The Starbucks Experience


Tanggal 4 Oktober yang lalu kami sekeluarga mampir ke Gramedia Pondok Indah, dan saya memborong 4 buku. 3 untuk saya, 1 untuk istri. Saya membeli The Starbucks Experience, The Apple Way, dan Warren Buffet. Istri pengen membaca buku ketiga dari tetralogi Twilight.

Ok, saya coba review satu buku yang baru selesai pagi ini dalam perjalanan Bandung – Jakarta, naik travel Bimo dengan VW Caravell. Terus terang saya tidak begitu sering membeli kopi di Starbucks. Saya kurang begitu suka kopi, apalagi kopi kental pahit. Kalau minum kopi sukanya yang ringan-ringan saja. Nah saya lebih suka coklat. Hal lain mengapa jarang ke Starbucks karena harganya menurut saya cukup mahal untuk ukuran kantong. Yah kadang-kadang saja beli ke sana. Saya tertarik membaca buku The Starbuck Experience, pertama karena desain covernya yang menarik. Dengan logo Starbucks yang terkenal itu terletak di tengah halaman dan ada gambar kertas pelindung dari panas yang melingkar di tengah, mengingatkan kita gelas Starbucks. Catchy. Hal lain adalah saya tertarik dengan perusahaan yang sangat terkenal ini, dan pernah masuk jajaran 10 besar bareng-bareng Microsoft dan Google.

Buku ini ditulis tidak untuk mengajak Anda minum kopi di sana. Tidak. Tetapi karena keunikan bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan inilah yang mencoba ditularkan penulis kepada pembacanya.

Ada 5 hal yang dianggap penulis penting untuk kita serap dan telah dipraktekkan oleh Starbucks:
1. Lakukan dengan Cara Anda
2. Semuanya Penting (jangan remehkan detail)
3. Surprise and Delight (kejutan yang menyenangkan)
4. Terbuka terhadap Kritik
5. Leave Your Mark (ciri khas)

Salah satu hal yang mencengangkan adalah saham Starbucks sejak th 1992 telah meningkat sebesar 5000%! Buku ini enak dibaca secara penulisnya adalah konsultan, terbiasa memberikan pelatihan, dan juga seorang penyiar radio!

Hard cover dengan sampul menarik, buku setebal 233 halaman ini renyah dengan pengalaman Starbucks yang banyak diambil dari para mitra dan pelanggan yang terinspirasi dengan tujuan mulia Starbucks.


Membaca buku ini, kita terinspirasi untuk lebih melakukan tanggung jawab sosial. Bisnis tetaplah bisnis, namun peduli pada komunitas di sekitar kita dan menyumbangkan sesuatu agar dunia menjadi lebih baik, adalah pilihan yang terpuji. Setelah membaca buku ini saya mungkin tidak akan menjadi pelanggan tetap Starbucks, tetapi saya merasa berterimakasih bahwa jika kelak nanti saya memiliki bisnis sendiri, setidaknya ada bekal untuk melakukan hal positif bagi dunia.

Selamat menjadi luar biasa dengan hal biasa!

Iklan

Posted on Oktober 9, 2008, in Ulasan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: