Begitu kita mulai menanjak, jalanan akan terbagi menjadi dua ketika menuju buper Pondok Saladah. Bisa lewat kiri melalui Hutan Mati atau ke kanan mengunjungi buper Gober Hoet terlebih dahulu. Di pertigaan ini ada warung tempat kita beristirahat sejenak sambil membeli makanan. Saya membeli semangka potong yang luar biasa segar ketika dimakan di siang hari yang panas dan jalan kaki yang cukup melelahkan itu.

Setelah puas beristirahat, kami melanjutkan perjalanan ke buper Ghober Hoet agar mengenali semua tempat. Lain kali tempat ini juga bisa dipilih agar pemandangan dari tenda berbeda dengan Pondok Saladah. Di Ghober Hoet ini ada warung makan, musholla dan kamar mandi, sehingga tidak perlu khawatir bila berkemah di sini.

Warung Makan 
Tenda di Ghober Hoet 
Musholla dan kamar mandi 
Tanda penunjuk arah
Tidak jauh dari Ghober Hoet, kita akan melewati sedikit pepohonan sebelum akhirnya sampai di buper Pondok Saladah yang lebih luas dan banyak warung makannya.

Warung makan berjejer 
Tenda di Pondok Saladah
Suhu di malam hari menjelang pagi adalah sekitar 7 derajat Celcius. Jadi pastikan membawa baju hangat, sarung tangan dan kaus kaki tebal untuk menginap di sini.

Tenda utama dengan flysheet 





Ruang tidur 
Tampak dari ruang tengah 
Lampu gantung 
Boardgame untuk malam hari 
Tenda utama 
Me and Aila 

Merantau wkwkwk 
Foto di pagi hari



