Bridge of Spies (2015)


Saya tidak menyangka akan terharu dan menitikkan air mata menonton film besutan Spielberg tentang pertukaran tawanan Amerika dengan Soviet di kala perang dingin sekitar 60 tahun silam. Karena ini film sejarah, maka apa yang saya akan tuliskan di sini tentu saja sudah bisa diketahui semua orang lewat internet.

Film ini menceritakan tentang seorang pengacara dalam bidang asuransi bernama James B. Donovan, yang tiba-tiba diminta untuk membela Rudolf Abel, seseorang yang dianggap KGB dan tertangkap di Amerika.
Img3

Rudolf Abel yang diperankan Mark Rylance

 

Karena ini permintaan pemerintah dan pemerintah tidak mau dunia memandang Amerika tidak menjunjung tinggi keadilan dengan memberikan pengacara yang pantas buat siapapun terdakwanya, maka Donovan yang diperankan Tom Hanks ini sulit untuk menolaknya, termasuk firma di mana ia bekerja.

Img6

Abel dan Donovan

Hal ini menyebabkan buah simalakama buat dirinya. Secara profesional dia tidak mau didikte oleh siapapun dan dikontrol siapapun, termasuk pemerintah, dalam kasus yang sudah dilimpahkan padanya. Ia ingin mempertahankan integritasnya sebagai pengacara dengan tidak mau membeberkan rahasia client dan pengacara, termasuk kepada CIA sekalipun. Hakim, firma ia bekerja, bahkan istri dan anak-anak Donovan mengharapkannya bekerja setengah hati saja, toh ia membela mata-mata yang bisa menghancurkan Amerika itu sendiri. Bahkan rumahnya ditembaki orang di malam hari, nyaris membunuh salah seorang anaknya.

Img5

Donovan dan istrinya

Meskipun Donovan bekerja mati-matian, ia tidak mampu membujuk juri dan hakim untuk membebaskan Rudolf Abel yang diperankan oleh aktor Inggris, Mark Rylance. Nah setelah menerima bahwa Abel bersalah, usaha berikutnya adalah mencegah agar ia tidak dihukum mati. Donovan sengaja datang ke rumah hakim untuk memberikan pandangan agar ia tidak dihukum mati karena apabila Amerika juga punya mata-mata yang ditangkap Soviet, mereka akan berharap mata-mata mereka juga tidak dikukum mati, dan bisa dibuat modal untuk pertukaran tawanan. Ternyata usulan ini diterima hakim yang secara mengejutkan hanya memberikan hukuman penjara kepada Abel.

Img2

Di persidangan

Beberapa waktu kemudian, seorang pilot Amerika yang sedang memotret kawasan Soviet dari udara ditembak jatuh dan ditangkap. Francis Gary Powers yang masih muda itu tertangkap setelah berhasil keluar dari pesawatnya dengan bantuan parasut. Pada waktu yang hampir sama, seorang pelajar Amerika Frederick Pryor ditangkap ketika ia berusaha mengunjungi kekasihnya di Berlin Timur ketika tembok Berlin sedang dibuat. Ia didakwa mata-mata Amerika ketika berusaha mengajak kekasihnya ke Berlin Barat.

Donovan ditugaskan kembali menjadi negosiator untuk pertukaran tawanan Abel dengan Powers namun pemerintah lepas tangan dan tidak akan mengakui kalau ia ditugaskan resmi oleh pemerintah. CIA hanya meminta Donovan fokus pada pertukaran tawanan Abel dengan Powers. Namun hati nurani Donovan berbicara lain. Ia ingin juga mendapatkan Pryor yang masih mahasiswa itu. Jadi 2 orang ditukar 1. CIA berang karena Donovan tidak perlu mengurusi Pryor, karena fokus mereka menyelamatkan Powers. Tapi Donovan membayangkan asistennya yang usianya hampir sama dengan Pryor dan tidak tega ia tertinggal di Berlin Timur, bukan wilayah Soviet. Dalam kondisi ini akan lebih mudah jika Pryor ditangkap di Soviet. Tapi ia ditangkap di Berlin Timur yang tidak diakui pemerintah Amerika Serikat. Situasinya jadi kompleks karena negosiasi kini melibatkan 3 pihak.

Img4

Donovan dalam tugas ke luar negeri

Donovan menghubungi kedua negosiator, dari sisi Soviet dan dari sisi Berlin. Masing-masing dijanjikan Abel, dengan tawanan dari masing-masing wilayah. Situasi menjadi pelik karena negosiator Berlin tersinggung dengan menganggap Amerika menjual satu barang ke dua orang yang berbeda. Berlin menolak keras.

Namun rasa kemanusiaan Donovan dan kekeraskepalaan dirinya membuatnya ia tidak mau diatur oleh pihak lain. dengan kharismanya ia bermain negosiasi dengan piawai dan konsisten meminta Soviet mengatur agar Abel bisa ditukar Powers dan Pryor, meski Pryor ditawan bukan di daerah Soviet. Tapi Donovan berhasil meyakinkan bahwa ia yakin Soviet bisa mengupayakannya. Hal ini sebenarnya sangat beresiko alih-alih 2 ditukar 1 malah bisa membuyarkan keseluruhan negosiasi.

Ketegangan cerita thriller ini begitu baik diatur oleh Spielberg berpadu dengan kematangan akting Tom Hanks yang sudah pernah meraih Oscar di Philadelphia dan Forrest Gump ini. Inilah film keempat di mana mereka berdua berkolaborasi menghasilkan sebuah masterpiece (Terminal, Catch Me If You Can, dan Saving Private Ryans). Ini juga kali kedua Spielberg bekerja sama dengan penulis skenario, Coen Brothers, dalam membuat film (sebelumnya Spielberg jadi produser dalam film True Grit, Coen Brothers menjadi sutradara dan penulisnya). Setting yang dibuat dalam film ini juga sulit dibuat. Dari kostum, fashion style, telepon, mobil, pesawat, dan seluruh bangunan dibuat semirip mungkin jaman dahulu. Sebuah pekerjaan yang sangat mengagumkan.

Img7

Tom Hanks dan Steven Spielberg

Donovan harus bisa membela negara, mempertahankan integritasnya sebagai pengacara dan negosiator, sekaligus merahasiakannya dari keluarga karena apa yang ia lakukan di luar negeri itu tidak diakui pemerintah dan harus dirahasiakan.

Proses pertukaran tawanan itu begitu mengharukan dan terasa sangat heroik, melebihi kepahlawanan dari seluruh film Marvel. Donovan mengingatkan saya bahwa menyelamatkan nyawa manusia itu sangat mulia, seperti dalam Al Quran Al Maidah 32: barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.. Di sinilah saya menitikkan air mata.

Donovan adalah contoh manusia biasa yang menjadi seorang pahlawan sejati dengan mempertahankan integritasnya sebagai seorang pengacara dan negosiator handal, menjadi warga negara yang membela negaranya dengan sepenuh hatinya, sapu tangan, dan tas koper jinjingnya. Film ini berhasil menangkap chemistry antara Donovan dan Abel yang sudah sangat dekat dan bagaimana Abel sangat berterima kasih atas usaha maksimal Donovan kepadanya.

Img1

James Donovan yang asli

James Bond menawarkan ketegangan aksi, sementara film ini menawarkan ketegangan negosiasi di tengah perang dingin Blok Barat dan Timur. Saya sangat merekomendasikan film ini kepada pecinta film yang rindu film berkualitas dan mengandung hikmah moral positif yang bisa menginspirasikan kita sebagai manusia.

Puas menonton film ini dan saya beri nilai 8 skala 10.

Iklan

Posted on Februari 1, 2016, in Ulasan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. Itu sutradara memang hit klo bikin film.kisah nyta y ini mas..saya suka klo ada film based true story..apa lg om tom hank ni starnya

  2. kalau yang main tom hanks, sepertinya film akan jadi bagus 😀

  3. Rating 8 / 10, sepertinya layak tonton. Saya suka koleksi film2 thriller sejarah.

  4. Saya blm baca semua, tapi klo boleh saya simpulkan bahwa Tokoh Abel dan Donovan ini dua orang yang telah berhasil menyelesaikan masalah tanpa menciptakan masalah ya…They are amazing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: