#FF Kamis – Menang Tender


white

“Mah, alhamdulillah project Papah goal, Mah! Project yang sudah lama Papah harapkan!”, teriak Toni pada istrinya via telepon.

Istrinya tetap bergeming, meneteskan air mata. Tanpa suara.

“Mah, mengapa diam saja? Mengapa kau menangis, Mah? Harusnya Mamah gembira!”, lanjut Toni tak habis pikir.

“Bertahun-tahun kita berusaha agar project ini bisa kita dapatkan dengan susah payah. Setelah kita dapatkan kenapa engkau tidak turut bahagia, Mah?”, tanya Toni dengan suara bergetar.

“Bu Toni, sabar ya. Insya Allah Bapak khusnul khatimah”, kata Pak RW.

“Wahai Toni bin Fulan, kendaraan menuju surga sudah siap. Apakah engkau siap?”, sebuah suara membimbing Toni ke arah cahaya putih.

Iklan

Posted on Maret 17, 2016, in Flash Fiction and tagged , , . Bookmark the permalink. 16 Komentar.

  1. Gambaran adegannya gimana ya,mas? Bingung.
    Bicara via telpon… Tp sedang sakaratul maut

  2. Imajinasi aku lumayan oke nih Wis.. bisa langsung nangkep sebelum baca komen… dan langsung mak jleb gitu..

  3. Aku bingung pas baca hahaha

  4. Wuuiiih…masih merinding nih nulis komennya, jadi si juragan tony ini kena serangan jantung saking gembiranya saat mau nelfon istrinya. gitu kira2 prequelnya ya…sadeees

  5. Meninggalnya ngapah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: