Perjalanan ke Bangkok – Hari #3


Pada hari ketiga, Jumat siang setelah mengunjungi beberapa stand pameran, aku bersama Pak Hans dan Pak Triarso sholat Jumat di KBRI yang lokasinya tidak jauh dari Central World di mana Hotel Grand Centara berada. Kami berjalan kaki di terik matahari sekitar 37 – 40 derajat celcius dan selalu mencoba masuk ke mal untuk ngadem walau cuma sebentar untuk keluar lagi di ujungnya.

Ketika masuk KBRI, kami diminta menyerahkan KTP. Hehehe.. terpakai juga itu KTP di luar negeri πŸ™‚ Kami masuk tanpa merasa dipersulit. Security di bagian luar rupanya menggunakan orang Thailand sementara di bagian dalam meski jaraknya cuma 1 meter, baru dipegang orang Indonesia. KBRI di bagian luarnya ditutupi tembok panjang yang dihiasi informasi tentang Indonesia, dari foto Papua orang berkoteka, hiasan relief dinding yang bisa ditemukan di Borobudur, dan beberapa foto khas Indonesia lainnya. Di bagian dalam bisa dijumpai sekolah dari TK – SD – SMP – SMA, lapangan bola, masjid, kantin, aula, dan tempat olah raga lainnya.

KBRI – Bagian dalam depan

Ketika kami sampai, cuma ada 1 orang, dan ternyata dia khatib dan sekaligus imam sholat Jumat. Kami bertiga beristirahat sambil ngadem di tengah udara panas itu.

Menunggu Jumatan di Mesjid KBRI

Ingat, Bangkok meski tidak memiliki perbedaan waktu dengan Jakarta, waktu sholatnya lebih lambat karena Jakarta lebih ke timur dibandingkan Bangkok. Sempat ragu apakah banyak yang akan sholat Jumat, ternyata Jumat itu cukup banyak juga yang ikutan. Rupanya sedang ada kunjungan guru-guru SMK dari Indonesia yang akan bertukar guru dan program dengan sekolah serupa di Bangkok. Senang juga bertemu dengan sesama bangsa di luar negeri. Tidak perlu capai menggunakan bahasa asing atau bahasa tarzan πŸ™‚

Setelah selesai sholat Jumat, kami mencoba makan di kantin KBRI. Ada dua kantin, satu dekat pintu masuk, dan satunya ada di dalam. Yang dekat pintu masuk masakannya ala Thailand, sementara kantin di bagian dalam menyajikan masakan Indonesia. Saat itu menunya telur dadar, sayur asam dengan daging, dan kembung pesmol. Karena lapar menu sebanyak itu cepat singgah di perut kami. Oh ya rempeyek kacangnya enak juga πŸ˜€

Makan siang di KBRI Bangkok

Setelah makan siang kami dipanggil boss-boss untuk bertemu di Central World. Rupanya mereka sedang makan siang di sana dan mengajak kami turut serta. Secara sudah makan siang, jadi kami hanya pesan kudapan ringan saja. Aku memilih mangga ketan santan yang terkenal itu. Dan memang mangganya sangat lembut, lumer di mulut. Di makan sambil menyendok ketan bersantan, rasanya luarrrrr biasaaaa..

Mangga Ketan yang super duper enak

Minumnya es kelapa muda. Sueger di kala panas terik matahari siang itu.

Setelah menyantap mangga edan itu, kami beranjak pergi dengan keinginan melihat sungai Chao Phraya yang terbesar di Thailand.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

-Bersambung-

Iklan

Posted on Mei 2, 2012, in Fotografi, Ulasan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. asalamu ‘alaykum warahmatullahi wabarakaatuhu..

    trimakasih sharing nya , sangat bermanfaat buat saya yg sedangberada di bangkok dan kebetulan besok jatuh hari Jumat. alhamdulillah hotel sya ternyata berada tidak jauh dari KBRI. tadinya saya hendak jum’atan di Kampung Jawa di daerah surasak, then i’ll take the shorter one by having information from your blog…

    salaamun’alayk…
    al faqiir abu Rafi

    • Wa ‘alaikum salam wr. wb.

      Alhamdulillah jika informasinya bermanfaat. Mas Joko asli mana Jawanya?
      Saya Tegal πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: