya Jl. Otista 457
(hanya malam)

Baso Tahu Wibisana, Jl. Rama

Sasa di pengkolan Jl. Supratman

Sari-sari di deket pengkolan Jl. Ranggamalela – Sultan Agung

BATAGOR

Kingsley, Jl. Veteran, Bungsu (katanya berdus-dus dibawa ke Surabaya)

Jl. Purnawarman (dekat pintu keluar tempat parkir Gramedia)

Jalan Cibadak (depan toko buku merauke)

Jl Burangrang, di Martabak San Fransisco

Jl. Bungsu (deket toko kue 10 Satu)

Batagor di Simpang Dago dan Kopo

Batagor RIRI Jl. Burangrang

Batagor 99, Jl. Pasirkaliki bawah, sebelum stopan pajajaran

GUDEG

Jl. Lombok deket EEP (pindahan dari jalan Banda)

Jl. Surya Sumantri (sejajar museum Barli)

Gudeg Kabita, Jl. Jend Sudirman seberang rest. Phoenix

Gudeg Jogya Jl. RE Martadinata

Jl. Ksatriaan (dulunya gudeg Capitol) – hanya pagi

Jl. Semar dekat gereja Hok Im Tong (sampai siang)

Gudeg Aloy Jl.Sultan Agung

BASO MALANG

Jl. Cihampelas, deket wartel/St. East (sore jam lima s.d. malem)

Jl. Rajiman antara Likmi dan SD Paulus

Jl. Cipaganti (dekat Mesjid Raya Cipaganti)

Warung di Jalan Surya Sumantri (buka pagi-siang) sedikit di bawah
Maranatha, sebelah kanan kalau masuk dari Terusan Pasteur.

Sekitar Mesjid Istiqamah Jl. Citarum

Bakso malang Jl. Burangrang deket restoran Sedep malem (sore jam 4)

Bakso Malang Jl. Karapitan

BASO KUAH

Depan Hotel Panghegar

Baso Panghegar Jl. Holis

Mie Baso pangsit, Jl. Lombok deket prapatan Aceh

Baso sapi/pangsit/ wonton udang kuah di Bakmi Ayam Jakarta,
Jl.Cihampelas

Gang Kebon Karet (Jl. Otista seberang Danamon), di sini semacam Pujasera

LONTONG KARI (atau Kupat Tahu)

Deket Gubernuran, masuk gang (alamatnya yang persis, kalau ada yang
tahu!!) mentok Jl. Semar (masuk lewat Paskal) – pagi

Gang Kebon Karet (Jl. Otista seberang Danamon), di sini semacam pujasera

Jl. Bengawan masuknya dari Jl. Cendana lebih dekat (dulu di Jl. Cihapit)

MIE / YAMIEN

Mie rica Jl. Kejaksaan (sebelah dekat braga)

Gg. Bapa Supi

Gg. Luna (sudirman – andir)

Jl. Balonggede (masuk dr dalem kaum sblh kiri)

Mie Naripan, di perempatan Jl. Sunda dan Naripan

Baso Panghegar, depan Toko You, jl. Hasanudin

Mie Akung, Jl. Lodaya

Mie Jl. Kebon Tangkil

Mie Jl. Astana Anyar

Yamien Medan jalan Tamim

Kupat Tahu, Lotek, terus ama Mie Ayam , jalan Alketeri

Mie Abadi (dulunya teh Tanabe), Jl. Setiabudhi

Mie Akim, Jl. Rama (baso, baso tahu, nasi tim)

Jl. Banda (Nursijan)

MIE KOCOK

Jl. Banteng

Jl. H. Akbar, depan Kartika Sari

Mie kocok Jl. Sunda deket Biliard Manhattan

Jl. Semar (masuk lewat Paskal) – pagi

Jl. Sunda (deket Manhattan Billiard)

LOMIE

Jl. Suwatama

Jl. Kalipahapo

Jl. Gardujati (Restoran Utara)

Jl. Astana Anyar

Jl. Gardujati, sejajar dengan restaurant Dunia Baru

Lomie di Jl. Rama, yang jualan Kwo Tie

KWE TIAUW SAPI, GORENG, SIRAM, BUN, dll..

Jl. Gardujati (deket gereja hokimtong)

Jl. Rajiman (warung artomoro)

Jl. Astanaannyar seberang Bank Prima Express

Jl. Sadewa – Indomie kwetiau siram

SATE

sate ayam jl. maulana yusuf

sate banyumas (pasar simpang, dago)

sate jl. kejaksaan (jl.Tamblong ke kiri) samping binatu

sate kambing pak karjan jl. pasirkaliki

sate di depan mie naripan (sore )

sate Madura di jalan Anggrek (masuknya lewat Riau)

(sate & gule) Warung Tegal di deket jalan Tol Pasteur (lewatnya
dari Maranatha ke paskal)

Sate Hadori di seberang Stasiun KA (pangkalan Angkot) masuknya lewat
Jl. Kebonjati .. setelah liat Jl. Dulatip, belok kanan

Sate kambing Jl.Balonggede … (seberang Palaguna Plaza) masuk lewat
Dalem Kaum .. sebelah kiri

Sate Ayam Jl. Gatot Subroto (pujasera)

Jl. Karang anyar (Bareng tukang juice)

Jl. Aceh (blk. tukang besi, 100 m dari stopan)

Sate ayam Blora, Jl. Pasirkaliki. Dari selatan, sebelum perempatan
Pajajaran PsKaliki sebelah kanan….di trotoar, malam

JAGUNG BAKAR 4 RASA

seberangnya Gelael Dago

Cibadak deket tukang Jus / milk Shake

AYAM GORENG

Ayam Goreng Suharti

Dago dan sekitarnya: 420-8244/420- 3127

Cipaganti dan sekitarnya: 203-8677/232- 188

Jl. Panaitan (Ayam Goreng Nikmat)

Jl. Semar & Surya Sumantri (Ayam Semar)

Jl. Ayam Goreng Brebes, arah ke Lembang (pas belokan ke kanan, sebelum
pom bensin).

Ayam Goreng / Bakar + usus + lalap + sambel “Ngudi Rahayu”, tempatnya
di Jl. Lombok depannya RCTI

Ayam Suniaraja (Pojokan, depan Hotel Panghegar)

Ayam Goreng Tepung Lamping, Jl. Lamping, Cipaganti

Ayam goreng Ma Uneh, Pajajaran (sore jam 5) – deket tempat orang buta

Ayam Goreng Facktoy (Warung di Suniaraja), deket Hotin

Ayam Jogja Jl. Putri dan Jl Kejaksaan

Ayam POP Ciumbeluit atas, sesudah UNPAR

Ayam rica di Jl Setiabudhi (masuk gang) kira-kira 200m setelah enhaii
sebelah kiri

Sebelahnya ayam goreng Brebes dan sebelahnya ayam goreng 2001, Lembang.
sambelnya lebih enak dari Brebes)

Ayam goreng Raben, Ciumbeluit

BUBUR AYAM

Jl. Asia Afrika (deket PR)

Gg. Kasmin – Jend. Sudirman

Jl. Jend. Sudirman, lewat caringin sebelah kanan, daerah jamika (malem)

Perempatan Pasteur-Paskal, deket rumah makan Naya

Mang Oyo, Dekat RS. Sumber Asih, depan lapangan, di depan Jl. H. Hasan
& H. Wahid (daerah Dipati Ukur)

Jl. Pajajaran (dari arah IPTN – melewati jalan Pandu sekitar 20-40
meteran, terletak di sebelah kiri)

Pak Hamid (sebelah wartel dekat IPTN sebelah kiri jalan) dengan cabang
jl. Kebon Kawung (dekat statsiun kertea api)

PEMPEK

Pempek Rama, Jl. Rama — cobain pempek bakarnya !

Jl. Karang Anyar, sedikit di bawah pempek Setiabudhi masuk lagi ke
dalam gang.

Pempek Pak Raden, Jl. Rama. Juga buka cabang di Dipati Ukur,
bersebelahan dengan rumah makan Kapau.

Pempek di pertigaan Kalipah Apo- Otista…di sebelah kiri..tempatnya
kecil

ROTI BAKAR

Jl. Gardujati (Nama tokonya ‘DUTI’)

Jl. Kote (daerah Jl.Sudirman) harus malem

Jl. Kasmin (daerah Sudirman)

RONDE JAHE

Jl. Burangrang, Martabak San Fransisco

Jl. Alketeri , Asia Afrika

Jl. Sumatera (seberang bioskop Regent)

Pujasera di Jl. Karapitan yang satu arah, sebelum bioskop Artha

LOTEK

Lotek K
alipah Apo, Jl. Ciguriang – sebelah King Shopping

Jl. Moh. Ramdan, dari arah Jl. Pungkur sebelah kiri

Di komplek Sumber Sari, seberang BCA

Jl Macan

Jl.Kelenteng

Jl. Mahmud (jam – jam Sekolah) ada nasi bakmoi dan rujak

Jl. Haji akbar (deket Kartika Sari)

Jl. Setiabudi (di pertokoan Borma)

SWIKEE (kodok)

Jl Cibadak pengkolan jl Cibadak-astanaanyar .

Jatiwangi Jl. Cihampelas.

Jl. Gandapura, sebelah Next Computer

PEUYEUM

Pasar Sederhana

Di pinggiran Jl. Cihampelas banyak yang ngejual

SOP KAKI SAPI

Di ujung Jalan Banceuy, seberang restoran Hotin. Namanya Sop Kaki /
Babat Jakarta.

Jl. Cikapundung ….(buka malem )

MASAKAN JEPANG

Warung Jepang, deket simpangan Karang Anyar – Astana Anyar

Hanamasa, Inazuki, Miyazaki

Teppan Express di Jl. Pasirkaliki

Suki Coca, Jl. Dago

Hoka-hoka Bento (di jalan apa saja ya?)

MASAKAN MANDARIN

Phoenix, Jend Sudirman

Chinese Food, Jl. Sunda, persis seberang Yogya Dept. Store

Jl. Paskal, depan Hotel Familie II (sidewalk alias pinggir jalan)

Masakan Mandarin di Jalan Yo Soen Bie… yang enak sapi cah kailan,
ayam nanking

Rose, Jl. Ahmad Yani (rekomendasi : cah kangkung, ayam cah shantung)

Dunia Baru, Jl. Gardujati

A Siong, Jl. Kebon Kawung (sejajaran dengan martabak Canada)

Pujasera Jl. Burangrang

STEAK

Road Cafe, di Jalan Cilaki

Chiba, Jl. Dr. Rum

Pasadena, di daerah Sukajadi. Dari bawah (arah pasirkaliki) lurus terus
sampe pom bensin, trus ada perempatan, belok kiri, langsung kiri
lagi,udah nyampe.

Milala, Jl. Lombok dekat SMAN 5

(STEAK a la Jepang) Ichiban, Jl. Abd. Rahman Saleh

Di sebelahnya ENHAII, d sebelah bawahnya…. agak masuk tempatnya.

Taboo, Jl. Burangrang. Kalo nggak salah di sebelahnya Wartel, &
rada deket sama BankBali.

K’One El’s – ada di belakang Unpar. Ada chicken steak, mie premix, nasi
goreng, Bitter Ballen, Lumpia

Tizis, Jl. Kidang Pananjung, Dago

Glosis, daerah Ciumbuleuit

Jl. Sadewa

Bayou steak

RUJAK/ASINAN

Jl. Tengku Angkasa, Dipati Ukur

Jl. Kalipah Apo , tempat lotek Kalipah apo

Jl. Kelenteng

Jl. Macan

Rujaknya sumber sari

KUPAT TAHU & TAHU

Pasar Balubur, di belakang tukang buah, persis pinggir Jl. Kebon Bibit,
depan apotik

Jl. Putri (ujung)

Tahu Yun Sen, Jl. Jendral Sudirman

Kupat Tahu di Jl. Gempol Wetan (deket pasar, pagi)

Kupat tahu petis di pertigaan Jl. Reog Jl. Angklung

Kupat tahu petis di Jl. Pungkur, di sebelah Bengkel Teknik Willy’s

SOTO

Soto Bandung dan Aneka Jajanan Buka Puasa Jl.Macan, Buah Batu

Soto Po Jl. Kelenteng

Soto Po Jl. Veteran (sebelum Jl.A.Yani, setelah Jl. Sunda)

Soto Banjir Jl. Astana Anyar

BAKERY

La Belle, Jl. Dago, Kroket Keju

Sweet Heart, Jl. Bawean dan Riau, Nougat Cake & Wafer Coklat

Rasa, Jl. Tamblong (Ice Cake, Black Forest)

Abadi, Jl.Purnawarman, Bagelen Basah

French, Jl. Braga

Victoria, Jl. Pagergunung

KUO TIE

Kuo Tie Santung, Jl, Pasirkoja

Kuo Tie di Jl Cibadak

Kuo Tie, Jln.Martadinata

Kuo Tie Utara Jl. Gardujati

Kuo Tie Jl. Rama

MARTABAK

San Fransisco Jl. Burangrang

Martabak Jagung Jl. Sudirman deket pasar Andir

Martabak Capitol Jl. Sudirman deket Capitol Plaza

Martabak Canada Jl. Kebon Kawung

MARTABAK HOLLAND Jl. Cibadak

Gg. Kasmin – Jend. Sudirman

Martabak Rumah Makan Asia di Jl. Cipaganti setelah perapatan Eyckman

KEPITING (Saos Tirem biasanya )

Restoran Shantung Jl. Pasirkoja

Restoran Rose Jl. Ahmad Yani

Seafood Jl. Sulanjana

SEAFOOD

Inti Laut (Restoran) Jl. Pasirkaliki

Pancoran (Restoran) Jl. Terusan Pasteur

Nelayan (Restoran) Jl. Terusan Pasteur

NASI KUNING

Jl. PasirKoja (dari arah terusan Pasirkoja ….. trus ampe 10 m deket
STOPAN Astana Anyar) harus sore / malam

Jl. Gardujati (deket tukang juice) harus malem / sore juga

Rupa-rupa

Warung Kemuning (mirip-mirip Warnasari lah..) di Jl. Kemuning deket
Gereja Kemuning

Warnasari, Jl. Tamansari

Jl. Kenari

Semacam Pujasera di Jl. Sumatra…sebelum Regent sebelah kanan (malem)

Nasi kabuli, shoarma, kebab di Pujasera Selasih (Jl. Pahlawan, dekat
traffic light, pintu masuk ITENAS)

Es Campur

Dekat Kingsley, Jl. Veteran, Bungsu “Es Campur Bungsu” – Asal
mula es campur OYEN.

Es ‘campur’ di Sultan Plaza lt plg atas.

Es Campur Jl. Putri

Di Jalan utama Taman Kopo Indah sebelah kiri

Es Cendol

Es Cendol Elizabeth Jln Cihampelas, deket Sapu Lidi Jeans

Aneka JUICE

Aneka jus (hit: sunquist, marquisa, duren, fruitpunch) di Bakmi Ayam
Jakarta, Jl. Cihampelas (sebelah Karya Umbi)

Warna Sari Kantin, Jl. Taman Sari

Kantin Sakinah, belakang pasar Simpang, JL. Tubagus Ismail

Cibadak , Milkshake jus (tempatnya tukang jagong, pengkolan gang kasmin)

Jl. Gardujati

Jl. Kalipah apo

Jl. Astana anyar (jeruk kelapanya )

Jl. Rama (jus markisa plus jeruknya)

Yoghurt

Jl. Cisangkuy (rekomendasi: fresh strawberry juice)

Colombia, Jl. Dago (depan Borromeus)

Es Krim

Braga Permai, jalan Braga. Strawberry specialnya

“Rasa”, jalan Tamblong. Peach Melba, Sherry Temple

Masakan Padang

“Uni Ju”, di jalan Buahbatu, sebelah Bank Niaga.

Di belakang Toko Roti Merdeka (jl. Purnawarman)

jalan Asia Afrika

“Ibu Mus” Jl. Buah batu, ini kalo yang suka bumbu yang kuat

Gepuk

Gepuk Nyonya Yong di jl RE Martadinata, Jln Setia Budhi

Lumpia, Nasi berkat, tumpeng

Lumpia Semarang, jl Badak Singa

Makanan murah meriah dan bisa nongrong khusus malem (Pindahan dari
jalan Supratman). Ada steak, nasi goreng, bandrek, Bajigur, jagung
bakar, goreng gorengan, sate,dll

Jl. Cihapit

Susu Murni

di Sumur Lembang (Susu Murni Lembang)

Kue Sus

Kue sus Merdeka.

Pisang Molen

Kartika sari, dekat Station Kereta api